Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 77 Sia-sia


__ADS_3

Suasana sore sangat tenang di area rumah Joan, nampak si kembar dan Zay asyik bermain di halaman rumah, Syaren dan Marta hanya mengawasi mereka sambil duduk bersantai di teras rumah.


Tawa Dina dan Dona pecah jika Zay ber ulah macam-macam. Terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah Joan, nampak seorang wanita cantik turun dari mobil dan berjalan ke arah Syaren dan Marta.


"Selamat sore tante," sapa wanita itu.


"Ge-Geg-Geral?" Lirih Marta.


Mendengar nama Geral Syaren sadar kalau di hadapannya ini mantan istri Joan.


"Dina ... Dona ... Zay sayang ... ayo mainnya di dalam sayang, sudah sore," seru Syaren.


"Iya bunda ...." jawab mereka bertiga bersamaan.


"Jangan lupa mandi kalian bau aseem," seru Marta.


"Iya nek," jawab Zay.


"Silahkan duduk," seru Syaren meng isyarat pada Geral.


"Terimakasih," jawab Geral.


"Ada perlu apa Geral? Kenapa kamu tiba-tiba datang kemari?" Tanya Marta.


"Ibu, Joan yang memintaku pulang, dia ingin kembali padaku," seru Geral.

__ADS_1


"Itu sangat tidak mungkin, karena Joan sudah menikah, mereka akan segera punya anak lagi," jawab Marta.


"Itu kata ibu, aku kemari hanya mau bilang, kalau kamu, wanita cantik, siap-siaplah, karena Joan akan segera menceraikanmu," seru Geral.


"Saya menunggu itu nona Geral, tapi sayang Joan tidak mau menceraikan saya," jawab Syaren.


"Apa maksud kamu?" Geral heran.


"Mantan suamiku ingin mengajakku rujuk, tapi tidak bisa karena Joan tidak mau melepaskanku," seru Syaren. Syaren mengedipkan mata ke Marta. Marta faham kalau itu hanya mengerjai Geral.


"Semangat Geral, aku juga ingin cepat-cepat lepas dari Joan, aku tunggu bantuanmu," seru Syaren.


Geral masih menganga bingung, misinya sia-sia, ternyata istri Joan sama sekali tidak marah dengan kedatangannya.


"Sudah sore Geral, kami mau masuk, mau ikut masuk? Kali aja mau nunggu Joan," seru Syaren.


"Lain kali saja, aku masih ada janji, sampai ketemu Syaren, ibu, aku permisi," Geral langsung pergi dari rumah Joan.


Setelah Geral jauh Syaren dan Marta tertawa.


"Lihat bu wajahnya mendengar nama Joan langsung ketakutan," seru Syaren.


"Iya sayang, tadi ibu sempat takut, ehh ibu baru faham pas kamu kasih kode," seru Marta.


"Ayo masuk sayang, sudah sore," seru Marta.

__ADS_1


Belum mereka masuk mobil Joan memasuki area parkir rumahnya.


Joan keluar dengan cepat karena melihat Syaren dan ibunya di teras rumah.


"Sore sayang ...." sapa Syaren.


"Sore juga sayang, sore bu," seru Joan, dia salim pada ibunya, setelah itu, Syaren salim padanya.


"Jo ... Geral kemari," seru Marta.


"Ngapain kemari, bukannya tadi?"


"Tadi apa?" Tanya Marta memutus kata-kata Joan.


"Tadi dia di kantor polisi bu, dia memfitnah aku, ya aku tuntut balik," terang Joan.


"Dia pasti menyewa pengacara sayang, tapi sudahlah, kurasa dia tidak akan kembali lagi," seru Syaren menenangkan Joan.


"Iya, istrimu ini pandai bersandiwara, Geral di buatnya tidak berkutik," seru Marta.


"Iya lupain Geral, ku rasa dia jua takut sama kamu, tadi ku ajak nunggu kamu dia malah kabur," seru Syaren.


"Iya sayang, tapi kita mesti hati-hati juga, Geral wanita yang licik, sama darah dagingnya saja di tega, apalagi sama orang lain," seru Joan.


Mereka semua masuk ke dalam rumah, untuk melanjutkan aktivitas yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2