Menikah Karena Ijbar

Menikah Karena Ijbar
Bab 81


__ADS_3

“Assalamulaikum ...!!”


“Yuhuuu!! Kita langsung masuk, ya?”


Selepas hari itu, Rere dan Nikita kembali datang dan langsung masuk ke kamar Maula tanpa sungkan-sungkan. Gaya khas mereka yang ceriwis, terdengar hingga ke kamar mandi. Namun, Maula hanya membiarkan mereka berteriak, sambil berkeliling mencari-cari keberadaannya.


“Maw! Mamaw!! Kamu di mana, sih?!” Ironinya, mereka memanggil nama Maula sambil membuka semua laci dan pintu lemari, seolah sedang mencari seekor kucing yang bersembunyi.


Mereka terkekeh saat melihat Maula keluar dari kamar mandi. “Nih dia, Mamaw si kucing liar yang lucu,” sahut Rere sambil menarik tangan Maula.


“Itu kenapa, laci dan pintu lemari kebuka semua? Kalian nyari apa di kamarku?” protes Maula sambil memutar wajah ke arah benda yang baru ia sebut.


“Nyari kamu, sayang. Dipanggil-panggil, gak nyaut, sih.”


“Kenapa gak sekalian cari di tong sampah? Atau di empang yang banyak ikannya? Di situ 'kan biasanya anak kucing kalau main-main?”


“Shuutt ...!” Rere menempelkan telunjuk di bibir Maula, lalu menyuruhnya untuk segera mengenakan baju sambil mendorong gadis itu ke ruang ganti. Sementara mereka, menunggu sambil duduk di tempat tidur.


“Sorry, ya, La, kita main nyelonong! Soalnya mulai sekarang, kamar ini bakal jadi kamar kita juga, sampai hari pernikahan itu datang!” teriak Nikita sambil mengarahkan suaranya ke ruang ganti.


“Asal jangan kelupaan aja kalau nanti aku dah nikah. Ngerti 'kan maksudku?!” jawab Maula sambil keluar dari kamar ganti dengan stelan santai ala rumahan.


“Ngerti, ngerti.” Rere mengangguk dengan pasti sembari meraih pundak Maula. “Siapa juga yang mau jadi obat nyamuk di kamar pengantin?” gumamnya.


“Ya udah, yu, buruan!” Nikita sudah menunggu di ambang pintu seraya memutar jam tangannya.


Maula tak diberi kesempatan untuk sekadar bertanya, 'ada acara apa di bawah?' Dia hanya setengah di seret ke ruang tamu untuk menemui beberapa tim yang sudah menunggunya dalam rangka gelar meeting. Technical meeting pernikahan tepatnya.

__ADS_1


Selain sudah dibentuk sebuah tim, di sana juga sudah hadir semua anggota keluarga dan sahabat terdekat.


Sesaat setelah dipertemukan, barulah Maula tahu bahwa mereka tim yang akan menggempur perhelatan dua Minggu yang akan datang. Dari namanya saja, Maula bisa tahu bahwa mereka memang sudah memiliki banyak portofolio dan sudah terhubung ke ratusan wedding vendor yang berpengalaman. Archana Wedding memang WO andalan celebriti dan konglomerat Indonesia, tapi sama sekali gak masuk kriteria pilihan Maula sebenarnya.


“Gak ada WO lain emangnya, Re?” dengusnya.


“Masih mau yang antre setaun itu, emang?” ancam Rere sambil mengangkat alis.


“Ssstt ....” Nikita menyikut lengan Maula sambil mendelik. “Diem aja! Duduk, senyum, dan simak baik-baik,” Dia berkali-kali mengingatkan sambil melirik seseorang yang berdiri seperti tengah membawakan sebuah presentasi di hadapannya.


Meskipun sebenarnya Maula merasa tidak akan mendapat kepuasan, tapi akhirnya dia harus ikut apa pun kata mereka.


WO sudah menyusun planning untuk dua acara yang beruntun yaitu, sebuah rangkaian lamaran resmi, tiga hari sebelum pernikahan. Disambung dengan pengajian serta siraman yang masih akan digelar di kediaman Maula, lalu kemudian akad nikah sehari setelahnya bersamaan dengan resepsi di tempat yang sama.


Seminggu sebelum acara, rumah ini mungkin akan sangat berantakan karena akan kedatangan pihak keluarga dari Maroko dan juga beberapa kerabat dari ibunya Khayru di Bekasi. Sengaja, mereka tidak menampung tamu di kamar hotel. Demi Maula, rumah ini tidak boleh terlihat sepi menjelang pernikahan.


Kedua upacara yang ditawarkan ternyata memiliki prosesi adat yang cukup panjang, sangat menguras tenaga di saat waktu hanya tersisa sekitar dua Minggu saja. Itu pun setelah Tuan Omar menambah sedikit waktu lagi dari rencana sebelumnya.


“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” jawab Maula yang terlanjur pasrah. “Di sini saya dilahirkan dan dibesarkan, maka adat itu saja yang akan dipake.” Ini jurus pamungkas ketika Maula sudah tak ingin lagi menjawab pertanyaan seputar persiapan acara.


Maula tidak bicara yang sesungguhnya. Dia masih berharap jika pernikahan impiannya masih akan terwujud, akan tetapi daripada mengutarakan keinginannya, dia lebih memilih untuk menghemat tenaga dan pikiran sementara waktu, karena seperti yang mereka bilang bahwa menjaga kesehatan lebih penting saat ini.


Dua Minggu bukan waktu yang lama. Tiga hari menjelang hari H, akhirnya tiba. Kini rumah itu sudah memiliki dekorasi bernuansa silver karena untuk acara lamaran ini mengusung tema glamour. Namun, tetap santai.


Deretan kursi tersusun rapi, siap menyambut iring-iringan yang didominasi oleh keluarga dan kerabat dari pihak Khayru. Mereka sengaja datang dari Maroko dan setelah lamaran ini, akan bermalam di rumah Maula hingga acara pernikahan selesai.


Dalam waktu yang singkat, semua acara disusun sedetail mungkin tanpa kurang satu apa pun. Meski sebelumnya Khayru sempat menanyakan kesiapan Maula akan suasana yang mungkin akan sedikit berbeda sebab tanpa adanya kehadiran orang tua seperti mempelai pengantin lainnya.

__ADS_1


Dengan yakin Maula menjawab siap, Aku janji tidak akan menangis apa pun kondisinya. Dia hanya ingin orangtuanya turut bahagia melihat putri yang ditinggalkan berada bersama orang yang tepat. Satu-satunya pria yang juga menjadi pilihan mereka.


Untuk acara lamaran ini, jumlah tamu undangan memang hanya sebagian kecil dan sangat terbatas. Lain halnya dengan jamuan untuk resepsi yang dirancang terbuka untuk umum, siapa pun boleh datang untuk ikut menikmati meski tak mendapatkan undangan resmi. Karena tujuan dari acara resepsi nanti tak lain untuk berbagi kebahagiaan. Meski selama akad, ruangan akan ditutup sementara untuk menjaga ketenangan dan kesakralannya.


Selain karena keterbatasan tempat, acara lamaran yang hanya digelar dikediaman gadis calon pinangan, ini lebih dikhususkan untuk silaturahmi keluarga yang dilatar belakangi kebudayaan yang berbeda, supaya lebih kental suasana kekeluargaan dan lebih hangat.


Sekitar pukul 08.00 malam, Iring-iringan dengan setumpuk seserahan yang mereka bawa, sudah menempati kursi yang disediakan dengan diberi sedikit jarak antara laki-laki dan perempuan, di pelataran rumah. Diberikan kesempatan pada mereka untuk istirahat sebentar sambil menikmati lantunan salawat yang paling syahdu. Lalu, MC membuka acara dengan mempersilakan Kiai memberikan sambutan pada hadirin supaya tidak terlalu membuang waktu.


Saat itu, Maula dipersilakan duduk bergabung dengan para tamu wanita. Dia muncul bersama dua dayangnya dari pintu utama, mengenakan gaun berwarna silver senada dengan dekorasi yang dirancang outdor malam ini. Setelah dia duduk diapit Umi Khadijah dan Katia, suara khas penyiar radio itu mulai terdengar kembali. Meminta pihak lelaki menyampaikan maksud kedatangannya di hadapan para tamu.


Tuan Omar sendiri yang maju dan mengajukan lamaran untuk anaknya terhadap Maula, akan tetapi MC belum mempersilakan Maula untuk menjawab lamaran. Sepertinya masih ada sesi lain yang harus dilewati.


Nah, itulah tadi sambutan-sambutan sudah di sampaikan satu per satu, begitu pun dengan lamaran, resmi di ajukan terhadap dek Maula beberapa saat yang lalu.


Tapi tunggu! Saya gak rela kalau acara ini akan selesai begitu saja...


Mari kita panggil sang pelamar untuk maju. nyatakan cintanya dulu, baru seru...


MC coba berinteraksi dengan hadirin dan suara khasnya yang mendominasi itu, mendapat sambutan dan juga tepuk tangan.


Khayru yang duduk di deretan terdepan bersama tuan Omar, pak Kiai dan pengacara Suryadi, tiba-tiba bangkit. Namun, tiba-tiba, lampu yang semula terang benderang, berganti dengan lampu malam yang temaram. Semua hadirin sempat kaget, tapi perlahan mulai terbiasa dan menikmati suasana malam yang lebih romantis.


Tak cuma itu, dinding yang memiliki layar putih berukuran 1 meter x 1,5 meter, dihiasi bunga yang membingkai sekelilingnya, tiba-tiba menyala, menampilkan sebuah pantulan gambar dari proyektor. Layar yang hanya menampilkan sebuah foto seorang anak lelaki yang menggendong adik perempuannya, dengan slide show sebuah tulisan Longest love story (Kisah Cinta Terpanjang).


Entah apa maksud dari tulisan dan gambar itu. Hanya Khayru dan MC yang tahu karena ini bagian dari konten acara.


To Be Continued....

__ADS_1


__ADS_2