
Joan berjalan di lorong kantornya dengan santai, para pekerja yang berpapasan pun selalu menyapanya.
Joan masuk keruang kerjanya dengan santai,
setelah ia masuk lebih dalam, ia sangat terkejut melihat Geral mengunci ruang kerjanya dari dalam.
"Apa mau mu?" Bentak Joan.
"Sudah ku katakan kemaren, aku ingin bersamamu," seru Geral.
"Tapi sayang, aku sudah tidak ingin bersama mu," sahut Joan.
"Kita lihat nanti," seru Geral, Geral mulai merobek bajunya dan mencakar bahunya.
Joan membiarkan apa keinginan Geral.
"Dasar orang gila!!!" Bentak Joan, dia merasa jijik dengan kelakuan Geral yang menyiksa dirinya sendiri.
"Ya aku gila!! Karena aku ingin kembali pada mu," sahut Geral.
"Tolong ... tolong ...." teriak Geral.
Sontak beberapa orang langsung mendobrak ruangan kerja Joan.
__ADS_1
"Tolong ..., dia melecehkanku," ringis Geral.
Joan tersenyum jijik melihat dan mendengar sandiwara Geral.
Salah satu orang suruhan Geral menelpon polisi melaporkan kejadian barusan. Semua mata memandang ke arah Joan, namun Joan santai, dia ingin tahu siapa saja yang terlibat, dan seperti apa aksi mereka.
Joan diam menikmati sandiwara ini. Dia ingin lebih mengetahui siapa saja yang membantu Geral.
Geral terus menangis hingga polisi datang membawa mereka ke kantor polisi. Semua orang terkejut melihat manager mereka digiring polisi, namun tidak nampak kecemasan di wajah Joan, dia selalu tersenyum. Dengan santai Joan melangkah membawa laptopnya
Di kantor polisi
Dua orang pegawai Joan terus menyudutkannya, dengan tuduhan pemerkosaan. Joan menggeleng, dengan tuduhan-tuduhan yang tertuju padanya.
"Pak Joan, kami hanya membela kehormatan perempuan yang anda lecehkan."
"Fadil, Egy, berhenti berbohong jika kalian ingin masa depan yang cemerlang, bukan masa depan yang gelap di dalam sel tahanan," seru Joan.
"Lihat pak polisi, tersangka mengancam kami," ringis Fadil.
Geral terus saja menangis. Mendalami aktingnya.
"Saya lelah pak larut dalam sandiwara ini, sini saya putarkan rekaman ulang cctv yang ada di kantor saya," seru Joan, sambil membuka laptopnya.
__ADS_1
Fadil, Egy, dan Geral melotot mendengar cctv, mereka kesal kenapa mereka lupa kalau Joan bukan orang sembarangan.
Setelah melihat bersama, tayangan cctv iti. Tuduhan Geral tidak terbukti, Joan menuntut balik Geral dan dua rekannya dengan tuntan pencemaran nama baik. Joan bebas, Geral dan dua rekannya mendekam di penjara.
"Geral, bukankah kamu sudah memilih untuk meninggalkan ku? Nikmati hidup yang sudah kau pilih Geral, dulu aku memang mencintaimu, dan ingin menghabiskan masa tua bersamamu, namun kamu malah pergi meninggalkan ku," seru Joan.
Joan pergi dari kantor polisi dengan perasaan gembira, karena bebas dari Fitnah Geral.
Geral membisu mendengar kata-kata Joan, andai dia tahu Joan akan sesukses sekarang, dia tidak akan meninggalkan Joan
"Bagaimana nasib kami nona," teriak Fadil.
"Tenang, aku akan urus kebebasan kita bertiga," seru Geral.
"Bagaimana karier kami?" lirih Egy.
"Tenang kalian akan bekerja di kantorku, aku juga pasti membayar kalian walau rencana kita gagal," seru Geral.
Polisi menggeleng mendengar percakapan Geral dan dua tersangka lain.
Geral meminta haknya untuk menelpon pengacaranya. Setelah pengacaranya datang Geral dan dua orang suruhannya bisa keluar dari sel, namun tetap menjalani hukuman.
Baru keluar dari Sel Geral memikirkan bagimana mengguncang rumah tangga Joan, rencana Geral kali ini dia akan mengganggu istri Joan. Karena Joan tidak bisa di dekati.
__ADS_1