Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 51 Ujian Rumah Tangga Reyhan


__ADS_3

Lima bulan sudah Aira menggeluti bisnis Restorannya. Hingga Aira melupakan tugasnya, sebagai istri dan juga sebagai ibu. Selain karena Restoran baru yang ia buka di pinggiran kota itu lumayan ramai, sekarang ia ikut kelompok ibu-ibu pejabat dan pengusaha, yang sering memboking Restoran Aira untuk perkumpulan mereka, hingga Aira pun bergabung dengan kelompok itu.


Pergaulan yang salah, membuat Aira melupakan statusnya. Dia ikut tenggelam dengan pergaulan baru, yang baru dia temukan.


Andra, anak Reyhan pun kini lengket dengan pengasuhnya, karena siang malam ia bersama Fifi, pengasuhnya. Fifi adalah anak mandor baru Reyhan yang bernama Roman, dan istrinya Nursa. Fifi dan kedua orang tuanya tinggal di rumah yang ada di belakang rumah tinggal Reyhan.


Dengan sangat terpaksa Fifi tinggal di rumah Reyhan, karena siang dan malam, dia mengurus Andra. Karena Aira yang memintanya. Reyhan pun mulai menyukai pengasuh bayinya itu. Karena ia sering bersama Fifi, dan melihat Andra yang lebih nyaman dengan Fifi.


Di depan pintu Reyhan berpapasan dengan Aira.


"Aira! Mau kemana lagi kamu! Dua bulan ini kamu ngga pernah di rumah!" Teriak Reyhan.


"Kak Rey, aku bete di rumah aku pengen gabung sama teman-teman arisan aku." sahut Aira. Aira pun tetap pergi, tak menghiraukan Reyhan.


Kian hari Aira semakin melupakan Reyhan dan Andra. Reyhan selalu berusaha lemah lembut kepada Aira, namun Aira lebih mementingkan pergaulan kelas atasnya, dari pada anak dan suaminya. Betapa kecewanya Reyhan dengan Aira, yang kini sangat jauh berubah.


Reyhan masuk kedalam rumahnya, ia memandangi Fifi yang begitu penuh kasih sayang pada Andra.


"Dulu ... Aira sangat memerhatikan aku dan Andra, seperti sekarang kamu memperhatikan Andra, tapi sekarang Aira yang aku nikahi dulu, entah kemana dia." lirih Reyhan yang memandangi Fifi, dia begitu telaten mengurus Andra.


"Ya ampuun kasian banget sih pak Reyhan. Kenapa ya bisa punya istri yang ngga punya perasaan seperti bu Aira," lirih hati Fifi.


Reyhan pun pergi meninggalkan Fifi, ia pasti sangat bahagia, jika Aira yang diposisi Fifi sekarang ini.


*


Aira sedang berada di club malam bersama ibu-ibu arisannya, yang mereka namai kelompok." Mahmud Machan", Mamah muda, mamah Chantik. Karena kumpulan mama-muda dan mama-mama cantik.


Aira tak menyangka kalau malam ini mereka arisan berondong. Awalnya Aira sedikit risih, Karena ia tak mau. Namun Belinda memberinya minuman yang bercampur obat, membuat Aira setengah mabuk. Akhirnya Aira ikut pesta berondong itu.


Aira larut dan berdansa bersama berondong yang bekerja menjadi lelaki penghibur, bersama anggota arisan yang berjumlah delapan orang itu. Jam menunjukan jam satu malam, Aira masih bergembira dengan pesta mereka. Ahirnya mereka bermalam di hotel langganan kelompok arisan.


Ini pengalaman baru Aira dimanjakan laki-laki lain, selain suaminya, Forsa nama lelaki penghibur, yang bertugas melayani dan memanjakan Aira. Aira pun larut dalam malam sesatnya, bersama berondong 18 tahun tersebut.

__ADS_1


Aira semakin melayang karena si berondong itu sangat pintar menyanjung Aira dan memuja muji dirinya, betapa cantiknya dan betapa seksinya dirinya. Aira pun menghabiskan malam dengan berondongnya, bernama Forsa.


Sekitar jam 5 pagi Aira terbangun. Ia segera berpakaian, namun tiba tiba Forsa memeluknya.


"Sayang ... ini masih pagi ... masih banyak yang bisa kita lakukan." rayu Forsa.


"Maaf Forsa, aku sudah bersuami, aku harus pulang untuk suami dan anaku, maaf kan aku ... seharusnya ini tak terjadi." lirih Aira.


"Semua yang ada di sini juga punya anak dan suami, namun suami di rumah tak melihat betapa berharganya berlian di depan mata mereka." lirih forsa sambil membelai Aira.


Aira mengeluarkan uang untuk forsa.


"Lupakan kejadian tadi malam, ini bayaranmu." Aira memberikan segepok uang untuk Forsa.


"Maaf, aku tidak menginginkan uangmu, aku melakukan ini, karena aku menyukaimu, aku melakukan semua ini karena aku merasa, aku mencintaimu, aku melayanimu karena cinta, bukan pekerjaan." Forsa merayu Aira.


"Kuharap kita lupakan semua." ini sahut Aira.


"Ku harap aku bisa, bagaimana aku bisa melupakan wanita istimewa seperti dirimu." seru Forsa sambil ber aksi.


"Pulang lah.... kasian anak dan suamimu yang menunggumu, lupakan aku, aku hanya pengagummu." seru Forsa.


Aira bergegas merapikan pakaiannya dan langsung pulang.


"""""


Reyhan yang cemas, semalaman memikirkan Aira, ia mondar mandir di depan rumah.


Setelah melihat mobil Aira pulang, Reyhan segera menghampirinya, dan memeluk Aira.


"Sayang ... dari mana saja kamu ngga pulang semalaman." lirih Reyhan


"Maaf, aku udah bilang kan, kalau aku nginep di rumah anggota arisanku." sahut Aira.

__ADS_1


"Jangan diulangi lagi, aku takut , ya sudah kakak pergi." Karena Aira kembali, Reyhan segera pergi, untuk melakukan pekerjaannya. Tanpa basa-basi, ia pergi meninggalkan Aira.


Forsa benar ... tak ada yang bisa mengerti aku. lirih hati Aira.


Aira pun melangkahkan kakinya masuk kerumah, dan langsung menuju kamarnya, bayangan Forsa tak hilang dari benaknya. Juga segala rayuan Forsa. Aira pun merebahkan dirinya di tempat tidur sambil membayangkan kegiatannya bersama Forsa.


Tokkk tok tok!


Suara ketukan pintu membuayarkannlamunan Aira. Dia segera bangkit, menuju pintu dan membukakannya.


"Ada apa Fi?"


"Maaf bu, stok Asi Andra habis." lirih Fifi.


Aira mendengus kesal, dia meraih tasnya, mengambil sesuatubdari dalam tas itu. "Ini uang, tolong kamu belikan susu formula, aku lelah." ucap Aira.


Fifi terdiam, hatinya sangat hancur, melihat Aira yang tidak mau memberi asi lagi. Dengan tangan gemetaran Fifi mengambil uang yang Aira berikan.


"Sudah! Sana belikan susu buat Andra!" Perintah Airan.


Fifi hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya. Dia segera pergi dari depan kamar Aira. Aira kembali kedalam kamar, lamunanya kembaki terbayang akan perbuatannya bersama Forsa. Aira lelah tenggelam khayalnya, dia segera pergi dari rumah imi.


***


Di luar rumah.


Fifi meminta bapaknya, untuk pergi membelikan susu formula buat Andra.


Matahari mulai tergelincir di ufuk barat, Suara mobil Reyhan terdengar dari arah luar. Dia baru pulang dari perkebunannya yang lain. Saat masuk kedalam rumah, Reyhan tidak menemukan Aira di rumah mereka, dia sungguh kesal, Aira sangat jauh berbeda. Kekesalan Reyhan semakin memuncak, saat melihat anaknya minum susu formula.


"Kenapa Andra kamu masih susu Formula!" Reyhan membentak Fifi.


"Maaf tuan, kata ibu, ibu capek, nggak bisa kasih Asi buat Andra." jawab Fifi, ia begitu ketakutan melihat kemarahan Reyhan.

__ADS_1


Reyhan menarik nafasnya begitu dalam, dia merasa bersalah membentak Fifi. "Maaf Fii, harusnya aku tak marah-marah sama kamu, terima kasih Fii, selama ini kamu menjaga dan menyayangi Andra, lebih dari ibu kandungnya sendiri." lirih Reyhan.


__ADS_2