Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 23. Terkejut.


__ADS_3

Kini jam menujukkan 9 malam.


Joan dan Dimas, sudah selesai dengan pesta bujangan Dimas, yang dipenuhi para penari Erotis, sepanjang siang hingga sore acara begitu meriah. Dimas sengaja mengadakan pesta bujangannya di siang hari.


Rumah Syaren.


Semua Sudah nampak rapi,Syaren dan Yumna tampil cantik. Mereka segera masuk ke mobil Reyhan, melihat adik-adiknya sudah siap, Reyhan langsung melajukan mobilnya.


Sesampai restoran yang dituju mereka langsung turun, berjalan bersama menuju restoran itu.


Mereka bertiga langsung di sambut Joan.


"Maaf aku tidak menunggu kalian lebih dulu, karena aku baru saja menyambut keluarga Pak Dimas." Joan menyalami Reyhan dan kedua adiknya.


"Tak apa Joan ...." sahut Reyhan"


Mereka segera masuk, mengikuti Joan, restoran ini sengaja dikosongkan pemiliknya demi acara makan malam keluarga besar Dimas.


Sesampai di ruangan utama, Yumna dan Reyhan terkejut, saat melihat anggota keluarga Dimas yang duduk di meja makan. Begitu juga si kembar dan Aleta adik-adik Dimas, mereka tidak kalah terkejut melihat Syaren datang bersama siapa.


"Aleta ... kamu?" Yumna mematung melihat Aleta.


"Ya ampun Yumna, kamu? Kamu kakaknya Syaren?" Aleta langsung menyambut Yumna.


"Aleta, bodohnya aku! Kamu tahu, aku mengundangmu di acara pernikahan nanti," ringis Yumna.


"Benarkah? Aku juga menggundangmu," sahut Aleta. Yumna dan Aleta berpelukan.


Di sisi yang lain

__ADS_1


"Miss Aira, miss Amel? Maaf sebelumya saya tidak tahu kalau anda adik-adik Dimas, saya juga mengundang anda di pernikahan nanti," seru Reyhan.


"Ya ampun, pak Rey kita juga mengirim undangan buat pak Rey," sahut Aira.


"Kalian semua saling kenal?" Tanya Citra


"Iya mah, pak Reyhan ini pemasok sayuran segar di restoran kami," sahut Amel.


"Nah, kalau Yumna ini, teman kerja aku di kantor kak Dimas,"seru Aleta.


"Astaga, semua orang pasti ngga tau kalau kamu adik Dirut kantor kita Aleta!" Seru Yumna.


"Iya, kecuali ono!" Aletta menunjuk kearah Joan dan Latif.


"Sekarang nambah lagi, kamu, yang tahu siapa aku, tapi jaga rahasia ya," pinta Aleta.


"Sip!" Sahut Yumna.


Mereka segera duduk di kursi masing-masing.


Syaren mengambil titik aman, ia duduk diantara Reyhan dan Citra.


"Kenapa kamu di sana?" Bentak Dimas halus.


"Aku takut, aku bisa lupa makan sayang, jika aku duduk di dekatmu, karena wajahmu mengalihkan duniaku," Syaren membela diri.


"Kemarilah ...." pinta Dimas.


"Maaf sayang ... aku takut ... kalau dekat kamu, aku takut malah akan memakanmu habis-habisan, apa kamu tak kasian sama jomblo-jomblo abadi di meja ini, jika aku selalu menempel padamu? Seperti permen karet," Syaren memasang senyum palas.

__ADS_1


Semua orang hanya tersenyum mendengar kata-kata Syaren.


"Semoga pernikahan kalian nanti memutus rantai jomblo abadi ini," seru Citra.


"Tiga dara cantik ini juga jomblo tante?" tanya Syaren,


"Iya sayang, mereka masih jomblo," sahut Citra.


"Upsh! Maaf ... aku kira cuma kakak-kakakku saja yang masih jomblo," Syaren merasa tak enak.


"Santai aja kali," seru Aleta.


Dimas pasrah harus jauh dari Syaren, gagal rencananya membuat Syaren malu di depan semua anggota keluarganya.


Mereka mulai menyantap makanan mereka, Yumna dan Aleta serta tante Citra asyik dengan obrolan mereka. Sedang Reyhan asyik berbicara dengan si kembar masalah kerja sama mereka.


Syaren fokus dengan makanannya, dia sengaja menundukan wajahnya menatap makanan yang ada di piringnya, dia yakin, kalau Dimas selalu memandanginya.


Malam semakin larut, akhirnya semuanya memutuskan untuk pulang. Si kembar Aira dan Amel sengaja menempel di tubuh Syaren, mereka tidak melepaskan gandengan tangan mereka sambil berjalan menyusuri ruangan restoran sampai area parkir.


Mereka langsung mengawal Syaren langsung masuk kedalam mobil, mereka ingin mengerjai kakak mereka, Dimas. Setelah mengucapkan salam perpisahan, perlahan Reyhan melajukan mobilnya meninggalkan area restoran itu.


Dimas hanya menatap mobil itu, perasaannya sungguh kesal, rencanya mempermainkan Syaren gagal. Mereka semua juga langsung meninggalkan area restoran itu.


Di rumah Reyhan.


Reyhan merasa sangat bahagia, karena Syaren akan menikah. Apalagi, keluarga Dimas terlihat sangat menyayangi Syaren.


"Syaren apa kau bahagia dengan pernikahan nanti?" Tanya Reyhan.

__ADS_1


Langkah Syaren terhenti, karena di tanyai Rehyan. "Aku sangat bahagia kakak," ia bicara tanpa memandang wajah Reyhan, dia terus melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


"Maafkan aku kak, aku sama sekali tidak bahagia, bahkan pernikahan ini awal deritaku, tapi tidak mengapa kak, asal kak Yumna punya masa depan yang cerah," rintih batin Syaren.


__ADS_2