Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 85. Secepatnya


__ADS_3

Joan dan Syaren bersiap di kamar untuk pergi ke rumah Tria. Melamar Tria buat Zay.


"Bunda walau tambah umur tambah cantik saja, ayah semakin kagum sama bunda," seru Joan.


"Sudah ayah, kasian Zay pasti lagi sesak napas itu kelamaan nungguin kita," seru Syaren.


Yang pergi ke rumah Tria hanya mereka bertiga.


Di rumah Tria semua sudah siap untuk menjamu keluarga yang akan melamar Tria. Saat mendengar suara mesin mobil berhenti di depan rumah mereka Galah dan Isma orang tua Tria langsung pergi ke luar untuk menyambut tamunya.


Setelah penyambutan hangat dari keluarga Tria, kini Jaon, Syaren dan Zay duduk di ruang tamu rumah Tria.


"Zay ini siapa tuan?" Tanya Galah.


"Zay anak pertama saya," jawab Joan.


Tria menatap tajam ke arah Zay.


"Maaf Tria, anak saya itu Zay, bukan Aiman, dia bertukar posisi dengan Aiman untuk mencari cinta," seru Joan.


"Wah mimpi apa kami, bisa besanan sama Pak Joan," seru Galah.


"Anak saya yang beruntung pak, bisa memperistri Tria, kalau Tria bersedia," seru Joan.

__ADS_1


"Tria pasti bersedia Pak, dia semangat banget pas cerita akan di lamar anak buah bosnya, eh kita di kasih kejutan, ternyata anak Pak Joan sendiri ternyata." seru Isma.


"Untuk acara selanjutnya, kami serahkan semua keputusan sama keluarga Pak Joan, kami hanya mengikut saja," seru Galah.


"Apa lamaran kami di terima?" Tanya Joan.


"Siapa yang bisa nolak Pak, iya kan Tria?" Tanya Isma memandangi Tria.


Tria tidak menjawab, dia hanya terus menunuduk.


"Nah gitu Pak Joan kalau anak gadis menerima, kita kan juga pernah muda," seru Galah.


Acara lamaran berjalan lancar, tinggal menentukan rencana kedepannya saja seperti apa.


Galah dan Isma sangat bahagia mengetahui kalau anak mereka akan menikah secepatnya dengan Zay anak pertama pengusaha ternama di kota mereka.


Pagi pagi Zay datang ke rumah Tria untuk menjemput Tria bekerja, mereka pergi ke kantor bersama-sama.


Seperti biasa kalau Aiman lewat para wanita berbaris menyapanya, setelah Aiman pergi semua kembali lagi dengan pekerjaan mereka.


"Apa yang akan terjadi jika mereka tahu kalau yang bos itu kamu?" Bisik Tria.


"Tidak ada, karena mereka akan tahu saat bos ini sudah menikah," jawan Zay.

__ADS_1


Tria mulai faham kenapa Zay menyembunyikan identitasnya.


"Kamu kerja di dalam ruang kerjaku menjadi sekretaris utamaku, kerjaan kamu sama Shafa akan di gantikan orang lain," seru Zay.


"Aku sudah nyaman di sana, jangan pindah ya ...." rengek Tria.


"Enggak tetap pindah, aku takut kamu di cakar Shafa, kalau dia tau kamu siapa, kedua aku ingin selalu memandangimu," seru Zay.


Barang barang Tria sudah berpindah ke ruang utama manajer, Shafa heran secepat itu Tria naik jabatan. Dia iri pada Tria, dia saja lama bekerja tidak pernah masuk ke ruangan Direktur utama, sedang Tria malah akan bekrja di dalam sana sebagai Sekretaris utama direktur.


"Bos ... Tria sudah tau posisi kita?" Bisik Aiman.


"Iya aku sudah tau, tadi malam pak Joan cerita," jawab Tria.


"Baguslah, kapan bos aku kembali ke habitatku?" Tanya Aiman.


"Setelah kami menikah," jawan Zay.


"Kapan kalian menikah?" Tanya Aiman.


"Secepatnya," jawab Zay singkat.


"Masalahnya, aku mulai tidak tahan dengan wanita-wanita yang terus mengemis cintaku," rengek Aiman.

__ADS_1


"Nikmati saja dulu Aiman, selamat bekerja," seru Tria.


Aiman tidak bisa bicara lagi, karena Zay dan Tria sibuk dengan pekerjaan mereka.


__ADS_2