
Sekitar jam 7 Marta, Caca dan si kembar pulang.
"Hem gini nih kalo penganten baru di rumah cuma berdua." bisik Marta ke Caca.
"Iya nyah sepi ..., rumah kayak kuburan aja " sahut Caca.
"Ceklek ...." pintu terbuka.
Syaren keluar dari kamar membawa gelas kopi dan cemilan yang tadi ia bawa.
"Hai ..., kalian sudah pulang." sapa Syaren.
"Iya bund, baru aja, seru bunda ..., di lapangan banyak orang yang olah raga." seru Dona.
"Bunda juga pasti habis olah raga pagi, rambut bunda aja basah kena keringat." Caca menggoda Syaren.
"Caca! Kamu jail banget si." seru Marta.
"Maaf nyah ...." sahut Caca.
Syaren hanya tersenyum, karena memang benar ia baru selesai olah raga bersama Joan di kamar mereka.
"Oma ..., lapar," rengek si kembar bersamaan.
"Ren ..., panggil Jojo biar kita sarapan sama-sama." kata Marta.
__ADS_1
Syaren pun kembali menuju pintu, lalu membuka pintu dan memanggil Joan. Setelah semua berkumpul, mereka pun sarapan bersama.
****
Hampir habis masa libur Joan, Syaren sedih jika harus meninggalkan mertuanya. Ia pun meminta Joan agar membawa ibunya juga, dan tinggal bersama di kota mereka. Joan pun setuju, ia langsung mengungkapka hal itu pada ibu nya.
"Bagaimana rumah ini kalau ibu ikut kalian." rengek Marta.
"Kalau ibu bersedia ikut kami, biar rumah ini Caca dan suaminya yang menempati rumah ini." sahut Joan.
Marta pun tak bisa menolak, ia terlanjur menyayangi si kembar. Apalagi si kembar sangat bahagia mendengar oma mereka akan ikut tinggal di rumah mereka.
"Kalau begitu 3 hari lagi kita semua akan balik ke kota kita." seru Joan.
"Okey ..., tapi aku order taksi dulu, ayo anak-anak sana bersiap, kita jalan-jalan " seru Joan.
Mereka pun bersiap siap untuk jalan-jalan. Tak lama taksi yang Joan pesan pun datang.
"Sudah siap semua?" Tanya sopir.
"Sudah pak ...." sahut Joan.
" Baik tujuan kita tempat wahana bermain anak abadi sentosa apa benar?" Tanya sopir.
"Iya pak benar." sahut Joan.
__ADS_1
Mobil taksi pun segera menuju tempat itu.
Diwaktu yang sama, Dimas dan Mey juga Kareem sedang bermain di tempat yang sama dengan Joan.
Tadinya Dimas Asyik memandangi Kareem dan Mey, namun ada pemandangan yang menyita perhatian Dimas. Ia melihat Syaren Joan dan dua anak kembar Asyik bermain bersama. Hati Dimas sungguh perih melihat kebahagiaan Joan dengan Syaren. Harusnya ia yang berada di posisi Joan saat ini.
Tapi di masa lalu dia malah menyakiti wanita yang sangat ia cinta karena kebodohannya, dan terjebak dengan hubungan baru, bersama Mey, wanita yang terpaksa ia nikahi.
Kini Syaren bediri sendiri, karena Joan dan si kembar pergi. Dimas mendekati Syaren, setelah dekat ia langsung memeluk Syaren.
"Syaren, maafkan aku, sampai sekarang aku sangat mencintaimu." lirih Dimas.
Syaren langsung mendorong Dimas.
"Maaf, aku sudah menikah, bukankah kau bilang kau sudah bahagia dengan pilihan hatimu? Maaf Dimas, aku bukan pilihan hatimu, dan sekarang aku sudah menemukan orang yang mau menua bersamaku "lirih Syaren langsung memeluk Joan yang baru datang.
"Biarkan kami bahagia Dimas," lirih Syaren.
-
"Syaren ...." lirih Dimas.
" Dimas, kau laki-laki yang sangat bodoh, yang pernah aku kenal, kau diberi kesempatan berulang kali untuk bersama Syaren, tapi kau malah lagi dan lagi melepasnya, juga menyakitinya, Dimas ... izinkan Syaren bahagia bersamaku " lirih joan.
"Kita tidak bisa berhubungan dalam ikatan rumah tangga, tapi kita masih bisa berteman bukan?" Tanya Syaren.
__ADS_1