Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 91. Jalanin


__ADS_3

Pagi-pagi Dina melamun di ruang tamu, dia bingung, mau dinas, apa izin libur lagi.


"Melamunin apa cuantiq?" Tanya Dona, dia langsung duduk di samping Dina.


"Aku bingung kak, hari ini dinas di ruangan dokter Jamal, aku risih kak," terang Dina.


"Ya elah ... kira in apaan, sana dinas saja! Anak TKS kok seenaknya, di berhentiin tahu rasa kamu!" Seru Dona.


"Huhuuu ... kakak ...." rengek Dina.


"Ada apa sih kalian ini? Masih pagi juga," seru Syaren.


"Ini bund, si Dina malas masuk kerja, karena dinas di ruangan dokter Jamal," seru Dona.


"Ya ampuun ... kamu masih menghindari Jamal? Apa salah dia Dina?" Tanya Syaren.


"Gak ada bunda, tapi aku belum siap," rengek Dina.


"Diambil orang tahu rasa kamu!!!" Seru Dona.


"Din ... dokter Tama itu, menurut kamu gimana?" Tanya Dona.


"Baik, emang kenapa?" Dina balik bertanya.


"Heheee, tadi malam dia ngajak aku nikah," kata Dona pelan.


"Masya Allah ... anak anak bunda pada laku, hampir saja bunda diskon 75% lho," seru Syaren.


"Eiis ... bunda kok gini banget ya," rengek Dona.


"Maklumin kak, bunda rindu masa masa jadi pengantin muda, tanpa kehadiran kita," seru Dina.

__ADS_1


"Bukan gitu ... bunda nunggu Mentari dari kalian!" Teriak Syaren, karena Dina dan Dona meninggalkannya begitu saja.


"Dasar anak gadis," lirih Syaren bicara sendiri.


***


Jamal tersenyum melihat Dina masuk dinas hari ini, tadinya dia khawatir kalau Dina izin libur lagi.


"Pagi Dina," sapa Jamal santai.


"Pagi dok," sapa Dina balik.


"Pantes tadi malam pas ketemu Dona, ada rasa yang beda gitu, ternyata bukan kamu, wajahnya saja yang sama," seru Jamal.


"Kak Dona hoby nyanyi dok, dia manggung di cafe itu seminggu sekali," jawab Dina sambil menulis laporannya.


"Pagi dokter Jamal," sapa seorang wanita yang masuk tiba tiba keruangan Jamal.


"Jamal, aku sengaja kasih kamu kejutan, gimana kamu surprise nggak?" Tanya Celia.


"Aku kaget, Welcome back Celia," seru Jamal.


"Terima kasih Jamal," Kata Celia.


"Maaf Celia aku sedang tugas, jika kamu tidak ada keperluan aku mohon keluar, pleas," lirih Jamal.


"Okey, tapi aku tunggu kamu nanti pas jam makan siang, bye Jamal ...." seru Celia. Celia pergi dari ruangan Jamal.


Jamal melihat Dina nampak santai, bahkan tidak ada reaksi apa-apa saat ada Celia barusan.


"Dia Celia, sahabat aku, tapi dia kuliah di luar negri," Jamal bercerita.

__ADS_1


"Oh ...." jawab Dina.


"Kok cuma oh?" Tanya Jamal.


"Aku harus jawab apa?" Tanya Dina dengan raut wajah keheranan.


"Iya sih, tapi ... aku mau ngenalin kamu ke Celia, sebagia calon istriku nanti, tapi sayang aku belum dapat jawaban dari kamu," kata Jamal lirih.


"Maaf, aku masih ragu," jawab Dina.


Jamal menepuk dahinya mendengar jawaban Dina.


"Harus bagaimana lagi aku menghadapi wanita, si ratu halu itu," gerutu Jamal.


"Memang kenapa?" Tanya Dina.


"Dia pengen jadi istri aku, Dina, tapi aku cuma cinta sama kamu, sejak dulu," lirih Jamal.


"Aku punya penawaran, kita jalanin saja dulu hubungan tanpa status kita, aku akan bantu kamu pura-pura jadi pacar di depannya," seru Dina.


"Pura-pura sih ... kenapa enggak beneran?" Rengek Jamal.


"Aku mau kamu buat hati aku nyaman dulu," jawab Dina.


"Ide bagus, aku mau kamu lihat langsung seperti apa dahsyatnya cintaku," seru Jamal.


"Iya pak dokter, tapi sekarang kembali bertugas, pasien sedang menunggu," seru Dina melihat komputernya dan mengecek jadwal antrean pasien.


"Okey, baiklah perawat cantikku, aku siap bertugas," seru Jamal kembali ke meja kerjanya.


Mereka sibuk dengan aktivitas mereka kembali.

__ADS_1


__ADS_2