
Setelah semua urusan perusahaannya beres, Joan pun langsung ke bandara untuk terbang ke kota Dimas. Setelah sampai di kota itu, Joan langsung menemui Dimas di kantornya.
"Hei Joan, tak kusangka, kau benar-benar datang kemari."
"Dimas, aku ingin menagih janjimu, kalau kau tak akan mengganggu Syaren, saat kamu menemuinya, jika syaren sudah menikah, kamu akan membebaskannya dan anaknya."
Dimas terdiam setelah mendengar kata-kata Joan.
"Dimas, aku berjanji aku akan berusaha untuk mempertemukan kamu dengan Syaren, tapi dengan syarat, kau buat perjanjian tertulis seperti kata-katamu di telepon waktu itu "
"Baik Joan, aku akan meminta sekretarisku membuatkannya, duduk lah dulu, " pinta Dimas.
Dimas segera menelpon sekretarisnya, untuk mengetik surat perjanjiannya.
"Joan, kenapa kau sangat yakin kalau kau bisa menemukan Syaren, secara 4 tahun ini aku tak bisa menemukan di mana dia."
"Dimas, sepertinya kau meragukan keahlian intelijenku."
"Oh maaf Joan, aku lupa siapa kamu."
Setelah selesai dengan surat perjanjiannya, Joan pun pamit pada Dimas. Joan sangat Yakin, Dimas menyuruh orang mengikutinya. Joan pun menginap di rumah ibunya. Joan bercerita pada ibunya tentang pernikahannya dengan Syaren nanti. Ibu Joan sangat senang, karena anaknya akan membina rumah tangga lagi.
__ADS_1
Joan mulai mengurus urusan pindah nikahnya, Joan selalu pergi ke setiap sudut kota, sebelum ke KUA, sehingga penguntit yang disewa Dimas merasa pusing sendiri jika mengikuti Joan. Hingga mereka kehilangan jejak Joan.
Karena tak ada yang mencurigakan dari aktivitas Joan, Dimas pun berhenti menyelidiki Joan.
Setelah semua urusan selesai, Joan segera kembali, hatinya sangat rindu dengan si kembar.
Setelah mendarat di kota yang menjadi tempat tinggalnya selama ini, Joan langsung menuju rumah Syaren.
"Ayah ...." teriak Dona dan Dina bersamaan, ketika melihat mobil Joan masuk pekarangan rumah Syaren.
Setelah Joan turun dari mobil, si kembar berlari berhambur kepelukan Joan. Sedang Syaren hanya menyambut Joan dengan senyumannya.
"Oh ... cuma mereka yang rindu, aku kira bundanya juga." goda Joan.
Syaren hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Bagaimana urusannya?" Tanya Syaren.
"Baca," Joan memberikan 1 map kepada Syaren.
Syaren pun membaca dengan seksama.
__ADS_1
"Apakah ini serius? Dimas tak akan mengambil anakku jika dia bertemu denganku jika aku sudah menikah?"
Joan menganggukan kepalanya dengan santai, menjawab pertanyaan Syaren. "Mereka bukan cuma anakku tapi mereka juga anaku, juga tugasku melindungi mereka" Joan menggendong si kembar sekaligus. Membuat tawa si kembar pecah, karena sangat bahagia.
"Kita akan segera menikah di KUA, aku sudah mengabari kakakmu Reyhan, dia akan secepatnya kemari "
"Syaren ... setelah kita SAH, kita harus kembali kekota Dimas, bagaimanapun Dimas berhak tahu tentang si kembar."
"Iya Joan, Dimas sudah berjanji tak akan mengganggu kami, aku siap mempertemukan Dimas dengan anak-anaknya." jawab Syaren.
***
Akhirnya, akad nikah yang ditunggu-tunggu sudah tiba.
Akad nikah Joan dan Syaren pun berjalan lancar. Setelah selesai Akad Nikah, mereka segera bersiap kembali ke kota Asal. Sedang Reyhan kembali pulang kerumahnya, yang ada di perkebunannya. Joan dan Syaren mengantar Reyhan kebandara.
"Joan, selama ini kamu menjaga Syaren karena pekerjaanmu,sekarang Syaren adalah tanggung jawabmu, Joan, titip Syaren dan keponakan kembarku." lirih Reyhan memeluk Joan.
"Jodoh memang unik, selama ini aku sangat benci dengan laki-laki yang menyakiti Syaren, sekarang wanita yang aku jaga, kini dia malah jadi istriku, jodoh sangat unik" seru Joan.
Reyhan pun segera masuk ke pintu keberangkatan, karena pesawat yang ia tumpangi akan segera lepas landas.
__ADS_1