
Syaren dan Joan menjalani rutinitas seperti biasanya, Joan memperhatikan seluruh lekuk tubuh Syaren.
"Sepertinya ada yang beda sama tubuh kamu."
Syaren langsung mengambil selimut menutupi dirinya yang hanya mengenakan lingerie transparan.
"Iya, aku makin jelek! arena gendut, mulai sekarang aku ngga akan pake baju ini lagi, karena aku semakin gendut pasti kamu ilfeel." rengek Syaren.
Joan merebut selimut Syaren dan melemparnya sembarangan.
"Enggak, aku nggak masalah sama tubuh kamu. Tapi aku cuma bilang ada beda dikiit ...." lirih Joan
Joan naik ke atas tubuh Syaren, pandangannya lekat menatap wanita yang kini menjadi istrinya.
" Sepertinya ... area perut, pinggang, dada yang lebih berisi sedikit "
"Ya udah mulai besok aku ngga akan makan apa-apa, biar langsing." sahut Syaren sebal.
"Ngga apa-apa sayang ..., kan tandanya aku sukses buat kamu bahagia," sahut Joan, Joan semakin nakal menyentuh Syaren.
Malam pun berlalu seperti malam-malam biasa nya.
""""""""
pagi-pagi Syaren bersama si kembar ke panti,
karena lama ngga main ke panti.
Ternyata di panti sedang mengadakan cek kesehatan. Di sana terlihat dokter Tari, Dokter kandungan yang biasa memeriksa Syaren.
"Pagi Dok." sapa Syaren.
__ADS_1
"Hai Syaren, kamu di sini? bagaimana kandungan kamu?" Tanya Tari.
"Dok ..., saya merahasiakan kehamilan saya pada semua orang." bisik Syaren.
"Astaga hamil mana bisa disembunyikan Syaren!" Tari menggeleng mendengar kata-kata Syaren.
"Saya rahasiakan sampai mana saya bisa dok " seru Syaren.
"Kenapa ku rahasiakan?" Tanya dokter.
"Karena suami saya takut jika saya hamil, pikirannya sich takut saya meninggal karena melahirkan." sahut Syaren.
"Huh ..., saya jadi teringat kejadian 7 tahun lalu." rengek Tari.
"Seorang suami yang frustrasi melihat kematian palsu istrinya, saya terpaksa memalsukan kematian istrinya, karena ia menyewa beberapa preman menyekap ibu saya." kata Tari.
"Sabar dok ..., semua diluar kemampuan anda." lirih Syaren.
"Apa maksud dokter?"
Tari pun memulai ceritanya.
Flash back on,
"Dok ... tolong istri saya," rintih laki-laki yang sangat panik melihat istri akan melahirkan, namun sang istri masih tak sadarkan diri.
Tim medis pun membawa ibu hamil keruang operasi. Setelah semua perawat keluar, ibu hamil itu bangkit dan mengunci pintu kamar oprasi. Ia menodong Dokter Tari dengan pisau bedah.
" Saya Geraldine, panggil Geral." ucap wanita itu.
"Saya Tari, apa maksud anda dengan semua ini?" Tari heran.
__ADS_1
"Saya cuma ingin dokter melakukan ceasar pada saya, dan nyatakan saya meninggal pada laki-laki bodoh di luar sana, atau?"
"Atau apa?" Jawab Tari.
Geral meraih ponselnya dan memperlihatkan ibu Tari di sekap di rumahnya.
"Atau wanita tua ini mati!" Seru Gera.
"Kenapa kamu ingin memalsukan kematianmu?" Tanya Tari.
"Karena ada tawaran peran yang menjanjikan buatku di luar negri, sedang suamiku melarangku jadi artis."
"Jadi artis? Mana bisa kau sembunyi jika jadi artis?"
"Jadi artis di luar negri, mana suamiku tahu, dia akan tahu, kalau aku go international, hal itu bukan perkara mudah, walau dia kenal, aku akan pikirkan cara lain." jawab Geral.
"Bagaimana anakmu nanti?" Tanya Tari.
"Buang saja dia terserah, aku ngga mau kamu kasih ke ayahnya," sahut Gera.
Dibawah tekanan Tari mempersiapkan operasi Ceasar Geral, setelah semua persiapan lengkap, Tari melakukan oprasi cesar dengan tim medis lainnya. Operasi berjalan lancar, namun bayinya di vonis meninggal. Bermacam-macam usaha yang dokter lakukan, tak bisa membuat bayi itu bereaksi.
Tari pun keluar menghampiri suami Geral, dengan sangat terpaksa ia mengatakan kalau ibu dan bayi itu meninggal, laki-laki itu pun terlihat sangat hancur.
Laki-laki itu pergi tanpa melihat jasad istri dan bayinya. Ia hanya meminta pihak keluarga Geral mengurus jasad Geral. Karena ia tak sanggup.
Geral sangat bahagia, ia tak perlu capek akting mati. Geral pun meminta agar ia melakukan perawatan lanjutan di rumah sakit lain, sebelum dia pergi ke luar negri. Setelah Geral pergi, dirujuk kerumah sakit lain, keajaiban terjadi, sang bayi hidup kembali.
Tari kesana kemari mencari keluarga bayi itu, namun ia tak menemukannya, hingga ia putuskan membawa bayi ini bersamanya ke kota lain, karena ia dipindah tugas. Tari menitipkan bayi laki-laki itu di panti asuhan harapan bunda.
flash back off.
__ADS_1
"Di mana anak laki-laki itu sekarang?" Tanya Syaren.