
Selesai acara resepsi pernikahan Nathan dan Nara semua keluarga makan malam bersama. Semua fokus mengunyah makanan mereka.
"Dina dimana om?" Tanya Jamal.
"Dina sudah pergi dari sini, dia sakit hati dengan perkataan kamu waktu itu, tadinya dia berharap bisa menjadi perawat pribadi kamu, tapi sudahlah," jawab Syaren.
"Kami pulang duluan, yuk bunda," seru Joan.
"Jo ...." seru Gusti.
"Sudahlah Gus, ikatan kita sudah sangat kuat dengan pernikahan Nathan dan Nara," seru Joan.
Suasanan menjadi dingin ketika Joan dan Syaren pulang lebih dulu.
"Kenapa sih cuma Jamal yang di salahkan?, kak Dina nya aja yang over bapper!" Seru Nara.
"Nara, jangan ikut-ikutan masalah mereka," kata Nathan lembut.
"Nathan benar sayang, biarkan masalah kakakmu, mungkin Dina bukan jodoh Jamal sayang," seru Gita.
"Dina kemana Don?" Tanya Gita.
"Dia ... tapi jangan kasih tau ayah dan Dina ya, kalau aku kasih tau di mana Dina," seru Dona.
Semua orang mengangguk.
"Dia pergi ke rumah papa kami, kalian kenal Dimas Wisma Dhidharma?" Tanya Dona.
"Dia pengusaha terbesar di kota yang lumayan jauh dari sini," seru Gusti.
"Dia pemilik Rumah Sakit Wisma, rumah sakit yang terkenal dengan alat alat medis yang canggih," kata Jamal lemah.
"Dimas Wisma Dhidharma adalah ayah kandung kak Dina dan kak Dona," seru Nathan.
"Astaga ...." seru Gita dan Gusti bersamaan.
__ADS_1
"Kami terlambat sewaktu akad nikahmu dan Tama dulu, Dona, makanya sekarang kami terkejut mengetahui kalau kalian anak Dimas." seru Gita.
"Istri papa sakit, Dina memilih kesana untuk membantu papa merawat istrinya," terang Dona.
"Pah, mah, aku ingin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wisma," seru Jamal.
"Mama dukung sayang," seru Gita.
"Papa juga, papa akan siapkan asisten buat kamu di sana, papa juga harus buat izin libur panjangmu di rumah sakit tempatmu bekerja," seru Gusti.
"Selamat berjuang Jamal, ingat jangan menampakan kalau kamu sedang mencarinya," seru Tama.
"Iya Tama," jawab Jamal.
"Dona, apakah Dina bekerja di Rumah Sakit Wisma?" Tanya Jamal.
"Sebelumnya tidak, soalnya istri papa dirawat di sana sekarang," jawab Dona.
"Ku rasa Dina tidak bekerja, soalnya dia fokus untuk merawat istri papa kalian bukan?" seru Tama.
Dona menelpon Dina dan menyalakan speaker agar semua orang di sana bisa mendengar.
_____
"Hallo kak Dona," sapa Dina.
"Hallo adikku sayang ... gimana kabar mama sayang?" Tanya Dona.
"Lebih baik, gimana acara pernikahan Nathan kak?" Tanya Dina balik.
"Selesai dan lancar sayang, mama di rawat di ruang apa? Kali aja kaka bisa ke sana," seru Dona.
"Di ruang anggrek lantai 3 kamar nomer B12," jawab Dina.
"Kamu bekerja di rumah sakit papa Din?" Tanya Dona.
__ADS_1
"Enggak kak, aku fokus membantu papa saja," jawab Dina.
"Kakak akan usahakan ke sana sama Tama," seru Dona.
"Iya kak, sampai ketemu," seru Dina.
"Kamu gak mau nanya kabar Jamal?" Tanya Dona.
"Aku gak berhak kak, dia secara halus menolak menikah denganku, dia kira aku bodoh? Aku tau dia menggunakan gips atau kursi roda selama proses penyembuhan, walaupun selamanya juga aku gak masalah, sekali aku cinta, bagaimanapun keadaannya tetap aku cinta, namun sekali membuatku benci, aku tidak tahu lagi kak, sebab itu aku damai ditempat papa," jawab Dina.
Dona menatap Jamal.
"Kak, ada yang melamar aku lewat papa, aku bingung kak," rengek Dina.
Jamal melotot mendengar kata-kata Dina barusan.
"Lho ... Jamal gimana Din?" Tanya Dona.
"Aku cerita ke papa, kalau Jamal membatalkan pernikahan kami, sebab itu juga aku kemari, eh papa menawarkan laki-laki buatku, kalau Jamal aku gak tau kak, entah kenapa hatiku sangat sakit waktu itu, demi dia aku rela tidak hadir di acara sahabatku demi menjaga Jamal, hasilnya dia mengusirku secara halus" lirih Dina.
"Maksud Jamal bukan seperti itu Dina," seru Dona.
"Apakah tepat membicarakan pembatalan nikah? Nathan dan Nara mau mengganti itu sudah solusi tepat, kenapa dia malah membatalkan? Sudahlah kak, jangan bahas Jamal emosi aku jadinya." seru Dina.
"Bye kaka, aku mau lihat keadaan mama dulu, nanti kirimin aku foto resepsi Nathan dan Nara ya, tapi jangan yang ada Jamal nya," seru Dina.
"Bye Dina, salam buat mama papa dan Kareem," seru Dona.
Telepon ber akhir.
_______________
"Maaf Jamal, aku tidak bisa membantu lebih jauh lagi," lirih Dona.
Selesai acara makan malam, semua orang kembali ke rumah, kecuali pengantin, mereka langsung pergi ke tempat tujuan honeymoon mereka.
__ADS_1