Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 92. Sayang


__ADS_3

Jam makan siang Jamal dan Dina segera pergi dari rumah sakit, mereka segera menuju restoran yang dimaksud Celia.


Di restoran itu Celia nampak ceria karena akan makan siang bersama Jamal, laki-laki yang selama ini dia idamkan. Keceriaannya mendadak hilang melihat Jamal datang dengan perawat yang dia temui di ruangan Jamal tadi pagi.


"Hai Celia, kenalkan ini Dina, calon istriku, kami di jodohkan Celia," seru Jamal.


"Dijodohkan? Kenapa kalian mau?" Tanya Celia.


"Karena sejak lama aku jatuh cinta padanya," jawab Jamal.


"Ayo kita makan siang sama-sama," seru Jamal, Jamal membantu menggeser kursi buat Dina.


"Terima kasih sayang," kata Dina


Jamal sangat bahagia, mendengar Dina menyapanya dengan sebutan sayang. Jamal duduk dengan semangat di samping Dina.


"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Jamal ke Dina.


"Makanan yang paling aku suka sayang," jawab Dina.


"Tapi jangan udang asam manis dulu ya, kan baru kemarin kamu makan itu, Eem ... gimana kalau sop ayam saja?" Tanya Jamal.


"Boleh sayang," jawab Dina.

__ADS_1


"Kami mau pesan sop ayam saja, kamu Celia pesan apa?" Tanya Jamal.


"Aku ada acara penting sekarang, jadi maaf ya aku tinggal dulu," seru Celia meninggalkan Jamal dan Dina karena dia tidak tahan melihat kemesraan Jamal dan Dina.


Setelah Celia pergi jauh Jamal dan Dina tos, karena sangat senang sandiwara mereka berhasil.


"Makasih Dina, kamu tahu Celia itu ada kelainan mental, makanya tadi aku takut kalau ketemuan hanya sendirian," lirih Jamal.


"Iya sama sama, aku kasian juga sama dokter kalau nambah lagi fans halunya yang over dosis." seru Dina.


"Ayo kita selesaikan makannya, tugas negara menanti," seru Jamal. Jamal dan Dina meneruskan makan siang mereka.


***


"Siang tante," sapa Celia ketika Gita membukakan Pintu.


"Siang ...." Gita kaget melihat Celia yang datang.


"Masuk sayang," seru Gita.


Gita dan Celia duduk di ruang tamu.


"Kapan kamu kembali Celia?"

__ADS_1


"Tadi malam tante, oh ya tante, apa benar Dina dan Jamal tante dan om yang jodohin?"


"Iya benar sayang, di mana kamu tahu kalau Jamal dan Dina?"


"Kami tadi makan siang bersama, Jamal ngenalin Dina ke aku," Celia memotong kata kata Gita.


"Oh ... tante senang kalau Dina nerima, tadinya Dina seperti menolak gitu, tante sempat kasihan sama Jamal, Jamal suka sama Dina sejak zaman kuliah lho," seru Gita.


"Oh gitu ya tante," Nampak raut kekecewaan diwajah Celia.


"Tante, aku pamit ya, aku kemari mau jenguk seventar saja," seru Celia.


Setelah berpamitan pada Gita Celia langsung meninggalkan rumah Jamal.


Celia terus menangis sepanjang perjalanan yang dia lalui, hatinya sangat sakit mengetahui Jamal akan menikahi perempuan lain. Celia menjerit sendiri di dalam mobilnya. Celia berusaha menghapus air matanya, namun pemandangan di sampingnya membuat dia takjub, dia melihat Dona dan Tama, yang dia kira itu Dina.


"Heem ... Dina, lihat nanti Dina apakah Jamal akan melanjutkan hubungan kalian?" Celia mengikuti mobil Tama yang di dalamnya ada Dona.


Mobil yang di tumpangi Dona memasuki area pusat perbelanjaan. Dengan langkah cepat Celia membuntuti Tama dan Dona. Tidak lupa Celia mengabadikan yang dia lihat dengan kamera ponselnya.


Dengan bangga Celia mengambil setiap momen mesra yang dia tangkap dengan kamera ponselnya.


"Lihat nanti Jamal, aku yakin kamu akan sangat berterima kasih padaku, karena aku mengungkap perselingkuhan calon istrimu, dengan sahabatmu," seru Celia dengan girangnya.

__ADS_1


__ADS_2