
"Duduk semua!!" Bentak Yumna. Anik, Ainah, dan Neneng langsung duduk. Mematuhi perintah Yumna.
Reyhan, Yumna dan Syaren juga segera duduk bergabung di meja makan bersama tiga pembantu mereka.
"Bi ... maafin Yumna ya ... Yumna selama ini kasar dan jahat sama kalian." lirih Yumna.
"Kami sudah maafin non Yumna." sahut Anik
"Kalian tahu, kenapa kalian harus sarapan bareng kami?" Tanya Yumna
"Endak tau non," sahut Neneng
"Karena princes tercantik dan terbaik di istana ini, akan menikah." seru Yumna.
Anik Ainah dan Neneng tersenyum, mereka bangkit dan berlari menuju Syaren, mereka langsung memeluk Syaren bersamaan.
"Selamat non ...." seru ketiganya bersamaan.
"Iya makasih ... malam ini calon aku datang bi, bibi semua bantuin Syaren ya ...." pintanya.
"Pasti atuh non ...." seru ketiga pembantu
"Aku ngga di peluk? Karena aku ngga nikah? Huhuuu jahat!" rengek Yumna.
"Emang boleh non?" Tanya Anik
Yumna berdiri dan membuka kedua tangan nya. Anik, Ainah, dan Neneng langsung memeluk Yumna.
Sudah acara pelukannya aku lapar!" Rengek Reyhan.
"Tunggu tuan, saya mau ambil piring tambahan buat kami, walau kami sudah makan, tapi demi membahagiakan non Yumna, kami akan makan lagi." seru Neneng.
Setelah semua siap mereka makan bersama.
Selesai sarapan, Yumna dan Syaren bersiap untuk pergi ke pasar, Neneng juga ikut bersmaa mereka untuk membawa belanjaan.
"Mobil siapa?" Tanya Syaren
"Mobil kakak aja gimana?" Tanya Yumna.
"Okey!" Seru Syaren.
Setelah beberapa waktu semua siap, Yumna dan Syaren, serta Neneng segera menuju pasar dengan mobil yang di kemudikan Yumna.
Setelah sampai pasar modern mereka segera berburu tujuan mereka. Yumna lebih memilih menunggu dekat tumpukan troli. Syaren dan Neneng meninggalkan Yumna yang enggan ikut kedalam pasar. Yumna memainkan ponselnya sambil menunggu Syaren.
"Hai Yumna, tumben kamu kesini," sapa wanita yang mengejutkan Yumna.
"Oh tante Iis, iya kami lagi belanja tante," sahut Yumna.
"Kata Andrey, kamu dan Syaren terjebak dalam gudang yang terbakar, bagaimana keadaan kamu dan Syaren?" Tanya Iis.
"Kami baik-baik aja tante," sahut Yumna.
"Syukurlah, kalau begitu tante kedalam dulu, ya sayang." lirih Iis
"Iya, silakan tante."
Sebuah tepukan halus, mendarat di bahu Yumna. "Yumna?"
Yumna terkejut, dia merubah arah pandangannya. "Kak Andrey?"
__ADS_1
"Tumben kamu yang kesini, biasanya Syaren. Bagaimana kabarmu dan Syaren?"
"Oh, aku dan Syaren baik-baik aja."
"Baguslah, sama siapa kamu kemari Yumna?"
"Sama Syaren dan bi Neneng, mereka lagi belanja di dalam."
"Kamu sama Syaren akur? Oh maksud aku baikan?"
"Iya kak Andrey, aku menyesal menuduhnya yang bukan-bukan. Aku juga menyesal membuatnya sakit hati karena mutusin kak Andrey, maafin keegoisanku kak."
"Kamu bisa menerima hubungan aku dan Syaren?"
"Tadinya iya, tapi sekarang Syaren mengambil keputusan lain, ia akan segera menikah dalam minggu mingu ini."
Adrey terkejut, dia tidak mampu berkata lagi
"Kita pulang kak Yumna, kami sudah selesai," Syaren datang bersama neneng mendorong troli yang berisi belanjaan mereka.
Syaren menatap laki-laki yang berada di samping Yumna, "kak Andrey?" Batinnya.
"Apa benar kamu akan menikah Syaren?" Tanya Andrey.
"Iya kak, malam ini calon aku akan datang melamarku secara resmi, mohon doa nya, ya kak." ucap Syaren sambil mengukir senyuman.
"Kamu mau nikah dengan siapa Ren?" Tanya Andrey.
"Nanti aku pasti kirim undangannya buat kakak, by kak Andrey." Syaren langsung pergi di ikuti Yumna dan Neneng di belakangnya.
Mereka segera menuju mobil, Setelah semua masuk mobil, Yumna pun segera melajukan mobilnya meninggalkan area pasar.
"Apa yang kamu pilih, jika kamu di beri kesempatan untuk memilih?" Tanya Yumna.
"Apa kamu tidak mencintai Andrey?" Tanya Yumna.
"Aku tuh cuma suka sama kak Andrey, bukan cinta!" Seru Syaren.
Hei, kenapa aku juga begitu yaa, di mana cintaku yang buta selama ini buat Andrey? Kenapa cinta itu hilang? Dalam hati Yumna**.
"Kok kakak ngerasakan hal yang sama ya? Kakak juga ngga ada lagi yang namanya cinta buat Andre." seru Yumna.
"Aneh ya kak, tipis banget bedanya cinta, suka, obsesi dan fantasy." sahut Syaren.
"Ya ellah adik kakak sok-sok an!" Ringis Yumna.
Mereka tertawa bersama.
Yumna dan Syaren membantu Neneng dan Ainah bersih-bersih rumah. Seharian mereka bergulat dan menghasilkan banyak keringat, setelah makan siang dan mandi Yumna dan Syaren ke salon untuk pijat dan lulur.
Asyiknya menikmati pijatan ponsel Syaren berdering, ia langsung mengangkat ponselnya.
*
"Halo nona Syaren, Pak Dimas ingin bicara pada anda." seru Joan
Astaga, mereka sudah punya nomerku. Dalam hati Syaren.
"Halo sayang, kenapa kau cepat sekali perawatan, malam ini aku hanya melamarmu, bukan menikahimu. Kau sudah tak sabar ya, untuk menyerahkan dirimu?" Dimas terdengar tertawa di ujung telepon sana.
Sial! Mereka membuntuti aku!
__ADS_1
"Ma--maaf sayang, aku cuma ingin tampil lebih Fresh saat menyambutmu"
"Maaf mu tak berguna!!"Bentak Dimas.
Dimas langsung mematikan panggilan teleponnya.
Aakhrghhh! Kenapa aku harus terjebak pria yang menakutkan ini? Aaakkk! Ringis batin Syaren.
"Nona ... lemaskan saraf-sarafmu, sepertinya kau sangat stres!" seru pegawai salon yang memijat Syaren.
Syaren berusaha tenang, melupakan masalah Diams, dan menikmati pijitan juga perawatan lainnya.
***
Waktu terus saja berputar.
Jam menujukkan jam 9 malam, Syaren sudah siap untuk menyambut pria aneh,yang akan menjadi suaminya. Syaren segera turun, Syaren nampak anggun dengan gaunnya.
"Waw, kalian berdua sangat cantik sekali!" Seru Reyhan.
Mereka bertiga berdiri di teras menunggu kedatangan Dimas dan keluarga. Tidak berselang lama, terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah Reyhan, terlihat tiga orang turun dari mobil itu, Dimas, Joan, dan tante Citra.
Mereka langsung di sambut senyuman oleh Syaren, Yumna, dan Reyhan.
"Selamat datang di gubuk kami tante," Syaren menyambut Citra terlebih dulu.
"Kak Rey, ini calon suamiku, lihat dia sangat ganteng." Seru Syaren.
Mereka saling memperkenalkan diri.
"Mari silahkan masuk, tapi maaf, rumah kami sangat kecil." seru Yumna.
"Tidak ada nilainya ukuran suatu rumah sayang, yang penting kebahagiaan yang ada di dalam rumah itu." sahut Citra.
Syaren menggandeng tangan Citra, mereka semua masuk kedalam rumah, dan langsung menuju meja makan.
Mata Dimas memandangi masakan yang tersaji, mata Dimas berhenti melihat dua menu yang terlihat bukan dari Restoran.
"Maaf sayang, maaf tante, maaf Joan. Cuma ini yang mampu kami suguhkah." ucap Syaren.
What sayang? Syaren manggil Dimas sayang Gerutu hati Yumna.
Reyhan tersenyum sendiri, mendengar adiknya begitu santai memanggil calon suaminya "sayang"
Mereka semua menempati tempat dudul, dan mulai mengambil sendiri makanan yang tersedia, tangan Dimas, Joan, dan tante Citra sama-sama menuju wadah yang sama, makanan yang seperti masakan rumah itu.
"Silahkan mamah duluan." seru Dimas
"Wah dia benar laki-laki yang baik." dalam hati Reyhan
Setelah Citra selesai mengambil lalu Dimas juga mengambil, setelah itu Joan yang mengambil menu yang sama.
Syaren merasa tidak karuan, karena yang di cicipi Dimas, Joan dan Citra, adalah masakannya.
"Hem ... enak sekali masakan ini, sangat lama aku tak mencicipi masakan seperti ini." seru Dimas.
"Iya, ini masakan yang lama tante ngga coba." seru Citra
Joan hanya diam, ia malah mengambil lagi, dan menambah menu masakan tadi ke piringnya.
__ADS_1
Syaren lega mereka semua suka dengan masakannya.
"Itu Syaren yang masak," seru Reyhan.