Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 50. Hari Baru


__ADS_3

Ini hari baru bagi semua.


Syaren dan Dimas pun bisa menyesuaikan diri sebagai pasangan suami istri, walau masih ada rasa sedikit canggung. Karena Dimas dulu kakak iparnya. Syaren dan Dimas keluar dari kamar menuju meja makan.


Setelah sampai bawah, betapa terkejutnya Syaren melihat Yumna bersama Adly.


"Dimas, mau kah kamu membantu kami, aku ingin bahagia bersama istri dan anakku, bantu kami pergi dari kota ini, aku tak mau kehilangan Yumna lagi." lirih Adly.


"Kita bicara sama Reyhan dulu, jika Reyhan setuju, aku akan menunjukmu menjadi kepala cabang perusahaanku di luar negri." sahut Dimas.


"Syaren, terima kasih, berkat tamparanmu kemaren, otakku baru sehat, ia baru sadar apa yang hatiku inginkan." lirih Adly.


Mereka pun Sarapan bersama, Dimas langsung menelpon Reyhan, menceritakan keinginan Yumna dan Adly, Reyhan pun setuju dengan rencana Dimas.


"Adly, kamu datang kekantorku, cari Latif, semua keperluan kalian akan di siapkan Latif, Reyhan mendukung keinginan kalian." lirih Dimas.


"Terima kasih Dimas," lirih Adly. Adly menggenggam erat telapak tangan Yumna.


"Akhirnya, kita akan bahagia dengan anak-anak kita nanti sayang, tanpa gangguan siapa-siapa lagi," lirih Adly.


Selesai sarapan, Yumna mempersiapkan paspor dan lainnya, sedang Adly pergi ke kantor Dimas, dengan taksi online.


Sedang Syaren dan Dimas, segera kerumah sakit menjenguk Citra.

__ADS_1


Citra kini jauh membaik, ia senyum-senyum sendiri, melihat pasangan yang baru masuk keruangannya.


"Mamah gimana kabarnya?" Tanya Syaren.


"Mama baik ... sebentar lagi mama bisa pulang." seru Citra.


"Wah ... mama bicaranya lancar," seru Syaren sambil memeluk Citra.


"Mama akan menagih janjimu, memberi pengganti Reina buat mama." seru Citra.


Syaren merasa malu sendiri, mendengar kata-kata Citra, ia tak tahu harus menjawab apa.


"Mamah akan dapat dua, dari Amel dan dari Yumna." sahut Syaren menutupi kegugupannya.


"Bantu do'a ya mah, semoga usaha Dimas dan Syaren membuahkan hasil, dan memberi mama cucu sebanyak yang mama mau," seru Dimas.


Melihat keharmonisan Syaren dan Dimas, keadaan Citra terus membaik.


*********************


Tiga bulan sudah berlalu, semua berjalan begitu saja.


Yumna dan Adly sudah damai, tinggal di luar negri, Adly pun begitu profesional dengan pekerjaannya. Keluarga Adly tak tahu di mana keberadaan Adly dan Yumna. Hingga mereka tidak bisa mengusik pasangan suami istri itu.

__ADS_1


Sedang Reyhan, dia membawa Aira keperkebunannya yang baru, di luar kota. Perkebunan yang mereka tinggali, saat kabur dari kota bersama adik-adiknya dulu. Aira pun sangat bahagia tinggal di sana, bahkan Reyhan membukakan Restoran buatnya di kota itu.


Hanya syaren, Dimas dan Citra yang tertinggal di rumah mereka. Melewati keseharian mereka bersama di rumah itu.


Pagi ini, Dimas sudah pergi bekerja.


Tinggal Syaren dan Citra duduk santai di ruang keluarga.


"Terima kasih, kamu mau mencintai Dimas." ucap Citra, sambil memegang tangan Syaren.


"Aku yang harus berterima kasih sama kak Dimas, karena mencintaiku dengan penuh kesabaran dan perjuangan yang sangat luar biasa," sahut Syaren.


"Apa kamu sudah ingat semuanya?" Tanya Citra.


Syaren memjawab pertanyaan Citra, dengan menggelengkan kepalanya.


"Tapi kamu benar ... Dimas mencintaimu jauh sebelum Malik cinta padamu, andai kecelakaan itu tak terjadi entah apa kamu masih di sini, karena Dimas yang arogan itu menutupi cintanya, tali sejak kecelakaan itu, Dimas yang arogan berubah drastis." sahut Citra.


_____________________


Bella sangat marah karena Adly melarikan diri bersama istrinya, lagi-lagi ia kalah melawan anak Rendra. Reyhan juga sudah berbaikan dengan istrinya, sedang Syaren dan Dimas tak bisa di sentuh. Akhirnya bella menyasar Reyhan dan Aira.


Susah payah bella mencari keberadaan Aira dan Reyhan. Akhirnya, mereka menemukan tempat Reyhan. Bella pun menyusun rencana untuk menghancurkan kebahagiaan Reyhan, anak Rendra dan Syahila. Bella sangat dendam pada Rendra dan Syahila.

__ADS_1


__ADS_2