Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 49. Menepati Janji


__ADS_3

Dimas sudah bangun beberapa menit yang lalu, namun saat ia sadari, ia tengah memeluk wanita yang selama ini ia cinta, Dimas sengaja pura-pura tidur lagi.


Adzan subuh sayup-sayup terdengar, Syaren pun perlahan membuka matanya, namun saat ia sadar, ternyata ia berada dalam pelukan Dimas, ia sangat kaget. Perlahan Syaren bergerak untuk melepaskan diri dari pelukan Dimas. Namun Dimas malah semakin erat memeluk Syaren.


"Kak Dimas sudah bagun?" Tanya Syaren, ia kesal karena di kerjai oleh Dimas. Dimas membuka matanya, dan tersenyum pada Syaren.


"Aku suka begini, aku harap kita bisa selamanya seperti ini," lirih Dimas. Dia memeluk Syaren semakin Erat.


"Ayo bangun, kita subuh dulu." rengek Syaren.


"Tidak, kumohon, sebentar lagi." Pinta Dimas. Syaren tidak bisa menghindar. Dimas berkegiatan padanya.


Syaren masih berbalut selimut. Dimas tersenyum melihatnya.


"Ayo ... kita bangun dan segarkan diri dulu." seru Dimas.


"Kakak duluan aja," Sahut Syaren.


Perlahan Syaren bangun, dia meraih pakaiannya. Lalu berjalan menuju pintu.


"Kau mau kemana?" Tanya Dimas

__ADS_1


"Aku mau kekamar kak Rey, cari baju ganti buat kakak, kak Dimas tidak bawa apa-apa bukan?"


Dimas tersenyum, dia langsung masuk ke kamar mandi.


Setelah Dimas selesai mandi, Syaren langsung masuk ke kamar mandi. Dia segera menyegarkan tubuhnya juga. Saat Syaren kembali kekamar, terlihat Dimas sudah rapi mengenakan baju Reyhan.


Dimas berjalan ke arah Syaren. "Terima kasih, karena mau kembali padaku."


Syaren tersenyum, Perlahan Dimas mendekatkan wajahnya, hingga pertemuan mereka semakin dalam.


Dimas menarik wajahnya, dari aktivitasnya, "Aku tak akan bisa mengantikan Malik di hatimu, namun aku ingin membantumu menepati janji pada mama Citra." bisik Dimas.


"Kau berjanji menjadi istri yang baik buatku, kau juga berjanji, akan berusaha memberikan mama, pengganti Reina, kau berjanji pada mama kalau kau akan melahirkan cucu buat mama." lirih Dimas.


"Apa? Aku tak tahu apa yang aku ucapkan malam itu."


"Hei ... kau ingin ingkar janji? Aku akan membantumu mengingat janjimu, dan membantumu memenuhi janjimu pada mama sekarang." seru Dimas. Dimas langsung mendekati Syaren, dan mulai melakukan tugasnya lagi.


Syaren tak berani menolak keinginan Dimas. Dia pasrah, karena Dimas suaminya.


"Maaf jika aku, jika aku menyakitimu." lirih Dimas, sambil memeluk Syaren dari belakang. Setelah senam pagi mereka

__ADS_1


Syaren hanya diam, detakan jantungnya masih berdegup kencang. Ia merasa Dimas mulai masuk dalam relung hatinya.


"Terima kasih, karena bersedia melakukan ini," lirih Dimas.


"Maafkan aku, sebelumnya aku ...." lirih Syaren.


"Lupakan sebelumnya ... aku mau kau mencintaiku sepenuh hatimu, aku sudah lama mencintaimu sepenuh hatiku. Namun aku terlambat menyadarinya, aku sadar kalau ini cinta, saat aku terpaksa melepas ikatan pernikahan kita, mungkin kau lupa, tapi kau pernah jadi milikku sebelum Malik memilikimu." lirih Dimas.


Syaren menatap lekat wajah Dimas,


"Terima kasih telah menolongku waktu kebakaran gudang di kantormu." lirih Syaren.


"Kau ingat semuanya?" wajah Dimas nampak ketakutan.


"Tidak, aku hanya melihat CCTV di kantormu saja, aku penasaran dengan bayangan masa laluku."


"Aku mohon, jangan ingat masa lalu, karena aku jahat di.masa lalu." lirih Dimas.


"Bukankah kakak bilang lupakan Masa lalu, mari kita lupakan."


"Terima kasih ...." ucap Dimas, sambil menenggelamkan Syaren dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2