Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 101 Masa Lalu


__ADS_3

Kareem anak Dimas dan Mey adalah idolanya gadis-gadis di kota ini, seorang pemuda yang mapan namun masih singgel. Hari ini peresmian perkenalan direktur utama Rumah Sakit Wisma yang baru, Dimas menggandeng kedua menantunya yang dokter itu, dan memperkenalkan mereka ke mata publik, kalau dua orang ini menantunya dan pemilik rumah sakit Wisma.


Acara perkenalan itu, diliput salah satu stasiun televisi, betapa terkejutnya semua teman-teman Tama dan Jamal, kalau yang mereka nikahi putri kembar pengusaha ternama.


"Nathan ... boleh pinjam istrimu?" Tanya Kareem.


"Pinjam apa?" Nathan heran.


"Aku ingin mengenalkan Nara sebagai menantu papa, secara dia juga menantu papa," seru Kareem.


"Hem ... aku tahu maksud mu, tapi maaf Kareem aku tidak bisa," jawab Nathan.


"Dengan cara apalagi aku mengusir para fans halu itu," rengek Kareem.


"Sama adikku saja Kareem," seru Andra.


"Kak Andra?" Kareem terkejut dengan kedatangan Andra anak Reyhan dan Fifi, juga kedua anak mereka.


"Salma, kamu pura pura jadi pacar Kareem, kasian dia," seru Andra.


"Ayo adikku sayang," seru Kareem memberikan lengannya agar digandeng Salma, segera Salma mengaitkan tangannya ke pergelangan tangan Kareem, mereka berjalan santai menuju tempat Dimas berada.


"Siang om," sapa Salma.


Dimas tersenyum bahagia melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Sama siapa kamu Salma?" Tanya Dimas.


"Sama kak Andra, juga papa mama, om." jawab Salma.


"Lama sekali om tidak bertemu Andra," seru Dimas.


Gadis-gadis pengagum berat Kareem kecewa, melihat Kareem membawa seorang gadis menemui papanya, terlihat mereka semua sangat akrab.


"Gue patah hati gaes ...." rengek salah satunya.


"Iya ... aku juga," jawab yang lain.


"Selamat hari patah hati gaes ...." para pengagum kareem berpelukan sambil menagis lebai ala mereka.


*******


Mey semakin yakin kalau Dimas memang mencintai Syaren, sejak pertemuan itu Dimas terlihat jauh berubah, dengan melihat Syaren, aura wajah Dimas sangat menampakkan kebahagiaannya saat melihat Syaren, namun menyadari Syaren kini istri Joan, aura ketidak nyamanan Dimas juga semakin terasa.


"Mas ... apa benar mas tidak pernah mencintai Syaren dimasa lalu?" Tanya Mey.


"Mey ... lupakan itu sudah berlalu," seru Dimas.


"Siapa yang lebih dulu menikah dengan papa mama apa tante Syaren?" Tanya Kareem.


"Mama cinta pertama papa," jawab Dimas.

__ADS_1


"Aku gak nanya itu, aku tanya siapa yang menikah lebih dulu, secara Dina dan Dona lahir lebih dulu dari aku," seru Kareem.


"Mama merebut papa kamu dari Syaren," Jawab Mey.


"Apa? Jadi mama pelakor? Aku anak pelakor? Astaga ...." rengek Kareem.


"Kamu bukan anak pelakor Kareem, papamu terpaksa menikah denganku, karena kami menunaikan amanah suami pertamaku, Malik," seru Syaren yang tiba-tiba datang ke rumah Dimas.


"Jangan pernah bilang mama kamu pelakor," seru Syaren.


"Kareem ... masa muda kami sulit, dulu aku pelayan papamu, sekarang aku suami dari wanita yang pernah jadi istri papamu, tapi bukan berarti Syaren dan aku selingkuh, jodoh itu unik Kareem," seru Joan menambahi.


"Ada rahasia yang aku sembunyikan dari kamu Mey," lirih Dimas.


"Tolong kubur rahasia itu karena itu sangat pedih," seru Syaren. Syaren tahu, rahasia itu adalah perasaan Dimas pada Mey hanyalah rasa bersalah, karena membuat Mey hamil lebih dulu.


"Syaren benar, sekalipun rahasia itu di buka, tidak akan merubah kehidupan tua kita ini," seru joan.


"Kareem, demi melahirkanmu mama mu berjuang extra keras, jangan menyakiti hatinya dengan tuduhan itu, mamamu wanita istimewa, dia meninggalkan Dimas saat dia tahu dia punya penyakit, namun Tuhan menggariskannya untuk bersama, lihat hingga sekarang, kalian bersama hingga setua ini, dan menua bersama." seru Syaren.


"Mey ... jangan mengingkit masa lalu, kita berjalan kedepan, bukan mundur," seru Syaren.


"Dimas, aku ingin bicara proyek kecil kecilan jadi kamu kemari," seru Joan.


"Oh ... ayo, lupakan masa lalu, mari kita bergandengan tangan untuk masa depan," seru Joan.

__ADS_1


"Kau benar Joan," seru Dimas.


__ADS_2