
Joan baru datang kerumah Dimas,ia heran mengapa raut wajah semua orang begitu sedih. Reina menangis minta gendong Citra, tapi Citra malah mengusirnya, Hani langsung membawa Reina menjauh dari mereka semua.
"Ada apa ini?" Tanya Joan,
Amel pun mulai menceritakan semuanya, sambil memperlihatkan foto-foto Syaren dan Andrey.
"Kalian gila!!!" Teriak Joan. Semua terperanjat mendengar teriakan Joan.
"Syaren dan Andrey pacaran jauh sebelum ia menikah dengan Dimas, kalian tahu kenapa Syaren mau menikah dengan Dimas? Karena aku mengancamnya, Dia putus dengan Andrey karena Yumna juga menginginkan Andrey. Tapi semua sudah lama berakhir, Syaren, Yumna, dan Andrey tidak punya hubungan lain selain berteman." terang Joan.
Semuanya diam mendengar penjelasan Joan.
"Aku berhenti bekerja padamu Dimas,
Bukankah kau sudah membebaskanku saat kau dan Syaren bercerai?" Tanya Joan.
Dimas hanya mengangguk.
"Terima kasih atas semuanya Dimas, aku tak sanggup lagi melihat kebodohanmu, maafkan aku, selamat tinggal semuanya." seru Joan, dia langsung pergi meninggalkan rumah Dimas.
Satu minggu kemudian. Di rumah Reyhan.
Reyhan sudah menyusun rencana, untuk menyingkap Fitnah yang tertuju padanya. Ia mengutus pengacara untuk mengatarkan bukti kalau ia tak sehina yang Aira kira.
"Pak ada pengacara utusan pak Reyhan menunggu di luar." kata Maria.
"Suruh masuk bii." sahut Citra.
pengacara pun masuk ber iringan dengan Maria.
"Selamat pagi semuanya, saya utusan pak Reyhan, untuk menyampaikan berita ini." ucap pengacara sambil memberikan 1 amplop pada Dimas.
Dimas pun segera membuka amplop yang diserahkan pengacara Reyhan. Dimas melotot membaca isi kertas yang baru ia keluarkan dari Amplop. Amel, Aira dan Citra segera merebut kertas dari tangan Dimas.
"Itu hasil tes DNA anaknya Samanta dan pak Reyhan. Laporan itu menujukkan hasillnya negatif. Anak Samantha bukan anak pak Reyhan." kata pengacara.
"Berapa banyak kalian menyogok rumah sakit untuk laporan palsu ini." seru Aira.
"Ternyata ... dugaan pak Reyhan benar! Ia yakin kalau dia akan di fitnah seperti ini." seru pengacara. Pengacara meraih tasnya dan mengambil beberapa amplop yang lain.
"Kami melakukan tes DNA bukan cuma satu rumah sakit, tapi beberapa, salah satunya Rumah sakit milik kalian, ini laporannya." seru pengacara lagi, sambil menyerahkan beberapa Amplop.
Mereka semua terkejut, melihat semua laporan sama, kalau Anak Samantha bukan anak Reyhan.
__ADS_1
Aira hanya menangis menyesal karena tak percaya pada suaminya.
"Tenang Aira ... kaka akan antar kamu kerumah suamimu, dia pasti memaafkanmu." ucap Dimas, berusaha menenangkan adiknya.
"Percuma pak, memang Reyhan memaafkan istrinya, tapi dia sakit hati adik perempuannya kalian hina. Mereka semua sudah pergi dari kota ini. Sampai saya saja tidak tahu di mana mereka sekarang berada." ucap pengacara.
"Apa? Syaren juga pergi?" Tanya Dimas.
"Mereka semua pergi, selamat siang, saya permisi." ucap pengacara. Pengacara utusan Reyhan langsung meninggalkan rumah Dimas.
**
Samantha di rumah orang tuanya, dia kena amukan ayahnya, wajah merah meronanya berubah menjadi lebam karena hantaman ayahnya.
"Seharusnya aku sadar Reyhan laki-laki yang pintar! Ia melakukan tes DNA di lima rumah sakit berbeda." kata Ayah Samantha.
"Kamu Atha! Harusnya kamu menikah dengan Reyhan, bukan lari bersama bule miskin itu!" Teriak ayah Atha.
"Mana Atha tau kalau bule itu miskin! Atha juga ngga nyangka, kalau usaha Reyhan go internasional gini." ringis Atha.
"Kita semua harus hidup sederhana sekarang! Atau kita akan jadi gelandangan. Mamah! mamah jangan ikut-ikut lagi ibu ibu arisan, apapun itu namanya. Atha! kamu juga harus hemat jangan suka belanja!" Bentak Ayah Atha.
Mereka pun harus Ihlas, tak menjadi orang kaya lagi. Karena tak mampu menjebak Reyhan untuk jadi menantunya.
Mereka sudah berjanji tak akan mengusik hidup Reyhan. Karena Reyhan mengancam melaporkan semua kejadian ini ke polisi.
***
Karena Amel menelponnya, dan meminta maaf, Malam hari Andrey datang kerumah Dimas, untuk menjemput Amel. Ia terkejut melihat Aira dan bayinya juga ada di ruang tamu, rumah Dimas.
"Hei ada Aira ... emm Reyhan mana Ra?" Tanya Andrey.
Aira menjawab pertanyaan Andrey dengan menggelengkan kepalanya.
Andrey ingin bertanya lagi, namun Dimas datang. Dimas mendekati Andrey.
"Gara-gara kesalahan fahaman ini, Reyhan dan Syaren pergi." lirih Dimas. Dimas mulai menceritakan awal kekacauan ini. Obrolan mereka terhenti, saat melihat Amel menuruni anak tangga. Amel terus berjalan, mendekati suaminya.
"Maafin Amel mas, Amel sakit melihat foto-foto itu,"ringis Amel.
"Sudah, jangan menangis, mas juga minta maaf, mas lupa membakar semua itu." sahut Andrey, dia langsung memeluk Amel.
"Kita pulang ya ...." pinta Andrey.
__ADS_1
Amel pun menganggukan kepalanya, menjawab ucapan Andrey. Amel dan Andrey berbaikan.
Tapi entah bagaimana nasib Aira dan Reyhan, juga Dimas dan Syaren.
"""
Citra meringis-ringis dalam tidurnya, ia bermimpi Malik marah padanya, karena meragukan Reina sebagai anaknya.
"Mamah jahat! Mamah tega menyakiti syaren! Aku akan bawa Reina pergi bersamaku!" ucap Malik.
"Jangan ... jangan bawa cucu mamah ...." ringis Citra
"Cucu? Bukankah mama meragukannya?" bentak Malik.
"Maafin mama, maafin mama, Malik ... kembalikan cucuku kembalikan cucuku ...." teriak Citra.
Dor door dooor dorrrr!!!
Suara gedoran pintu, membangunkan Citra dari tidurnya.
"Bu ... ibu! Non Reina kejang bu!" Terdengar teriakan Hani.
Citra lansung bangun, dia berlari kearah pintu, dia dan Hani langsung melihat Reina, melihat Reina seperti itu, Citra langsung berlari menuju kamar Dimas. Ia dan Dimas pun segera membawa Reina kerumah sakit.
Reina sudah di tangani tim medis. Namun takdir mengehendaki Reina pergi, menyusul ayah kandungnya Malik. Reina meninggal kena Steep.
Citra sangat terpukul melihat cucunya meninggal. Ia pun tak tahan dengan tekanan batinnya. Ujian ini sangat berat, ia baru kehilangan anaknya, menyakiti menantunya,nkini kehilangan cucunya.
Citra Ambruk di rumah sakit, dan harus di rawat di sana.
Pagi sekitar jam 9, pemakan Reina di lakukan, Reina di makamkan tepat bersebelahan makam Malik..Sedang Citra masih koma di rumah sakit. Berita kematian Reina, sengaja Dimas posting di laman sosialnya berharap Syaren mengetahui kematian putrinya.
""
Sejak pergi dari rumah Dimas. Reyhan membawa kedua adiknya jauh dari kota Dimas. Mereka tinggal disalah satu perkebunan Reyhan, yang ada di kota lain. Di Desa yang sangat asri di kelilingi perkebunan itu sangat lah damai
Syaren foto-foto bersama dengan Yumna di tengah-tengah kebun. Mereka benar-benar melupakan masalahnya. Reyhan datang berlari pada Yumna dan Syaren.
"Reina meninggal." ucap Reyhan
Sontak saja tangisan Syaren pecah, mengetahui putrinya meninggal. Yumna berusaha menguatkan Syaren.
"Dari mana kaka tahu kalau Reina meninggal?" Tanya Yumna.
__ADS_1
"Andrey, dia mempostingnya di laman sosialnya, Reina meninggal karena step, sedang tante Citra koma, karena dia tidak kuat menerima kenyataan cucunya meninggal," ucap Reyhan.
"Syaren ... kamu yang tabah ya, kita di sini untuk kehidupan baru kita bukan?" lirih Yumna. Mencoba menguatkan adiknya. Syaren berusaha untuk kuat, walau batinnya sungguh tak bisa terima kenyataan.