
Meski bukan dia yang membuat ribut, tapi Nami mencoba mengalah dan meminta maaf. Bagaimanapun juga Vera itu pernah menjadi saudaranya.
Yugi menautkan alisnya tidak percaya istrinya melakukan itu. Reno dan Sifa juga terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Yugi heran. "Tegakkan badan mu, sayang." Yugi memaksa istrinya untuk menegakkan tubuhnya dengan penuh perhatian.
Meski suara Yugi terdengar lembut, tapi di dalamnya penuh ketegasan yang tidak bisa di tolak. Hingga Nami langsung patuh.
Namun saat mendongakkan kepala, Nami merasa tidak nyaman. Dia menoleh pada Yugi. “Ah, tapi ...”
“Ada apa?” tanya Yugi lembut.
“Mmm itu ... “ Nami melihat ke arah semua orang yang masih melihat ke arahnya. Aib dirinya dan keluarganya sudah terkuak di hadapan publik.
Dia juga merasa sudah membohongi orang-orang di kantor Yugi. Saat itu, saat mereka datang bertamu ke rumah Yugi untuk merayakan pernikahan, semua mengira kalau Yugi dan Nami menikah karena cinta.
Sekarang, kata-kata itu di patahkan oleh kebenaran yang baru saja terungkap. Dia dan Yugi menikah karena terpaksa, bukan karena cinta. Keakraban mereka saat menerima tamu ternyata hanya bohong belaka.
“Kamu takut mereka meremehkan kamu karena kita nikah paksa?” tanya Yugi tepat sasaran. Dia melihat ke arah para karyawannya. Semua menunduk melihat itu.
__ADS_1
Deg! Semua orang yang ada di sana berdebar-debar. Bukan bahagia. Yugi tengah dalam situasi yang tidak bisa di ajak bercanda seperti biasanya. Dia dalam mode serius sekarang.
Semua mulut berhenti berbisik.
“Tidak. Hanya saja ...” Nami tidak berani bicara langsung.
“Itu urusan kita. Bukan mereka. Semuanya, mohon untuk kembali bekerja!” perintah Yugi dengan tenang tapi penuh penegasan. Semua karyawan kembali bekerja. Tidak ada yang berani membantah. Apalagi melihat keseriusan Yugi dalam menangani orang yang menganggu istrinya.
Nami takjub semua langsung kembali menekuni pekerjaannya. Itu tidak aneh. Karena Yugi adalah pemilik. Dia bos mereka. Namun ini pertama kalinya ia melihat itu. "Ayo kita masuk," ajak Yugi.
"Tunggu Yugi," cegah Sifa.
"Ada apa Sifa?" tanya Reno yang ingin menyelamatkan perempuan ini dari amukan Yugi. Sifa hanya mengedikkan bahu pada Reno. Itu cara dia mengabaikan pertanyaan pria itu.
"Bukan. Aku dan Nami tadi ..."
"Huek ..." Nami mual. Sifa yang tadinya mau bicara langsung berhenti mendengar itu. Yugi langsung menundukkan kepala dan menyentuh perut istrinya.
"Ada apa sayang?" tanya Yugi cemas. Nami tidak menjawab. Dia hanya mengangkat tangannya dengan masih menutup mulutnya dengan tangan yang lain. Perutnya bergolak lagi.
__ADS_1
"Aku baru mau bilang, kalau sebenarnya aku dan Nami tadi keluar untuk makan siang. Namun ternyata ada wanita gila tadi," terang Sifa yang ikut mendekat pada Nami.
"Jadi dia belum makan?" tanya Yugi cemas.
"Ya," sahut Sifa.
"Kenapa baru bilang sekarang?" Yugi geram. Sifa melebarkan mata pada Reno tidak percaya. Ia jadi tersangka? Kini giliran Reno mengedikkan bahunya. Sifa geram. Reno terlihat seperti membalas perilakunya tadi. Reno hanya tersenyum puas.
***
Nami makan dengan lahap saat Yugi membawa mereka makan siang. Acara makan siang sesama perempuan ini berganti menjadi sebuah double date!
Yugi dan istrinya. Lalu Sifa dan Reno. Mereka akhirnya makan bersama.
Saat ini, Nami sedang berada di toilet rumah makan. Dia menatap cermin di depannya dengan lega.
"Sudah enakan perut kamu?" tanya Sifa yang juga bercermin di sampingnya.
"Ya," sahut Nami lega. "Sepertinya, bayiku tidak mau aku kelaparan," kelakar Nami. Akhirnya muntah dan mual bisa di kontrol setelah makan siang. Sifa tersenyum.
__ADS_1
"Jadi ... kamu dan Yugi menikah karena terpaksa?" tanya Sifa lambat.
...____...