Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 73 Rahasia Part 4


__ADS_3

"Biarkan dia menganggapmu orang tua angkat." seru Marta


"Bagaimana Syaren bu?" lirih Joan


"Syaren wanita yang baik, dia akan menerima anakmu seperti anaknya, lupakan Geral, dia jahat! Dia meninggalkan anak dan suami hanya demi mimpinya," lirih Marta


"Tapi aku akan mencari Geral bu ...." lirih Joan


"Jo ... sebelum kau pergi kau harus tau, Syaren wanita yang baik, dia rela pergi darimu saat ia sadar kau tak menginginkannya, walau dia sedang mengandung anakmu," ringis Marta


"Apa maksud ibu?" Tanya Joan.


"Syaren hamil, kini usia kandungannya tiga bulan nak, kamu jangan terperangkap masa lalu, ibu mohon binalah rumah tangga bersama Syaren, anaknya, anakmu dan anak kalian nanti," ringis Marta.


"Aku janji bu ... aku akan pertahankan Syaren. Aku mencari Geral hanya untuk memutuskan hubungan saja bu," sahut Joan


"Terserah kamu nak ... sudah ibu mau tidur," seru Marta.


Joan sangat menyesal karena dia mengira Syaren bercanda, Joan sangat takut kalau dia akan senasib dengan Dimas, Dimas kehilangan Syaren karena dia keterlaluan bercanda dengan Syaren. Dan kini dia malah mengulangi hal yang serupa dengan yang Dimas lakukan.


Joan duduk di ruang tamu, bersandar di sofa menyesali kesalahan nya sore tadi.


*Joan pergi ke rumah Syaren, rumah nampak sepi, seorang pembantu membukakan pintu buatnya.


"Nyonya mana bi?" Tanya Joan.

__ADS_1


"Nyonya di kamar pak," jawab pembantu.


"Si kembar mana bi?"


"Si kembar sudah tidur tuan,"


"Silahkan lanjutkan tugas bibi," seru Joan.


Joan masuk ke kamar Syaren,


"Sedang apa kamu?" Tanya Joan sinis.


"Sedang mengurus berkas perceraian kita, bukannya kamu bilang kamu ingin mengurus anakmu dan Geral? Aku bantu proses nya," seru Syaren.


"Aku tidak mau cerai sama kamu!!" teriak Joan.


"Kenapa kamu ingin pergi dari aku?"


"Karena aku dan anak-anak akan kembali pada Dimas, Dimas tidak mencintai Mey, dia hanya cinta padaku,"


"Kau tidak akan bisa bersamanya karena hamil anaku!!!"


"Siapa bilang tidak bisa? Setelah bercerai dan melahirkan, aku akan menikah dengan Dimas, kau pikir hanya kamu yang bisa kembali dengan mantan!!!" Teriak Syaren.


"Tanda tangan!!!" Bentak Syaren melemparkan map pada Joan.

__ADS_1


"Aku tidak Mau," jawab Joan.


"Keluar dari rumahku sekarang!!!" Teriak Syaren.


"Aku juga tidak mau,"


"Apa mau mu? Melihatku mati? Okey jika itu maumu tunggu di sini," Syaren meninggalkan Joan menuju dapur.


Joan mendapatkan firasat tidak enak, dia pergi menyusul Syaren. Di dapur Syaren sedang memegang pisau. Joan panik melihat hal itu.


"Oh ... rupanya kamu tidak sabar ya? Baiklah kita lakukan disini," seru Syaren.


Syaren mulai mengangankat pisaunya dan menghunuskan pisau itu keperutnya, Mata Syaren melotot karena pisau menancap di perut nya


"Syaren!!!!" Teriak Joan. Hingga teriakannya menyadarkan dirinya dari tidur. Sekujur tubuh Joan di banjiri keringat karena mimpi itu.


"Ada apa? Malam-malam kamu teriak," kata Marta yang baru keluar kamar karena kaget mendengat teriakan Joan.


"Nggak apa apa bu,"


"Syukurlah, ibu mau lanjut tidur lagi," seru Marta.


"Bu ... malam ini aku menginap di rumah Syaren bu, ibu keberatan hanya bersama pembantu di rumah malam ini?"


"Tidak Jo, cari istrimu, berdamailah, kalian sudah bukan remaja lagi, kalian sudah punya anak," seru Marta.

__ADS_1


"Baik bu, Jo pamit,"


Joan segera melajukan mobilnya menuju rumah Syaren. Dia sangat takut mimpi barusan adalah bayangan kenyataan yang akan dia hadapi saat nanti.


__ADS_2