Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 103 : Boleh pulang


__ADS_3

Hari ini, Nami dan bayinya sudah bisa pulang ke rumah. Ini sungguh kabar yang menggembirakan untuk keluarga besar Yugi. Apalagi mereka berdua berencana untuk tinggal di rumah keluarga bunda Yugi supaya ada yang bisa memantau keadaan Nami setelah melahirkan.


Perempuan ini sangat setuju. Karena tinggal di sana itu sangat menyenangkan. Ia seperti kembali ke rumah. Karena rumah tempatnya pulang dulu membuangnya.


Jadi sebelumnya Bunda dan Mbak Yana sudah menyiapkan kamar untuk cucu dan keponakan mereka.


Saat suara pintu pagar di buka bersamaan dengan suara deru mobil masuk, Bunda langsung keluar. Beliau menunggu sendiri karena Yana ikut menjemput Nami di rumah sakit. Bunda terlihat begitu antusias menanti kedatangan mereka.


“Itu benar Nami dan bayinya,” ujar bunda. ketika Nami muncul dari dalam mobil. Yugi memegangi tangan istrinya untuk turun dari mobil. Sementara itu bayi berada dalam gendongan Yana.


Beliau segera mendekat ke Yana untuk melihat cucunya. "Aduh cucu Uti datang ini ...," ujar bunda gemas.

__ADS_1


Jika biasanya kedatangan Yugi dan Nami yang di tunggu-tunggu dan di sambut dengan antusias, kini kehormatan itu berganti pada bayi mungil di dalam gendongan Yana yang di sambut.


Namun keadaan ini tidak memusingkan bagi Nami. Dia malah senang karena dia bisa berbagi rasa lelah dengan mertua dan kakak ipar dalam merawat putra mereka nantinya.


Yugi membimbing istrinya duduk di atas sofa yang sengaja di letakkan di dalam kamar. Sofa ini di gunakan ketika ingin tidur dengan tubuh duduk tegak. Kadang kala seorang ibu yang habis melahirkan mengalami susah tidur. Karena selain karena alasan kenyamanan, menerapkan posisi tidur yang tepat setelah melahirkan juga bisa mencegah Apnea tidur.


"Bagaimana perkembangan tuntutan kalian?" tanya Mbak Yana yang sudah melepaskan keponakannya pada bunda.


Sebenarnya dia masih ingin menggendong bayi lucu itu, tapi bunda sudah memaksanya untuk menyerahkan cucunya .Jadi dia harus pasrah untuk hanya duduk sambil melihat bunda menggendong bayi dengan rambut begitu lebat itu.


"Syukurlah. Jadi mereka bisa di pastikan masuk penjara?"

__ADS_1


"Kemungkinan besar iya. Pengacara memastikan untuk itu," kata Yugi.


"Ya, aku harap begitu. Lalu bagaimana keadaan mu?" tanya Yana pada adik iparnya.   Ia menoleh pada Nami.


"Aku baik-baik saja. Dokter bilang aku sangat sehat sekarang."


"Bukan soal kondisi kesehatanmu. Kalau itu aku bisa melihat dengan jelas, keadaanmu makin membaik. Yang aku tanyakan kamu. Mendengar mama dan adik mu di penjara, bagaimana dengan mu?" tanya Yana membuat Yugi berwajah masam.


"Apa yang Mbak Yana tanyakan?" protes Yugi tanpa tahu sebenarnya istri dan kakaknya ini sangat dekat.


"Aku serius mencemaskan keadaan Nami, Yugi." Mbak Yana melotot.

__ADS_1


"Aku juga baik baik saja Mbak. Aku sudah bisa menerima mereka masuk penjara. Meskipun ada sedikit rasa menyesal karena mereka akan di penjara karena aku, tapi aku rasa itu yang terbaik untuk mereka. Jadi itu sebagai pembelajaran bagi mama dan Vera," kata Nami yang sebenarnya tidak keberatan di tanya soal ini. Karena itu artinya, kakak iparnya ini peduli padanya.


"Syukurlah. Jadi kamu bisa tenang. Apalagi sebentar lagi kamu harus merawat bayimu. Aku takut kamu terus-terusan merasa bersalah," ujar Yana seraya tersenyum. Tangannya mengelus kepala adik iparnya dengan Sayang.


__ADS_2