
Zay.
Panggil saja aku Zay, aku gagu kalau menyebut nama panjangku, sekarang usiaku sudah 32 tahun, tapi aku masih jomblo.
Aaww ... ngeness ..., karena jabatan tinggi ini, aku yakin sulit untuk menemukan cinta sejati, karena aku tidak tahu wanita mendekati karena cinta? Atau harta? Okey semuanya butuh uang, tapi aku juga butuh cinta sejati.
Memang sulit mencarinya, tapi aku akan bersabar mencari dan menunggu cinta yang memang tertuju untuk diriku, bukan hartaku.
Aku dan Aiman sepakat bertukar posisi. Aiman adalah sekretaris Complex, dia sahabat, saudara juga pegawaiku. Aku sepakat dengannya bertukar posisi, Aiman akan di kenal orang orang sebagai anak Joan dan Syaren, sedang aku adalah sekretarisnya. Semoga dengan jalan ini aku bisa menemukan cinta yang memang untukku nanti.
***
Zay dan Aiman sedang menghadap Joan, meminta persetujuan Joan untuk bertukar posisi.
"Kalian yakin?" Tanya Joan.
"Banget yah, kalau ayah mau menimang Mentari dariku, bantu dong yah ...." Zay memelas.
"Ada ada saja strategi kamu Zay, bunda dukung aja, Aiman ... amanah ya sayang ...." seru Syaren.
Aiman mengangguk dan tersenyum.
"Belajar ya Man manggil bunda sama ayahku, ayah.... bunda ...." seru Zay.
"Okey, tapi pas di tengah umum saja ya, kalo pas gini aku risih," seru Aiman.
__ADS_1
"Okey, kapan enaknya kamu aja Aiman, besok acara resmi perkenalan Direktur utama perusaah kita, jadi kamu stand by aja nanti, sisa om, yang urus" seru Joan.
Perundingan selesai, izin dari ayah bunda juga di dapat, kini Zay dan Aiman bertukar pakaian.
***
Acara perkenalan Direktur utama perusahaan Joan berlangsung lancar, rasa penasaran semua orang terhadap siapa sosok penerus Joan, kini akhirnya terjawab. Semua mata kayawati tertuju pada Aiman, bahkan sebagian berani mendekati dan menggoda, membuat Zay kegelian, dia membayangkan jika tidak ada sandiwara ini, maka dirinya yang mengalami seperti itu.
"Akhirnya, aku bisa tahu siapa yang bekerja dalam ruangan itu Zay," seru Shafa, sekretaris pertama Joan.
"Iya, dia pengganti om Jo, sekarang dia atasan kamu," jawab Zay.
"Iih ... ganteng ...." rengek Shafa.
"Gak ada sih, tapi kalo kamu mau ngajak jalan aku gak bisa!!! Kita nggak selevel!" Seru Shafa.
Shafa mendekati Aiman.
"Siang pak, saya sekretaris ayah anda, dan mulai sekarang saya sekretaris anda," Shafa memperkenalkan diri.
"Oh ..., siang juga," jawab Aiman santai.
*I*h ... irit banget sih bicaranya, hem tapi aku suka, batin Shafa.
"Pak, bapak sudah punya pacar?" Tanya Shafa.
__ADS_1
"Pak Aiman dan aku sama-sama jomblo Shafa," seru Zay mendekat.
Shafa merasa sebal pada Zay, yang mengganggu dirinya terbar pesona pada Aiman.
"Zay, kamu jangan ganggu aku ya, kamu dekati saja sekretaris yang satunya, aku gak level sama kamu!" Seru Shafa.
Zhay dan Aiman sama sama menahan tawa mereka.
"Tria!!!" Teriak Shafa.
Tria yang tadi bicara santai dengan Joan undur diri dari hadapan Joan dan berlari kearah Shafi.
"Ada apa Fa?" Tanya Tria.
"Ini kenalan sama sekretris boss kita, dia jomblo, aku kasian sama dia makanya aku mau kamu dan dia kenalan," seru Shafa.
"Iih ... kirain ada apa, maaf Fa, aku gak berminat mengubah status jomblo ku, salam kenal pak Aiman, pak Zay, senang bisa berkenalan dengan anda, saya Triany sekretris kedua pak Joan, sekarang saya bawahan anda," seru Tria.
"Senang juga berkenalan dengan anda Tria," kata Aiman.
Zay tersenyum, karena ada satu wanita yang baik padanya, tadi semua wanita hanya fokus mencuri-curi perhatian Aiman.
Acara kantor kini sudah selesai, semua kembali ke rumah masing masing.
Untuk mendalami penyamarannya, Zay pindah rumah, ke rumah Syaren dulu. Dia hidup mandiri di sana, untuk beberapa bulan ke depan.
__ADS_1