
Syaren asyik bermain bersama Reina, sedang Hani, si pengasuh dan Citra hanya memandangi mereka. Dimas baru turun dari tangga, membawa beberapa berkas.
"Papa!" kata itu terucap dari mulut kecil Reina. Reina berusaha melangkahkan kakinya yang masih belum luwes menuju Dimas, karena Reina baru bisa berjalan. Langkah kakinya pun sedikit oleng, perlahan, akhirnya dia sampai melangkahkan kaki kecilnya menuju Dimas. Melihat Reina mendekatinya, Dimas meletakkan berkasnya di meja, yang ada di sampingnya, lalu mengendong Reina. Dimas menghujani wajah imut Reina dengan ciumannya, membuat Reina tertawa mengakak karena kegelian.
"Ya Tuhan ... Dimas benar-benar mencintai anakku, bahkan Reina hanya tahu kalau Dimas ayahnya. Apakah hatiku bisa mencintaimu, kak Dimas? Apa hubunganmu dengan ku sebelumnya? Kenapa ada rasa takut dan rasa benci, setelah melihat, kalau kau pernah menyelamatkan nyawaku, rasanya ada sedikit getaran di hatiku," gumam hati Syaren.
Syaren menatap kosong kearah luar. Lamunan Syaren terhenti saat Reina sudah menggelayut di kakinya. Citra sangat sedih melihat Syaren, Syaren yang sekarang, bukan Syaren yg dulu. Syaren lebih banyak diam dan melamun. Ia hanya berusaha tersenyum saat bermain dengan Reina. Hanya Reina kunci untuk membuat Syaren berhenti melamun. Namun jika Reina tak lagi di sekitarnya Syaren terus saja melamun.
Brrakkkkk!!!
Suara bantingan pintu mobil terdengar jelas dari dalam. Segera Dimas dan Citra berlari ke luar, sedang Syaren tetap seperti patung, karena Reina tidak ada di dekatnya, Reina sudah di bawa oleh pengasuhnya.
Dari arah pintu, terlihat Amel berjalan dengan wajah marah. Tangannya menggenggam beberapa foto. Sedang di bagian luar rumah, pembantu sedang menurunkan koper Amel, atas perintah Amel.
"Ada apa sayang?" Tanya Citra, ketika dia melihat Amel yang datang
"Mana janda ****** itu!" Teriak Amel.
"Apa maksud kamu sayang? Kenapa kamu membawa koper-koper kamu kemari?" Tanya Citra.
"Pak ... bawakan semua koper ini, kekamar Amel." perintah Dimas.
Pelayan laki-laki itu langsung membawa masuk koper Amel. Amel terus berjalan kedalam, saat melihat Syaren duduk melamun ia langsung menjambak rambut Syaren.
"Awww! Sakit!! " Rengek Syaren, karena Amel tiba-tiba menjambak rambutnya.
Dimas dan Citra ingin menolong,namun kondisi Amel hamil 5 bulan membuat Dimas dan Citra berusaha hati-hati, agar tak terlalu keras menarik Amel. Namun Amel sangat kuat menjambak rambut Syaren.
"Kamu memikirkan untuk menyusun rencana buat bertemu dengan mas Andrey lagi! Iya!?" Teriak Amel.
"Apa maksud kamu?" Tanya Syaren, dia menahan sakit, karena Amel masih menjambak rambutnya.
"Oh ... aku lupa kamu pura-pura amnesia, oh jangan-jangan Andrey menikah denganku hanya untuk selalu bertemu denganmu? Iya!!!" Teriak Amel.
"Mell, lepasin Syaren Mell! Kamu hamil, tolong tenang ...." pinta Citra.
Amel pun melepaskan jambakannya.
ia duduk di sofa lalu melemparkan foto-foto yang dia bawa, ke lantai. Di lantai foto yang Amel lempar berserakan, terlihat foto-foto Syaren dengan Andrey. Bahkan beberapa foto sangat mesra, dari Andrey memeluk, mencium dan lainnya, sungguh sangat mesra.
"Di mana kamu dapat ini?" Ucap Dimas gemetar, dia memunguti foto-foto itu.
"Di gudang, yang ada rumah Andrey." sahut Amel sinis.
Citra hanya menutup mulutnya melihat foto foto itu. Sedang Syaren sangat bingung, karena ia benar-benar tidak tahu tentang foto-foto itu.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan suami adik iparmu?" Teriak Citra sambil menatap Syaren.
Syaren hanya menggeleng.
"Mamah, cukup ...." Bentak Dimas, hati Dimas sungguh sakit melihat foto Syaren dan Andrey adik iparnya.
"Bi, bukakan pintu kamar Malik buat Syaren." ucap Dimas. Dimas tak mau melihat Syaren.
Hatinya begitu terluka, melihat adiknya yang tengah hamil terluka hatinya, karena istrinya.
Setelah pintu kamar terbuka Syaren duduk di lantai bersandar di tempat tidur sambil memeluk bantal.
Di luar, Masalah baru datang lagi.
Belum selesai masalah Amel, sekarang Aira yang datang kerumah, dengan linangan air mata, sambil mengendong bayinya. Hancurnya hati Dimas dan Citra melihat Aira dan Amel, yang pulang dengan duka mereka.
"Kak Reyhan selingkuh ...." isak tangis Aira dalam pelukan Citra.
"Heh kaka adik hobinya selingkuh!" Rengek Amel.
"Reyhan dan Andrey bersahabat, apakah mereka membalas dendam pada ku lewat adik-adikku, mah?" Hati Dimas sangat sakit.
Dimas berjalan menuju kamar malik, untuk menemui Syaren. Sangat besar kemarahan Dimas, kedua adiknya di sakiti oleh suami mereka.
"Apa kau puas menghancurkan hidup adikku, ha!!!" Bentak Dimas.
"Lihat ... kakamu dan sahabatnya menghancurkan hidup kedua Adikku!!" Teriak Dimas.
Syaren hanya menangis mendengar Dimas membentak dan memarahinya habis-habisan. Perasaannya semakin tertekan, sedikit dia mengingat bayangan masa lalu, Dimas mencengkram rahangnya begitu kasar.
"Apa tujuan kakakku menghancurkan hidup istrinya?" Sahut Syaren.
"Okey, aku jelas kan," sahut Dimas. Dimas langsung berjalan menuju gudang.
Syaren bingung dengan semua ini. Kenapa si kembar mendapat masalah yang sama, Reyhan selingkuh, itu juga mustahil. Syaren sangat mengenal kakaknya. Reyhan sosok yang setia. Syaren berusah menahan perasaannya.
Dimas kembali membawa satu bok dari gudang. Dimas tumpahkan semua isi box yang ia bawa di hadapan Syaren.
Syaren melihat foto pernikahannya dengan Dimas, yang masih di simpan Dimas, di gudang. Dia juga melihat cetakan screen shoot dari sebuah berita tentang menghapus pernikahan mereka karena insiden yang terjadi pada Syaren .
"Kamu dulu istriku, tapi aku menyiksamu, kau lompat dari mobil, lalu kau kehilangan ingatan mu. Oh, mungkin itu alasan kakakmu bersama sahabatnya, membalas dendam padaku, lewat adik-adikku." bentak Dimas.
Syaren masih memungut dan membaca tumpukan barang yang keluar dari bok tadi.
"Apa Reina anak Andrey?" Tanya Citra
__ADS_1
Gleggg!!!
Hati Syaren hancur mendengar pertanyaan Citra. Sehina itukah dirinya? Dalam hatinya.
"Sayang ... kamu salah faham!" ucap Reyhan yang muncul tiba-tiba, memecah ketegangan. Mata Reyhan melotot melihat keadaan Syaren.
"Kalian apakan adikku?!" Teriak Reyhan, ia langsung berlari mendekati Syaren. Syaren berdiri di bantu oleh Reyhan, dia tenggelam dalam pelukan kakaknya.
"Bawa saja Adikmu pulang! Oh ya, kami akan melakukan tes DNA pada Reina, jika ia bukan cucuku, secepatnya aku akan mengantarnya padamu." Seru Citra.
Syaren semakin menangis mendengar hinaan Citra yang meragukan Reina anak Malik. Hati Reyhan sangat hancur,ia memeluk erat Syaren.
"Syaren ... ayo kita pulang, di sini kamu hanya akan semakin sakit." lirih Reyhan.
"Apa sudah cukup balas dendamnya! Kenapa kau membalas dendam dengan menyakiti adikku!" Bentak Dimas
"Balas dendam? Aku mencintai adikmu, cinta yang hadir di luar kendaliku, ketika hatiku memilih jatuh cinta pada Aira, aku tak bisa bergeming. Kau bilang aku balas dendam?" Tanya Reyhan, menahan kegeramannya pada Dimas.
"Sudah! pergi dari sini!" Bentak Amel.
"Dengan senang hati kami akan pergi." jawab Reyhan.
"Ternyata adikmu itu memang j*l*ng!" ucap Dimas sinis.
Reyhan tak bisa lagi menahan emosinya, dia melepaskan Syaren dari pelukannya. Lalu menghampiri Dimas.
Bouughhh!!!
Hantaman keras dari Reyhan tepat mendarat di rahang Dimas.
Dimas ingin membalas, saat Dimas melayangkan tinjuannya ingin menghantam Reyhan, Syaren berdiri, tepat di depan Reyhan. Dimas pun berhenti mengayunkan bogemannya.
"Kenapa berhenti?! Semua ini terjadi karena aku, Ayoo pukul aku! Bukan kakakku. Ayoo pukul aku! Andai saat itu kau biarkan aku mati, semua ini tak akan terjadi!" Teriak Syaren.
Dimas mundur dari hadapan Syaren dan Reyhan
"Kak kita pulang, aku memang lupa ingatanku, tapi apakah aku pantas dihina seperti ini kak? Cukup kak, ayoo kita pergi, aku sakit." ringis Syaren, Reyhan pun segera pergi membawa Syaren, meninggalkan rumah Dimas.
Dimas, Amel, Aira, dan Citra memandangi mereka penuh kebencian.
*****
Reyhan memyusun rencana, ia dan kedua adiknya akan pindah dari kota ini. Namun sebelum pergi ia sudah menyiapkan rencana untuk membersihkan namanya. Samantha yang menyakitinya dulu, kini datang lagi ke hidupnya, dan mengaku melahirkan anaknya.
Reyhan menyusun rencana dengan pengacaranya. Untuk membuktilan kalau anak Samntha bukan anaknya. Rencana Reyhan pun terus berjalan.
__ADS_1