Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 8. Panen


__ADS_3

Setelah selesai dengan aktivitas di villa, semuanya segera bersiap menuju kebun Reyhan. Untuk membantu mengarahkan para pekerja, mengepak dan mengemas hasil panen. Beberapa mobil restoran yang berlangganan dengan hasil kebun Reyhan mulai berdatangan.


Sedang di sudut lain, Syaren dan ibu-ibu di sana memepersiapkan minuman dan cemilan di meja. Untuk semua buruh dan yang ada di sana.


Reyhan menggeleng, melihat Andrey yang selalu memandangi adik bungsunya itu. "Hei Ndrey! Aku minta kamu kesini buat ngawasin dan memerhatikan pengemasan, bukan ngawasin adek aku!" Ucapan Reyhan mengejutkan Andrey.


Andret tersenyum pada Reyhan, dia tidak tahu, harus menjawab apa.


Reyhan menyadari kalau sahabatnya itu menyukai adik bungsunya. Kegiatan panen ini sungguh menyenangkan, semua sibuk dengan tugas masing-masing.


Reyhan langsung menyambut teman-temannya yang baru datang. Mereka langsung diskusi, untuk melebarkan bisnis perkebunan mereka.


Dari siang hingga sore, proses panen akhirnya selesai. Berkat bantuan mesin-mesin rakitan Reyhan yang membuat tugas lebih mudah. Tenaga manusia, sekedar untuk meng operasikan mesin dan mengawasi.


Kehebohan dan keseruan panen sudah berlalu, jam menunjukkan jam 9 malam. Beberapa buruh dan teman-teman Reyhan sudah pulang, kini hanya tinggal Reyhan, Andrey, Syaren dan Yumna, di villa itu.


Satu lagi tugas yang belum selesai, mengantar hasil panen pada salah satu restoran langganan Reyhan, mobil yang di penuhi hasil perkebunan itu sudah siap, kini tinggal mengantar pada tujuan.


"Ada yang mau menemani aku ngggak, antar sayuran itu?" Reyhan bicara pada Andrey dan Yumna.


"Aku ikut Rey!!" Seru Andrey.


"Aku juga ikut ka!" Sahut Yumna.


"Lah Syaren sendirian dong, gimana??" Tanya Reyhan.


"Ngga apa-apa kak, kan di luar juga ada mba Isam sama bang Ujang, ngga apa-apa kok Syaren sendirian" sahut Yumna.


Syaren baru datang mendekati Reyhan. "Kapan kakak berangkat? Aku nggak ikut ya, capek!"


"IYa, nggak apa-apa, kami berangkat ya ...." Reyhan mencium pucuk kepala adiknya itu.


"Hati-hati kakak-kakak sayang ...." Syaren melambaikan tangannya.


Reyhan, Yumna, dan Andrey berjalan ber iringan keluar villa, menuju mobil perkebunan yang sudah siap.


Preeetttttttt!!!!


"Gila! bau banget!!!! keluar sama intisarinya tuh!" Teriak Reyhan, mendengar kentut Andrey.


"Sorry ... aku tiba-tiba mules," Andrey meringis sambil memegang perutnya.


"Kamu enggak usah ikut deh! kalau kamu sakit, kita cuma sebentar kok," seru Reyhan


"Awww!" Andrey meringis, dia langsung berlari kedalam villa.


Yumna memandangi Andrey yang menghilang dari pandangannya. "Aku juga engga ikut dech," lirih Yumna,


"Tega amat kamu sama kakak, kakak dibiarin sendiri," pekik Reyhan


"Iya dech aku ikut, tapi sama Syaren juga ya ...." pinta Yumna. Yumna tidak rela Andrey dan Syaren berduaan di villa.


"Jangan, kasian Syaren dari kita sampai di sini, dia kerja terus, masak-masak dan banyak lagi, biarin dia istirahat," Reyhan langsung menarik tangan Yumna, mereka langsung masuk kedalam mobil.


Dengan berat hati Yumna mengikuti Reyhan.


****


Selesai dari kamar mandi Andrey sangat bahagia, karena ia dan Syaren hanya berdua di villa.


Senyuman Andrey merekah, saat melihat Syaren bersantai sambil memainkan ponselnya, dia berjalana berjinjit, untuk mengejutka Syaren.

__ADS_1


"Hap!!" Andrey merebut ponsel Syaren.


"Ih .... kakak ...." Syaren berusaha merebut kembali ponselnya.


Syaren berhasil merebut ponselnya, tapi tubuhnya terkurung dalam pelukan Andrey.


"Kok kakak ada di sini, bukannya tadi kakak ikut sama kak Reyhan?"


"Aku sengaja cari cara biar nggak ikut, biar bisa berdua sama kamu ...." Andrey semakin mengencangkan pelukannya.


"Ih, kaka jahat!"


"Kakak nggak jahat! Apa salah kakak? Kakak cuma pengen manja-manja, sama calon istri kakak yang cantik jelita ini."


Andrey meraih saklar lampu dan mematikan lampu terang, tinggal lampu remang yang menyala.


"Kakak jangan macam-macam!"


"Emmppp!" Mulut Syaren di bungkam Andrey dengan mulutnya.


Perlahan Andrey mengangkat tubuh Syaren, menuju kamar Syaren, tanpa melepaskan apa yang sudah menempel. Sampai kamar Syaren, Andrey perlahan merebahkan Syaren di tempat tidur, dan perlahan melepaskan pangutan mereka.


"Kakak, kakal jangan aneh-aneh!"


"Jangan berpikiran mesum! Kakak cinta sama kamu! Cinta itu menikahi bukan menodai, Kalau kakak sundul ini sekarang," Tangan Andrey menyentuh bagian itu.


"Maka kakak menodai kamu, kakak akan sabar, untuk ini, tapi untuk ini," Andrey mendaratkan sekejap bibirnya pada bibir Syaren. "Kakak tidak mampu."


Syaren tersenyum, dia senang, Andrey tidak melakukan hal yang dia takutkan.


Andrey merebahkan diri di samping Syaren, menenggelamkan wajah Syaren ke dada bidangnya. "Cukup gini aja, kakak sudah sangat bahagai." Mereka berpelukan di tempat tidur Syaren.


"Bagaimana kalau kakak datang?"


Mereka hanyut dalam pelukan mereka.


"Kak ... memang kalau kita nikah, kita bisa selalu begini ya?"


"Engga lah ...."


"Hah, kenapa enggak?"


"Kalau sudah nikah, aku ngga mau gini aja, pastinya lebih dari ini."


Syaren tertawa mengikik.


"Kenapa? Sudah nggak tahan ya?"


"Awhh!" Andrey meringis, karena di cubit Syaren.


Mereka mulai bicara banyak hal, sambil berpelukan.


"Beb, kamu jangan beginian ya sama orang lain," pinta Andrey.


"Aku nggak pernah dekat pria lain, selain kak Andrey dan kak Rey, yang cium aku aja cuma kak Andrey.-"


Andrey tersenyum mendengar pengakuan Syaren.


"Kak ... aku mau buat pengakuan ke kakak."


Suara alarm ponsel Andrey, mengejutkan mereka, Andrey langsung pergi dari kamar Syaren. Andrey kembali mendekati Syaren.

__ADS_1


Cups!


Satu ciuman halus dari bibir Andrey, mendarat di alis Syaren.


"Pengakuan kamu nanti ya bebs," Andrey membelai pucuk kepala Syare.


Sayren menjawab dengan anggukkan kepalanya.


Andrey segera berlari ke luar, ia duduk santai di teras villa. Menanti Reyhan dan Yumna, yang pastinya mereka akan segera kembali.


Sedang Syaren terus tersenyum, ia mulai memejamkan matanya untuk berkelana ke alam mimpi.


****


Benar dugaan Andrey, tidak lama, mobil pengangkut sayuran yang di bawa Reyhan mulai memasuki halaman Villa.


Yumna tersenyum melihat Andrey duduk di teras, sambil memainkan ponselnya. Setelah mobil terparkir sempurna, Reyhan dan Yumna segera turun dari mobil.


"Gimana bro?" Sapa Andrey.


"Beres!" Sahut Reyhan.


Yumna mendekati Andrey. "Syaren mana kak?" Tanya Yumna.


"Ngga tau, sejak kalian pergi aku nggak lihat dia," Andrey berusaha santai.


Reyhan langsung masuk kedalam mencari Syaren. Senyuman terukir di wajah tampan Reyhan, saat melihat Syaren sudah tidur di kamar itu. Reyhan berjalan kembali menemui Yumna dan Andrey.


"Syaren sudah tidur," ucap Reyhan.


"Oh ... kalau gitu aku juga mau tidur, sudah larut malam, selamat malam Rey, selamat malam Yumna," Andrey langsung masuk kedalam menuju kamar, yang di sediakan buatnya.


"Selamat malam," sahut Yumna dan Reyhan bersamaan.


"Kita juga tidur yuk, soalnya besok kita harus panen lagi," seru Reyhan.


"Iya kak!"


Mereka berdua segera masuk ke dalam, dan menuju kamar masing-masing.


*****


Pagi-pagi Syaren terkejut mencium bau harum masakan. Ia segera mempercepat merapikan mukena nya, lalu beranjak menuju dapur. Syaren tersenyum, melihat penjaga villa itu tengah memasak.


"Masakan bi Isam wangi banget!" Seru Syaren.


"Oh neng Syaren dah bangun?" sapa Isam.


"Iya bi, tadi aku mau masak, sini aku bantuon bibi." Syaren langsung membantu pekerjaan Isam.


"Bibi di suruh masak banyak, sama Pak Reyhan, katanya sekalian buat para pekerja juga nanti," sahut Isam.


"Aku coba ya bi ...." Syaren mengambil piring kecil dan sendok, lalu menyicip masakan bi Isam.


"Emmmhhh enak banget! Ajarin Syaren masak ini ya bii ...." pintanya.


"Iya nanti bibi ajarin!"


Syaren terus membantu bi Isam menata makanan.


Bi Isam takjub dengan Syaren, jauh beda dengan kakaknya Yumna, yang terlihat agak pemarah dan jutek. Syaren pribadi yang periang, mudah membuat orang-orang di sekitar tertawa, karena ulahnya.

__ADS_1


Selesai sarapan semua ke kebun lagi. Mereka sibuk dengan kerjaan mereka, tapi tidak Andrey dia selalu curi-curi kesempatan walau hanya sekedar memeluk Syaren sebentar.


Tidak terasa, tiga hari sudah kebersamaan mereka di villa, siang ini mereka akan kembali ke habitat asal.


__ADS_2