
"Bunda ...." rengek Dina.
"Iya, bunda mau ke kamar dulu," lirih Syaren
"Nggak boleh, jawab dulu ...." rengek Dina.
"Iya sayang ... bunda sama ayah akan kasih kalian adik, jadi kalian yang pinter ya sayang, bunda mau pesan adik dulu buat kalian," seru Syaren.
"Horeee ...." teriak si kembar dan Zay bersamaan.
Marta hanya menggeleng melihat semua ini, ia sungguh sangat bahagia, bisa bersama dengan cucu kandungnya, Marta tidak membedakan si kembar ataupun Zay.
Zay berlari dan langsung memeluk Syaren dari belakang.
"Bunda, terima kasih, walaupun aku tak lahir dari rahim Bunda, aku adalah anak bunda, dan aku akan berbakti selamanya buat bunda," Zay menangis.
Syaren melepaskan pelukan Zay.
"Zay sayang ... bunda bahagia jika kalian semua bahagia." lirih Syaren.
"Ekhhh hem! Tidak ada yang sayang sama ayah nih?" lirih Joan.
"Sa---yang! Ayah," teriak si kembar dan Zay bersamaan, mereka pun memeluk Joan.
Syaren pun masuk ke kamarnya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Marta melihat Joan menuju kamarnya.
"Mau bantu bunda pesan adik bayi," sahut Joan.
"Ayah ikut!" Teriak si kembar.
__ADS_1
"Maaf, tidak bisa ..., kalian harus latihan dulu sana, jadi kakak," Joan masuk kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya.
"Mas ... kamu ini," lirih Syaren.
"Hei ayo ..., ayo kita pesan adik bayi buat si kembar dan Zay," seru Joan.
"Jangan macam-macam mas,"
"Aku nggak akan macam-macam, satu macam gaya aja, udah cukup karena kamu hamil," seru Joan.
"Mas!!" Teriak Syaren.
"Jangan berteriak ini belum mulai,"
"Mas ih ..., nanti aja ya ...." rengek Syaren.
"Nggak, aku mau sekarang, kalo nanti itu reka ulang adegan aja," seru Joan.
Sore yang hangat pun berlalu menghiasi kamar itu.
Kebahagiaan menyelimuti rumah tangga Syaren dan Joan. Sekarang kehamilan syaren masuk bulan ketujuh, mereka semua tengah berada di ruangan Dokter, Syaren tengah melakukan usg.
"Bayinya sehat," seru Tari
"Apa kembar Dok?" Tanya Joan.
"Tidak pak Joan, cuma satu," jawab Tari.
"Kapan adik bayinya keluar bunda?" Tanya Dina.
"Dua bulan lagi sayang" jawab Syaren.
__ADS_1
"Laki-laki apa perempuan Dok?" Tanya Joan.
"Hem ... laki-laki pak, lihat monasnya lengkap," seru Tari.
"Kalian dapat adik laki-laki sayang, selamat kaka Zay, kak Zay dapat patner main bola sama main robot " seru Sayren membelai rambut Zay yang bediri di sampingnya.
"Makasih bunda ...." Zay mencium Syaren.
Tari sangat lega, bisa mengantar Zay pada ayah kandungnya.
Pemeriksaan pun selesai, Syaren dan anak-anak di antar Joan pulang kerumah. Setelah mengantar Syaren, Joan pun kembali ke kantornya.
***
Di kantor Joan.
"Maaf pak, ada perempuan yang nekat masuk ruangan bapak," Sekretaris Joan nampak panik.
"Iya, biar aku selesaikan sendiri," lirih Joan.
Joan pun masuk ke ruangan kerjanya. Seorang wanita langsung berlari padanya dan memeluknya. Joan sangat kaget melihat wanita yang tiba-tiba memeluknya.
"Mas, aku kangen ...." lirih Geral.
"Aku kira kamu hantu," jawan Joan, Joan langsung melepaskan pelukan Geral.
"Aku waktu itu kalut mas, aku sedih karena pernikahan kita bukan karena cinta, aku pergi dari kamu untuk meyakinkan hatiku kalau aku cinta kamu, dan itu benar, 7 tahun ini aku selalu mecintaimu," lirih Geral berusaha meyambar bibir Joan.
"Maaf Geral, aku sudah menganggapmu mati, karena itu yang kau minta, Geral, jalani hidupmu, aku sudah menikah, dan kami akan memiliki 4 anak, saat ini istriku tengah hamil,"
"Kau tak mencintaiku?" Tanya Geral.
__ADS_1
"Kau benar, kita tak pernah mencintai, walaupun begitu, aku sangat bahagia saat menikah denganmu, dan aku menderita saat engkau pura-pura mati, melihat jasadmu dan anak kita saja aku tak sanggup, tapi itu masa lalu Geral, saat ini hanya istriku yang ada dihatiku, ku harap kamu keluar dari ruangan ini," pinta Joan.
Geral terpaksa melangkahkan kaki menuju pintu. Karena, di usir Joan.