Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 6 Villa Part 2


__ADS_3

Karena kejujuran Andrey tadi siang membuat Yumna terus berpikir, untuk mengetahui siapa wanita yang dicintai Andrey.


Syaren mengetok pintu kamar Yumna, yapi tidak ada jawaban dari dalam kamamr itu, perlahan ia membuka pintu kamar Yumna, dia tersenyum, saat melihat kakaknya melamun, dan tidak menyadari kedatangannya, dia perlahan mendekati Yumna. "Hayyoo! Pasti kakak ngelamun hal jorok ya?"


Yumna tersentak dari lamunannya, dia sangat kaget dengan kehadiran dan ucapan Syaren. "Ya ampun Syaren! Ketok pintu dulu kek! Main nyelonong aja!" Yumna sangat kesal, dengan kelakuan Syaren.


"Ya elah ... kakakk! Dari tadi aku ngetok pintu, tapi kakak nggak nyahut,"


Syaren tersenyum melihat kakaknya itu. "Ngelamunin yang jorok ini pasti." goda Syaren.


"Kamu aja kali yang sering ngelamun jorok!"


Ceklakkk!


Pintu kamar terbuka, terlihat Reyhan diantara pintu yang sedikit terbuka itu.


"Ya ampuuun, di suruh manggil kak Yumna, ajak makan, malah bergosip! Ayo turun, kita makan sama-sama," ucap Reyhan.


"Ini kak Rey, kak Yumna yang--"


"Sudah, cukup!! Cepat turun!" Bentak Reyhan,


Mereka bertiga segera turun kebawah, menuju meja makan, untuk makan malam bersama. Mereka menempati kursi mereka masing-masing, dan mulai menikmati malan malam mereka.


"Yumna, sudah urus surat izin tidak masuk kerja?" Tanya Reyhan.


"Sudah kak Rey, besok aku sudah dapat izin tidak masuk kerja," jawab Yumna.


"Bagus, kamu Syaren, kamu sudah dapat kerja?" Tanya Reyhan.


"Belum ka Rey ...." jawab Syaren, wajahnya nampak kecewa.


"Semangat adikku," seru Reyhan.


"Selalu kakak," jawab Syaren.


"Besok kebun kakak panen, jadi mulai besok kita nginep di villa, oh ya, beberapa teman kakak juga datang, termasuk Andrey, dia juga ikut nginep," kata Reyhan.


"Yes ada kak Andrey," gumam hati Syaren.


Yumna berusaha menahan perasaan yang terasa mencekiknya. "Ya ampun Andrey, kenapa begitu sulit, untuk jaga jarak dengan kamu," ringis hati Yumna.


Reyhan heran melihat kedua adiknya sama-sama melamun. "Hei kok semua diam?" Tanya Reyhan.


"Terus, kita harus komen apa?" Tanya Syaren dan Yumna bersamaan.


"Hem, kompak! Ya sudah cepat makannya, biar kita bisa packing dan tidur!" perintah Reyhan.


"Hem ...." Yumna dan Syaren menyahut dengan gumaman mereka, bersamaan.


...


Pagi-pagi, semua sudah siap. Mereka hanya membawa sedikit barang, karena di villa masih ada barang-barang mereka.


Syaren dan Yumna berlari dari dalam rumah menuju mobil Reyhan, Syaren kalah cepat dari Yumna, dia terpaksa duduk di kursi belakang.


"Kak Yumna ... tukeran tempat duduk dong ...." rengek Syaren.


"Enggak!! Bahkan dalam mimpimu pun tidakkk!" Sahut Yumna.


Syaren terus merengek. "Kakakkk."


"Aku nggak tau, aku nggak lihat, aku nggak dengar!" Yumna tidak perduli dengan rengekan adik bungsunya itu.


Reyhan menggeleng melihat kedua adik perempuannya itu. "Ya elah ... duduk aja rebutan, duduk itu ngga penting di mana, yang penting bisa sampai tujuan!"

__ADS_1


Reyhan mendengus, melihat Andrey baru turun dari taksi, dan mulai berjalan kearahnya.


"Bro, nebeng ya ...." pinta Andrey.


"Kenapa nggak bawa mobil sendiri sih!" Gerutu Reyhan.


"Malas! Kalau bawa mobil sendirian aku akan kesepian, nebeng ya ...." Andrey memohon.


"Iya, ayooo cepatan masuk mobil!" Seru Reyhan.


Andrey tersenyum melihat sosok yang duduk sendirian di kursi bagian belakang. "Eh, ada Syaren," sapa Andrey.


Syaren melempar senyuman mengejek pada Andrey.


"Ren, kita tukeran yuk ... katanya tadi kamu mau duduk di depan," ucap Yumna.


"Di mana aja kita duduk itu ngga masalah, terus tadi katanya nggak bakal tukeran, walau dalam mimpi!" Syaren mengembalikan kata-kata Yumna yang sebelumnya Yumna lontarkan padanya.


Yumna bingung menjawab apa. "Kakak cuma mau berbaik hati, karena tadi kamu mau duduk di depan!" Yumna membela diri.


"Ya ampuuun! Masalah duduk aja belum kelar,


naik lo Ndrey, duduk-duduk aja dah, asal jangan adek aku yang kamu dudukin!" seru Reyhan.


"Emang boleh aku duduk dekat Syaren?" Tanya Andrey pada Reyhan. Padahal dia sangat berharap bisa dekat dengan Syaren.


"Iya boleh, aku ngga apa-apa, asal jangan colek-colek adek aku!" Jawab Reyhan, pasrah.


"Colak colek! Sabun kali ah! Tenang, nggak bakal aku colek, paling ku elus, dan aku sayang-sayang." goda Andrey.


Plaakkkk!


Pukulan halus dari tangan Syaren mendarat di pinggang Andrey yang masih berdiri di dekat jendela mobil Reyhan.


"Awh!" Andrey meringis, karena terkejut kena pukulan Syaren.


Andrey segera menuju pintu mobil sebelah Syaren, dia langsung duduk di samping Syaren.


"Manis-manis gini masa galak? aku nggak percaya, aku coba ah ....." Andrey memojokkan Syaren.


"Kak Rey!!" Teriak Syaren


"Udah Ndrey becandanya!" Bentak Reyhan, dia segera mengidupkan mesin mobilnya.


"Sorry broo ...." jawab Andrey, dia kembali ketempat duduknya.


Mobil Reyhan perlahan melaju meninggalkan parkiran halaman rumah. Mobil itu mulai membelah jalanan, menuju perkebunan Reyhan.


Keadaan hening, Andrey meraih ponselnya, karena dia melihat Syaren asyik memainkan ponselnya.


Tling!


Notif chat berbunyi di ponsel Syaren


Selamat pagi bidadari Sorgaku.


Syaren tersenyum membaca pesan dari Andrey. Dia langsung membalasnya.


Selamat pagi juga, calon imamku.


Andrey kembali mengetik pesan.


Tlink!


Pesan dari Andrey masuk lagi pada ponsel Syaren.

__ADS_1


Will you marry me?


Syaren kembali membalas pesan dari Andrey.


Izin dulu sana sama pilot di depan!


Syaren dan Andrey terus asyik dengan chatting mereka, padahal mereka duduk bersebelahan.


Syaren kelepasan tertawa saat membaca pesan dari Andrey.


Yumna sedari tadi memerhatikan Syaren dan Andrey, yang sama-sama sibuk dengan ponsel.


"Kenapa Syaren?" Tanya Yumna.


"Oh, enggak .... cuma lucu aja!" Sahut Syaren.


Reyhan memerhatikan Andrey yang asyik dengan ponselnya sendiri, lewat kaca spion yang ada di depannya. "Katanya malas kesepian nggak mau bawa mobil sendiri, ini malah asyik sama hape!" Bentak Reyhan.


Andrey terkejut dengan ucapan Reyhan. "Ya ellah Rey .... aku lagi chat sama teman aku,"


sahut Andrey.


"Temen apa demen?!" Yumna menyahut.


"Teman special ...." Andrey melirik Syaren dan mengedipkan matanya pada Syaren.


"Masa sih, mang ada yang demen sama kamu Ndrey?" Reyhan mengejek.


"Ada!! Nanti di saat waktu yang tepat, gue kenalin, bukan cuma sama kalian aja, tapi sama seluruh dunia!" sahut Andrey dengan pedenya.


"Romeo cupu mengibarkan sayap!" Reyhan mengejek Andrey.


"Cupu? Enak aja! Tapi mendingan romeo cupu dari pada kamu! Jomblo cupu!" Andrey balas mengejek.


"Cupu? Keren gini dikatain cupu?" Reyhan tidak mau mengalah.


"Ya cupu lah secara kamu ngga pernah menyadari siapa saja cewek yang berusaha deketin kamu!" balas Andrey lagi.


Reyhan dan Andrey tertawa. Teringat Naura yang terang-terangan mengungkapkan cintanya pada Reyhan, namun ditolak Reyhan.


"Gimana ya Naura setelah kamu tolak kemaren?" Tanya Andrey, pada Reyhan.


"Ngga tau!" Sahut Reyhan


"Ha!? Kak Naura nembak kak Rey? Kan kak Naura cewek, masa cewek nembak duluan?" Dengus Syaren


"Nggak ada larangan, cewek atau cowok yang nembak duluan, yang penting dia dudah jujur dengan perasaannya, butuh keberanian yang besar, buat nembak cowok!" Sahut Yumna.


"Yumna mantap! Aku salut sama pendapatmu, Naura berani mengungkapkan perasaan dia, itu bukan hal yang mudah." seru Andrey.


"Iya, yang punya keberanian seperti Naura, patut di acungi jempol," Seru Yumna.


Nggak seperti aku, yang tak berani mengungkapkan perasaanku pada kamu Andrey, gumam Yumna dalam hati.


"Apa sih kak, kurangnya kak Naura, kok di tolak? Secara dia cantik, dan baik pula, kaka dan dia juga sudah lama temenan, dari TK malah." lirih Yumna


"Bukan masalah cantik dan baik Yumna, ini masalah hati!" Sahut Reyhan, dia terus fokus menyetir.


"Setuju! masalah hubungan itu tentang kenyamanan hati!" Sahut Andrey, dia sengaja bersandar di badan Syaren.


"Whoy! Jaga jarak!" Teriak Reyhan, saat melihat Andrey yang begitu nyaman bersandar di bahu Syaren.


"Ups ... sorry .... pantasan enak tadi," Andrey kembali ketempat duduknya, dan memperbaiki posisi duduknya.


Yumna sangat cemburu melihat Andrey yang seenaknya bersandar pada Syaren. Sedang Syaren tersenyum dan menggeleng, sempat saja Andrey mencuri kesempatan untuk dekat dengannya.

__ADS_1


Andrey memang bukan pacar satu-satunya Syaren, namun hanya Andrey yang benar benar-dekat dengannya, sedang yang lain hanya status semata.


__ADS_2