Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 53. Balas Dendam Bella


__ADS_3

Aira kini tinggal di Apartemen, gedung Apartement yang sama dengan Bella. Bella selalu berusaha menghasut Aira, agar Aira bohong pada kakaknya demi harga dirinya di mata keluarganya. Tujuan Bella hanya ingin menyakiti Syaren, putri Rendra.


"Kalau tiba-tiba kamu menikah dengan Forsa, bisa-bisa kamu dibunuh kakak kamu, karena ketahuan selingkuh, bersandiwaralah ..., aku akan bantu kau bersandiwara, seolah kamu yang dibuang Reyhan." bujuk Bella.


Ide Bella sungguh menakjubkan bagi Aira, Aira pun setuju. Segera Bella menelpon kerabat suaminya yang bekerja di Rumah sakit negri itu, untuk mengatur sandiwara, buat Aira.


Aira segera menuju rumah sakit yang di sebutkan Bella, namanya medis canggih, hanya beberapa polesan dan suntikan, wajah Aira nan mulus pun menjadi biru dan lebam. Seolah Aira korban kekerasan. Segera Dokter itu menelpon Dimas, kaka Aira menceritakan kondisi Aira.


Dimas kala itu sedang bekerja pun panik, setelah menerima kabar tentang Aira, segera ia memesan tiket ke negara yang disebutkan sebelumnya.


Beberapa jam penerbangan Dimas sampai di Rumah sakit tersebut. Setelah cari informasi dan menunjukkan bukti kalau Aira adiknya, akhirnya Dimas di antar oleh salah satu perawat keruangan Aira. Melihat wajah Aira yang bengkak dan biru-biru, hati Dimas sangat sakit. Melihat adiknya seperti itu.


"Anda benar kakak dari nona ini?" Sapa seorang laki-laki.


"Iya ... saya Dimas kakak Aira, dia Dzunaira." sahut Dimas.


"Saya Forsa, saya menemukan wanita ini tergeletak di salah satu tempat wisata di negara," Forsa menyebutkan negara tempat Dimas tinggal, dan menyebutkan wilayah, tempat Reyhan dan Aira tinggal.


"Saya bingung, kemana saya harus membawanya, akhirnya saya tolong dia, dan membawanya kemari." sahut Forsa, bersandiwara


"Apa? Itu adalah daerah adik saya dan suaminya tinggal!" Sahut Dimas.


"Maaf, saya tidak tahu, saya cuma wisata di sana, saya gunakan paspor kakak saya untuk membawa Aira kemari, setelah dua hari di sini, saya baru tahu kalau ada paspor nona ini dalam tasnya. Makanya baru kemaren saya meminta Rumah sakit menelpon anda." sahut Forsa.


Kakak mana yang tak sakit hati melihat adiknya jadi korban kekerasan.


"Lebih baik kita tunggu nona ini sadar untuk lebih tau kejadian aslinya." seru Forsa.


Setelah 2 jam menunggu, akhirnya Aira sadar, ia memulai sandiwaranya,


"Aira ...." lirih Dimas melihat Aira mulai membuka matanya, namun Aira membuang wajahnya.


"Aira ... kenapa kamu sampai begini?" lirih Dimas.


Aira hanya menangis tak menjawab pertanyaan Dimas.


"Kak Rey selingkuh ...." ringis Aira


"Apa? Itu tak mungkin Aira." sahut Dimas.


Aira mulai mengarang cerita, untuk memojokan Reyhan. Kegeraman Dimas memuncak, dia tidak menyangka, Reyhan berbuat seburuk ini pada Aira.


"Tenang ... setelah kamu sehat kita akan pulang, kita balas perbuatan Reyhan." seru Dimas. Sedang Aira terus menangis sesegukan.


"Terima kasih kamu telah menolong adikku." kata Dimas, sambil memandang kearah Forsa.


"Tidak apa-apa, aku hanya kasian padanya." sahut Forsa.


"Apa kau asli sini?" Tanya Dimas.

__ADS_1


"Tidak aku asli dari negara--" Forsa menyebutkan nama negaranya dan kota asalnya.


"Lalu kenapa kamu di sini?" Tanya Dimas lagi.


"Aku hanya bekerja di sini," sahut Forsa.


Dimas memberikan kartu nama gold nya ke Forsa.


"Kalau kamu mau bekerja di negaramu, datanglah ke perusahaanku bawa kartu itu." seru Dimas.


Forsa hanya tersenyum dan berterima kasih, lalu izin pamit pada Dimas dan Aira.


Seorang perawat masuk keruangan Aira, memberikan selembar kertas pada Dimas.


"Permisi, bisakah anda menebus beberapa obat." sapa perawat.


"Tentu." sahut Dimas menerima resep yang perawat berikan padanya.


Dimas menyusuri lorong rumah sakit, matanya hanya menunduk, lalu mendongak lagi, untuk melihat peta kecil menuju apotek yang dimaksud.


Gubrakkgggg!


Dimas menabrak seseorang. Segera Dimas menolong kursi roda yang oleng, karena orang yang mendorong kursi roda itu roboh.


Si pengguna kursi roda itu lega, ia menegak ka wajahnya, betapa terkejutnya ia melihat laki-laki yang menolongnya, dia menganga, menyadari siapa laki-laki itu.


"Suster cepat bawa saya pergi dari sini." teriak Meydarica, Perawat pun mulai mendorong kursi roda Mey. Namun Dimas mencegat dan memeluk Mey.


"Mey ... kenapa kamu menghilang gitu aja, Mey ..., kamu tahu kan aku cinta banget sama kamu." lirih Dimas memeluk Mey erat.


"Maaf Dimas ... aku pergi karena aku sakit." lirih Mey.


"Setidaknya kamu bilang Mey." ringis Dimas.


"Maaf ... aku ngga mau orang-orang menemaniku, hanya kasihan padaku." lirih Mey.


Mey menarik topi kupluknya. "Lihat ... aku botak Dimas ... baru tiga bulan lalu, aku menjalani Operasi tahap akhirku." lirih Mey.


"Karena penyakit ini, sebab itu aku pergi tanpa pamit padamu, aku tak mau kau menghabiskan masa pernikahan kita di Rumah sakit." ringis Mey.


"Kau jahat Mey, kau menghujani hatiku dengan cinta, kau menghiasi hariku dengan kebahagiaan, tapi kamu tak mau berbagi penderitaan denganku, bagaimanapun dirimu, bagiku kau selalu cantik Mey." sahut Dimas.


Mey berusaha tegar. "Kenapa kamu di sini?" Tanya Mey.


"Adik aku Aira, di rawat di sini .., ceritanya panjang." sahut Dimas.


"Kamu mau kemana?" Tanya Mey.


"Aku mau nebus obat." sahut Dimas.

__ADS_1


"Aku juga mau kesana, mau membantuku?" Tanya Mey.


"Tentu." sahut Dimas.


"Suster ... biar saya sama teman saya saja," ucap Mey.


Suster pun mempersilakan Dimas untuk mendorong kursi roda Mey. Dimas mendorong kursi roda Mey, dan Mey yg memberitahu arah di mana apotik itu, setelah sampai Dimas dan Mey sama-sama menebus resep mereka,


"Di mana orang tua mu Mey?" Tanya Dimas.


"Oh ... mereka di pindahkan tugas lagi, makanya aku sendiri di Rumah sakit ini." sahut Mey.


"Mey ... beri aku nomer ponselmu, banyak yang ingin ku bahas bersamamu." lirih Dimas.


Mey memberikan kartu namanya,


"Ini benar kan? Kalau kau membohongi ku, kali ini aku akan benar-benar bunuh diri." ucap Dimas.


Gleggg!


Mey menelan kosong kerongkongannya.


"Bub--bunuh diri??" Lirih Mey.


"Semenjak kau menghilang, aku kehilangan diriku Mey ... aku hampir bunuh diri, namun mama yang selalu menyemangatiku, untuk menjalani hidup, dan terus menantimu." lirih Dimas.


"Tapi ini sudah tujuh tahun Dimas ..., ku kira kau akan menikah ...." lirih Mey.


"Aku akan cerita 7 tahun yang terjadi dihidupku. Tapi kau juga cerita, tapi nanti." seru Dimas.


Karena Mey sudah sampai di ruang rawatnya. Dimas pun kembali ke ruang rawat Aira.


***


Rupanya anak buah Bella selalu mengikuti Dimas.


"Bos, sepertinya ada bonus tambahan bagi anda." lapor mata-mata Bella.


"Apa maksudmu?" seru Bella.


"Seperti nya Dimas bertemu wanita masa lalunya di Rumah sakit ini." seru mata-mata.


"Buat mereka jatuh cinta, setelah itu tugasmu selesai," seru Bella.


Bella tertawa bahagia, tanpa lebih jauh bertindak, ia bisa menghancurkan rumah tangga Syaren kedepannya.


"Aku puas Rendra! Anak-anakmu, yumna, Reyhan sudah hancur! Sekarang anak ketigamu." lirih hati Bella.


**

__ADS_1


__ADS_2