Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 26. Latihan


__ADS_3

Andai Reyhan tak sibuk pasti ia semprot Syaren yang begitu genit, pada Dimas itu. Namun, ia harus latihan untuk menikahkan Syaren nanti. Reyhan segera pergi ke kamarnya. Setelah berada dalam kamar ia menulis kalimat-kalimat yang akan dia ucapkan nanti.


Dia terus latihan dengan bermacam hal, salah satunya, menonton bermacam video seorang ayah menikahkan putrinya.


***


Jam menunjukkan jam 6 sore.


Yumna baru pulang bekerja, setelah membuka pintu dengan kunci cadangan, yang selalu ia bawa, ia masuk kedalam, namun rumah nampak sangat sepi. Tidak seperti biasanya, ada Syaren atau Reyhan yang duduk santai di ruang keluarga, atau di ruang tamu.


"Bi ... orang-orang pada kemana?" Tanya Yumna, pada Anik


"Oh, itu non Syaren di kamarnya, kalau tuan Reyhan, sepertinya dari tadi siang enda keluar-keluar dari kamar," sahut Anik


"Oh ...." Yumna segera naik ke lantai atas menuju kamarnya.


"Kenapa ya, suasana rumah jadi hambar dan dingin seperti ini?" Geritik batin Yumna.


Reyhan keluar dari kamarnya, matanya fokus menatap pada layar ponsel, sedang telinganya terpasang earphone. Dia terus berjalan menuju meja makan.


Yumna baru keluar dari kamarnya, ia berjalan di belakang Reyhan.


"Kak dengerin apa? Serius banget, video jorok ya?" Tanya Yumna.


Perkataan Yumna, tak digubris Reyhan.


"Whoi kak!!" Teriak Yumna, sambil memukul bahu Reyhan.


Reyhan kaget, karena pukulan yang mendarat di bahunya.


"Apa-apan sih kamu Yumna, main pukul aja!"


"Yah, kakak sih, di tanyain, tapi ngga dengar."


"Maaf, aku lagi dengarin, hasil latihanku."


"Latihan apa kak??


"Latihan, untuk menikahkan Syaren nanti," jawab Reyhan.


"Aku mau dengar!" Yumna begitu antusias.


"Okey, kita dengarin di sana, Reyhan menujuk ke arah meja makan.


Mereka menuju meja makan, dan segera meraih kursi masing-masing.


"Ayoo kak, aku mau dengar!"


"Neh kakak putarin, tapi jangan di ketawain, ya," pinta Reyhan.


"Iya, kakakku sayang, aku gak akan ketawain."


Bi Anik, bi Neneng, dan bi Ainah, tersenyum melihat keakraban kakak adik itu. Mereka terus melakukan tugas mereka, menyiapkan makan malam untuk majikan mereka itu.


"Bi Anik, bi Ainah, bi Neneng, sini. Tolong beri pendapatnya ya," Pinta Reyhan.


Mereka ikut duduk, dan mulai mendengari rekaman pada ponsel Reyhan, yang mulai Reyhan putar.


Rekaman suara Reyhan on:


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau' Dimas Wisma Aditama bin Putra Wisma Aditama' dengan adik kandungku, 'Syaren Aziya Mahardi binti Rendra Mahardi'

__ADS_1


dengan mas kawin satu keping emas 24 karat seberat 10 grm di bayar tunai!!


Rekaman off


"Hem ... bagaimana menurut kalian?" Tanya Reyhan.


Yumna dan tiga pembantu terharu mendengarnya, mereka hanya mengacungkan dua jempol mereka.


"Beneran bagus?!" Tanya Reyhan.


"Bagus banget!!" Ringis Yumna.


"Kalau bagus sih, aku beranikan aja bertindak langsung sebagai wali, tapi kalau jelek, cuma buat mental Syaren menciut nanti," Reyhan tersenyum.


"Bi Neneng tolong panggil Syaren," pinta Reyhan.


Neneng segera melangkah, menuju Kamar Syaren.


"Non Syaren, di panggil tuan, makanan sudah siap." seru Neneng, sambil mengetuk kamar Syaren.


"Antar ke kamar aja bi ...." pinta Syaren.


Neneng turun, sendirian, dia langsung mengambilkan makanan buat Syaren.


"Syaren mana bi?" Tanya Reyhan.


"Non Syaren minta makanannya di antar ke kamar saja," sahut Neneng.


"Hem, pasti dia masih takut sama aku," gerutu Reyhan.


Neneng langsung membawa nampan yang berisi makanan, menuju kamar Syaren.


"Dia sengaja meluk Dimas, meluknya kenceng pula, gak malu dia meluk Dimas di hadapan kakak, kakak tegur, bukan di lepas, malah makin erat! Gilanya, dia main nyosor aja lagi ke Dimas, gila kan si Syaren? Bukan cuma itu, iya memang Dimas calon suaminya, tapi ... sekelas Dirut seperti Dimas, dia di bawa Syaren ke pasar tradiaional, makan di pinggir jalan, tuh anak ngeselin, baju kaos kesayangan kakak juga dia kasih ke Dimas," Gerutu Reyhan


Yumna tertawa mengakak membayangkan Dimas ke pasar tradisional, dan membayangkan, betapa lucunya kejadian di kantor, saat Dimas di kantor mengenakan kaos biasa.


"Emang kelewatan banget kak si Syaren!"


Yumna mulai menceritakan kejadian kantor yang lucu menurutnya.


"Gini cerita ya kak, di kantor, ada lift khusus buat Dimas, cuma dia yang boleh pake lift itu, tadi siang, gara-gara Dimas cuma pake kaos, ngga seperti biasanya, dengan setelan jas lengkap, hampir saja, security cegat Dimas, yang ingin masuk lift khususnya, untung pak security mengenal wajah Dimas. Bayangin kak, kalau security itu ngga tau sama Dirut gedung itu, bagaimana nasib dia ka? Bayangin, kalau sampai dia nyeret Dimas keluar. Hemm ...." lirih Yumna.


"Syaren memang keterlaluan banget!"


Yumna dan Reyhan makan malam bersama. Tanpa Syaren.


di kamar Syaren.


Syaren makan di kamarnya di temani Neneng.


"Bi ... kak Reyhan cari aku bii?" Tanya Syaren.


"Enda non, tuan santai saja tadi, sama non Yumna," sahut Neneng.


"Oh, aku kirain kakak, cari-cari aku."


"Tuan mah tadi santai-santai saja tadi, memang non Syaren buat salah apa? Kenapa non Syaren ngga berani keluar kamar?"


"Salah aku banyak bii ...."


"Ya ellah enon ... mau nikah, bukannya baik-baik karena akan tinggal terpisah sama saudara," seru Neneng.

__ADS_1


"Buat kenang-kenangan bii, biar semua rindu sama aku," ucap Syaren dengan pedenya.


"Enon ih ... usilnya kebangetan ....".


Syaren selesai dengan makan malamnya, Neneng langsung keluar dari kamarnya, membawa piring kosong.


Sedang Syaren kembali memainkan ponselnya.


___________


Semua kerja keras Joan tinggal sedikit lagi.


Karena semua persiapan sudah rampung 100%


Pagi ini jam 9 akad nikah Syaren dan Dimas.


Semua anggota keluarga Dimas maupun Syaren sudah menempati kamar mereka masing-masing.


Sedang Dimas dan Syaren berada di kamar yang sama. Dimas mempersiapkan diri di bantu Joan dan Latif.


Sedang Syaren sedang di make over, tim kecantikan dari salon yang ditunjuk Joan.


Yumna, sedari tadi dia memandangi adiknya yang masih di rias.


"Kakak ... make up nya yang awet ya, kak, soalnya adik saya ini cengeng kak," seru Yumna pada perias.


"Emm siap kakak ... ini make up di bawa berjemur seharian engga bakal luntur, cuma orangnya yang bisa berubah jadi lutung!" Sahut si perias


"Di bawa berjemur ya gosong lah kak," seru Yumna."


"Nah itu dia kakak," sahut si perias.


"Kakak mau kita rias?" Tanya Asistes perias, pada Yumna.


"Oh, aku gini aja," sahut Yumna.


"Iya deh kakak, asal kakak bahagia." sahut asisten perias.


Syaren selesai dirias, ia mengenakan kebaya putih Modern. Rambutnya hanya di sanggul dan ada sedikit accesoris di kepala, lalu diletakkan kerudung panjang, yang menjutai di kepalanya.


"Wesss cantiknya adekku, rasa pengen kumasukan dalam lemari kaca." seru Yumna.


"Manekin ... kali ah ...." seru si perias.


Tokkk tok tok!


Suara ketukan pintu terdengar. Joan segera membuakakan pintu kamar, ternyat panitia acara, yang memberitahu, agar mempelai pria turun lebih dulu, dan meminta pengantin perempuan, untuk bersiap turun.


Dimas, Joan, dan Latif segera turun. Sedang Syaren bersiap turun dengan Yumna, menunggu aba-aba dari panitia.


Di aula hotel sudah nampak tamu-tamu berdatangan. Acara musik mulai mengisi ruangan itu. Sambil menunggu persiapan akhir.


Lagu Payung teduh "Akad" Bermain.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎼🎼🎼🎼🎼🎡🎡🎡🎡🎡🎡




Semua orang hanyut dengan alunan lagu pertama.

__ADS_1


__ADS_2