Menikah Karena Ijbar

Menikah Karena Ijbar
Bab 24. Sudah dewasa


__ADS_3

Di kamar Maula tengah berlangsung sebuah pertunjukkan Moana si gadis remaja petualang yang diperankan oleh Maula sang pemilik teater. Layar televisi menayangkan adegan Moana yang tengah berpetualang di lautan lepas. Sementara Maula mengikuti semua adegan demi adegan termasuk menyanyikan soundtrack dengan judul HOW FAR I'll GO, sambil bergelantung di gorden kamar lalu loncat ke atas sofa untuk menirukan adegan Moana yang tengah berlayar.


Yang lebih parah lagi, dia mengenakan kemben yang hanya menutupi bagian dada hingga ke pusarnya. Bagian bawah hanya mengenakan rok yang terbuat dari tali rapia yang disuir-suir dan melambai-lambai saat Maula bergerak bebas. Rambutnya yang panjang dan sedikit bergelombang hanya perlu diurai saja. Semua disulap menjadi karakter Moana versi Maula.


How Far I'll Go (Moana OST Cover)


I've been staring at the edge of the water


'Long as I can remember, never really knowing why


I wish I could be the perfect daughter


But I come back to the water, no matter how hard I try


Every turn I take, every trail I track


Every path I make, every road leads back


To the place I know, where I cannot go


Where I long to be


See the line where the sky meets the sea? It calls me


And no one knows, how far it goes


If the wind in my sail on the sea stays behind me


One day I'll know, if I go there's just no telling how far I'll go


Oh oh oh, oh, oh oh oh oh, oh oh oh, oh oh


Oh oh oh, oh, oh oh oh oh, oh oh oh, oh oh


I know, everybody on this island seems so happy on this island


Everything is by design


I know, everybody on this island has a role on this island


So maybe I can roll with mine

__ADS_1


I can lead with pride, I can make us strong


I'll be satisfied if I play along


But the voice inside sings a different song


What is wrong with me?


See the light as it shines on the sea? It's blinding


But no one knows, how deep it goes


And it seems like it's calling out to me, so come find me


And let me know, what's beyond that line, will I cross that line?


See the line where the sky meets the sea? It calls me


And no one knows, how far it goes


If the wind in my sail on the sea stays behind me


One day I'll know, how far I'll go


“Anak gadis kelakuannya begini amat, Ya Allah.” Khayru memungut barang-barang yang berserakan karena menghalangi langkahnya saat menghampiri Maula yang tengah kelelahan. “Terus ini ....” Khayru menarik kemben elastis tepat di bagian dada Maula sekitar lima detik lalu melepaskannya kembali. Membuat Maula spontan memindahkan telapak tangannya ke area itu.


“Eh! Apa sih, Bang? Gak bisa, ya, lihat orang seneng?” ketusnya lalu dia kembali tertawa.


“Kek anak kecil. Gak lucu tau, gak?” Khayru menggelengkan kepalanya sambil berkacak pinggang.


“Abang maunya aku gimana? Pegang handphone gak boleh? Main keluar gak boleh? Jadi stres kan akunya gak bisa ngapa-ngapain?”


“Ya ... gapapa, sih. Kamu boleh obrak abrik kamar sing penting kamu senang. Abis itu jangan lupa ngucap istigfar,” cibirnya.


“Abang kira aku stres beneran? Aku masih waras kali, Bang.”


“Syukurlah.” Menatap jam tangan karena mungkin tamu-tamu akan segera datang. “Jangan lupa siap-siap. Pake baju yang sopan,” ujarnya sambil kembali menarik kemben di bagian dada Maula.


“Ish ... yang gak sopan tuh Abang, kali! Dari tadi narik-narik baju aku. Orang gak pake bra juga. Awas aja kalau ngintip.” Maula menunduk ke arah dadanya, merapikan kemben yang sedikit melorot tanpa memperhatikan wajah Khayru yang sedikit memerah.


“Astagfirullah ....” Dia membuang muka sambil memukul-mukul keningnya sendiri dengan telapak tangan.

__ADS_1


“Udah, ah, Abang salat dulu.” Khayru melengos ke kamarnya untuk bersiap-siap menyambut tamu, tapi sebelumnya Maula memanggil seraya bangkit dari tempat duduk.


“Abang ...! Tunggu, Bang! Aku mau kasih tahu dulu kalau aku sekarang sudah dewasa!”


“Jadi?”


“Jadi, kalau Abang berbuat senonoh lagi sama aku, aku mau balas nanti.”


“Senonoh gimana? Tolong diperjelas!” Khayru memutar badannya.


“Seperti yang Abang lakukan padaku tadi. Menarik bajuku sampe melorot, misalnya.”


“Baik, Nyaiiiii ...!” serunya sambil tertawa terbahak. Namun, tawa itu terhenti seketika saat dia membuka pintu kamar. Dia sedikit kaget karena di balik pintu seseorang sudah berdiri menatap sambil mengerucutkan bibirnya.


“Neneng? Kamu ngapain di situ? Nguping, ya?”


“A-anu ... Neneng mau kasih tahu, tamunya sudah pada nunggu.”


“Tolong minta mereka supaya menunggu sebentar lagi, saya masih bersiap-siap.” Khayru melongokkan kepalanya pada Maula sambil meminta dia untuk bersiap-siap juga.


Tak lama dia sudah siap dengan setelan santainya berupa ankle pants dengan modelnya yang khas karena sedikit jingkrang serta atasan turtleneck style longgar yang sedikit menutup bagian lehernya. Dia menunggu Maula di depan pintu kamarnya sambil terus memanggilnya.


“Dek, Buruan, Dek! Gak enak sama tamu-tamu.”


“Iya, Bang, iya!”Maula membuka pintu sambil merapikan pakaiannya karena terburu-buru. “Jangan suruh aku ganti baju lagi, ya, karena ini baju paling sopan yang aku punya.”


Khayru memindai tampilan Maula yang cantik mengenakan jumpsuit overall dipadu inner kemeja balon dengan aksen tali pemanis di bagian tangannya.


“Cantik dan sopan, sih, tapi ... jilbabnya mana, Nyai?”


Maula memutar bola mata sambil kembali ke kamar untuk memilah jilbab yang senada dengan bajunya. Tak butuh waktu lama, dia sudah kembali. Langsung diacungi jempol oleh suaminya. UPS! Keceplosan 🙈


“Wuihh, cantik BA-NGEEEET.”


Maula menghela napas. “Gak minta aku pake kebaya plus singer, kan, Bang? Ini soalnya udah kaya mau dikawinin aja hari ini, rempong!”


“Kayaknya bener, sih, kita mau dikawinin.” Khayru manggut-manggut.


Maula menyenggol tangan Khayru yang bersembunyi di balik saku celananya.


“Udah, ah, gak kelar-kelar ngomongnya.” Dia melingkarkan tangannya pada lengan Khayru. “Buruan!”

__ADS_1


Khayru menarik napas panjang sambil menatap ke arah Maula. Sebenarnya dialah orang paling tegang saat ini. Bagaimana tidak? Dia telah menunggu sembilan tahun untuk tiba di hari ini, dan dia masih ragu dengan reaksi Maula setelahnya.


To Be Continued ....


__ADS_2