
Seminggu setelah acara resepsi pernikahan Zay dan Tria, perusahaan yang di pimpin oleh Zay mengadakan acara tahunan. Acara dihadiri oleh semua orang yang bekerja di perusahaan itu. Aiman sangat sulit bergerak, karena para wanita muda selalu berusaha mendekatinya.
"Ladies and gentlemen, perkenalkan ... tuan Zay direktur utama perusahaan yang menaungi kita dan istrinya nona Triany," seru pembawa acara.
Sorak sorai menggemuruh di gedung tempat acara berlangsung, para wanita yang mengerumuni Aiman menyesal, mengejar orang yang salah, namun penyesalan mereka terlambat, karena pemimpin perusahaan itu sudah menikah. Aiman merasa sangat bahagia, akhirnya lepas dari gangguan para gadis.
Acara perayaan perusahaan berjalan lancar, mereka malu sendiri karena sering meremehkan Zay, yang ternyata bos besar mereka. Apalagi Shafa, dia terang terangan menghina dan menolak Zay.
Zay dan Tria hidup bahagia di rumah impian Zay. Hanya sesekali Tria dan Zay berkunjung ke rumah orang tua Zay atau orang tua Tria. Mereka sering memghabiskan waktu di kantor dan rumah pribadi mereka sendiri.
***
Dina dan Dona, kembar tapi tidak sama, Dina lebih suka menjadi relawan, dia sekarang bekerja di sebuah rumah sakit sebagai tenaga kerja sukarela(TKS). sedang Dona menyukai dunia hiburan dan kuliner.
Dina dia Seorang perawat yang sangat cantik pasien dan dokter pun terpesona dengan kecantikannya. ada seorang dokter yang sangat jatuh cinta kepadanya sejak zaman mereka kuliah dulu. Namanya dokter Jamal dia seorang dokter umum yang bekerja di rumah sakit di mana Dina juga menjadi relawan di rumah sakit itu.
__ADS_1
Jamal lebih memilih memendam perasaannya daripada mengungkapkannya. Bisa dekat dengan Dina walau sekedar antara dokter dan perawat pun itu sudah lebih dari cukup baginya. Dia semakin sangat semangat, jika Dina bertugas di ruangannya. Karena bisa setiap waktu melihat Dina di depan matanya tanpa repot-repot mencari Dina kesana kemari.
Jamal tidak sendirian ada juga dokter yang jatuh cinta kepada Dina namanya dokter Tama. Namun tampak lebih berani mendekati Dina. Dia sering mengajak Dina makan siang maupun makan malam hanya saja nasib Tama tidak beruntung dia selalu ditolak Dina.
***
Di rumah Joan.
Joan diundang makan malam oleh sahabat lamanya namanya Gusti. Inti dari rencana makan malam ini adalah menjodohkan anak-anak mereka namun bukan paksaan. Setelah pertemuan mereka akan menyerahkan keputusan di tangan anak-anak mereka sendiri dan mereka sepakat akan hal itu.
"Malam ini kalian harus ikut ayah makan malam di sebuah restoran ayah harap kalian bertiga bisa ikut ayah," kata Joan.
"Maaf ayah aku tidak bisa kami ini aku sudah janji manggung dengan teman-teman Band aku," seru Donna.
"Dinaz Nathan?" Tanya Joan.
__ADS_1
"Aku bisa Ayah," kata Dina.
"Baiklah ayah mau kabari teman ayah dulu kalau hanya dua orang anak ayah yang bisa ikut makan malam nanti, kalian silahkan istirahat," seru Joan.
Dina, Dona dan Nathan kembali ke kamar mereka, karena sudah selesai dengan ayah mereka.
"Kenapa bunda hanya diam?" Tanya Joan.
"Bunda bingung, bunda takut mereka keberatan dengan Perjodohan ini," jawab Syaren.
"Ini bukan perjodohan bunda tapi pertemuan, kalau mereka srek boleh lanjut," seru Joan.
"Semoga mereka mengira juga seperti itu," seru Syaren.
Mereka semua istirahat sore, untuk mengumpulka tenaga buat makan malam nanti.
__ADS_1