Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 46. Kembali


__ADS_3

Reyhan, Yumna, dan Syaren duduk santai bersama di teras rumah mereka.


"Kita tak mungkin selamanya lari dari kehidupan kita bukan?" Seru Reyhan


"Kaka benar ... aku harus mendapat kejelasan statusku," sahut Yumna.


"Aku bisa apa kak? Anakku meninggal! Suamiku meninggal! Suami sekarang, aku nggak tahu harus bagaimana," lirih Syaren.


"Maafkan kami Syaren ... karena bahaya bagi nyawamu jika kami menceritakan kebenarannya padamu." sahut Reyhan.


"Bagaimama aku bisa menikah dengan kak Dimas kak?" Tanya Syaren.


"Kamu menikah dengan Dimas, karena ingin menyelamatkanku dari hukuman." sahut Yumna.


"Tapi aku hutang nyawa pada kak Dimas,


karena kak Dimas yang menyelamatkan aku dari kebakaran gudang di kantornya." lirih Syaren


"Kamu ingat semuanya syaren?" Tanya Yumna,


"Enggak ... setelah menikah aku um ... am anu ... gimana ya jelasinnya, aku ... intinya aku pergi ke gedung Wisma Corporation, untuk minta maaf pada Dimas. Waktu aku menyusuri lorong kantor entah kenapa aku terngiang kata-kata tanggal dan ruang control. Singkat cerita, aku melihat rekaman Dimas nyelamatin aku di gudang yang terbakar." cerita Syaren


"Oh ....jadi yang waktu itu nyelamatin kamu Dimas? Kakak juga ngga tahu, secara kita sama sama pingsan." sahut Yumna. Sedang Reyhan hanya mendengarkan adik-adiknya.


"Kita harus kembali sebentar, untuk menyelesaikan, atau meneruskan kehidupan sebelumnya." sahut Reyhan.


"Kakak benar, kakak sudah punya anak, Andra. Dia tanggung jawab kaka." sahut Syaren.


"Aku takut kembali." rengek Yumna.


"Kak ... kita harus pastikan apa keputusan kak Adly, demi bayi kakak." sahut Syaren.


"Kita kembali naik pesawat saja, kita hanya perlu bawa sedikit barang, aku izin sama pak Manto, mandor kebun di sini." seru Reyhan.


________

__ADS_1


Setelah satu jam naik pesawat, akhirnya mereka sampai di kota asal mereka.


Tujuan pertama mereka rumah Adly, suami Yumna, Karena Yumna pergi, mereka yakin Adly tinggal di rumah kedua orang tuanya.


Mereka agak bingung kenapa banyak orang di rumah Adly. Para tetangga yang hadir pun saling berbisik melihat kedatangan istri Adly, Yumna. Bersmaa saudaranya. Betapa hancur hati Yumna, melihat Adly duduk di meja akad.


Namun Syaren tidak tinggal diam.


"Kenapa kalian tega melakukan ini pada kakakku yang tengah hamil!" Teriak Syaren, teriakannya memecah suasana yang tenang sebelumnya.


"Akan ku pastikan kalian semua mendekam di penjara, karena melakukan akad nikah tanpa izin istri pertama!" Teriak Syaren lagi.


Penghulu langsung berdiri.


"Maaf Nona, di sini dilaporkan, bahwa istri pertama bernama Yumna sudah meninggal dunia." kata penghulu.


Tangis Yumna pecah saat mendengar kalau dirinya di laporkan meninggal.


"Oh ... begitu? Ayoo silakan lanjutkan akad nikahnya, tapi saya akan pastikan semua yang terlibat akan saya laporkan ke polisi! Kau!" Syaren menunjuk Adly.


Syaren merekam semua yang hadir dengan ponselnya. Lalu berjalan ke meja akad memfoto berkas-berkas nikah Adly.


Plakkkk!!


Tamparan mendarat di pipi syaren, tamparan itu dari tangan dari mama Adly. Namun Syaren malah membalas empat kali tamparan bertubi-tubi kewajah mamanya Adly. Mama Adly diam, tak berani lagi melawan. Syaren melanjutkan rekamannya.


"Oh jadi ini pilihan kak Adly, baik kami akan urus cerai kak Yumna dan kak Adly." lirih Syaren sambil berlalu. Namun Syaren kembali lagi.mendekati Adly, sambi menyimpan ponselnya. Ia menarik Adly agar berdiri.


Plakkkkkk!!!


"Satu tamparan ini dari kak Yumna."


Plakkkk!!!


"Ini dari anak yang ada dalam perut kak Yumna."

__ADS_1


Plakkk!! Plakkk!


"Ini dariku dan kak Reyhan." Syaren bertubi-tubi menampar Adly.


Reyhan pun mendekati Adly.


Boughhhhhh!!!


"Ini dari persahabatan kita." teriak Reyhan, tidak sanggup lagi dia, menahan kemarahannya.


Mereka bertiga langaung pergi dari rumah orang tua Adly. Di ikuti para penghulu dan petugas KUA, juga saksi saksi.


"Kemana kalian?!" Teriak mama Adly.


"Maaf bu, kami tak mau mencari masalah jika meneruskan pernikahan, pernikahan ini batal! Karena, anda memalsukan kematian istri pertama." seru salah satu petugas kua.


"Dengar para hadirin pernikahan ini batal!" Teriak Syaren. Mereka pun pergi dari rumah Adly.


Betapa kesalnya mama Adly dengan Syaren. Mama Adly berusaha menahan tamu yang mulai beranjak pergi. Hingga ia berlari keluar rumah, untuk meminta para tamu bertahan. Namun semua tamu tetap pergi. Mereka sangat heran, kenapa tega memalsukan berita kematian menantunya hanya untuk menikahkan anaknya lagi. Apalagi para ibu-ibu, mereka sangat marah dengan kejadian ini.


Sedang di kamar, Nandini dan kedua orang tuanya nampak bingung, karena belum juga ada tanda-tanda yang memanggil mereka.


Akhirnya Nandini dan kedua orang tuanya keluar dari kamar. Betapa terkejutnya mereka, melihat tak ada tamu dan penghulu di bawah.


"Di mana semua orang!?" Teriak Nandini.


"Maaf pernikahan kita batal!" Ucap Adly. Adly masih memegang rahangnya yang berdarah, karena kena bogem mentah dari Reyhan.


Nandini berteriak histeris karena batal menikah, ibu Adly berusaha menenangkannya.


"Sayang, ini hanya di tunda." ucap ibu Adly, lirih. Sedang Nandini, masih menangis.


"Kalau nak Nandini mau cepat, kita adakan secara agama bagaimana?" Tanya ibu Adly.


"Aku tidak mau! Aku ingin pernikahan resmi!" Teriak Nandini.

__ADS_1


Nandini dan kedua orang tuanya segera pergi dari rumah Adly.


__ADS_2