Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 102. Di Mana Bayiku....


__ADS_3

Kehidupan pengantin baru sudah lama berlalu, ini tahun kedua pernikahan putra putri Syaren dan Joan. Hari ini mereka berkumpul di rumah sakit Wisma menunggu kelahiran anak pertama Dina dan Jamal. Semua orang tegang menunggu proses kelahiran pertama Dina ini.


Suara tangisan bayi yang pecah di ruangan itu bagai angin penyejuk bagi semua orang, ketegangan mereka berubah menjadi kebahagiaan.


Melihat bayinya sudah lahir, Jamal berlari menemui semua anggota keluarga yang menunggu di luar. "Alhamdulillah ... perempuan!!" Teriak Jamal.


"Sudah kamu adzani?" Tanya Joan.


"Belum, bye dulu semua," seru Jamal kembali lagi ke dalam ruangan bersalin untuk meng adzani bayi perempuannya.


*****


Rumah Rendra dan Syahila, kini ditempati keluarga besar Joan dan Syaren. Keadaan menjadi heboh, selama seminggu ini, semua anak dan menantunya tinggal di rumah itu. Dona dan Tama menempati kamar Syaren dulu. Zay dan Tria menempati kamar Reyhan. Sedang Nathan dan Nara menempati kamar Yumna. Syaren dan Joan menempati kamar Syahila dan Rendra dulu. Sedang Dina, Jamal, dan bayi mereka menempati kamar tamu yang ada di lantai dasar.


Jamal memberi nama bayi perempuannya Nafesya Aziya, mereka memanggilnya Fesya. Semua orang selalu berebut menggendong Fesya. Dina bingung, setelah bayinya selesai asi, dia tidak menemukan di mana bayinya.


"Bunda ... Fesya mana?" Tanya Dina, karena tadi Syaren yang membawa bayinya.


"Sama Nara, tadi Nara yang ambil dari bunda," jawab Syaren.


Dina mencari Nara, akhirnya dia bertemu Nara di ruang keluarga.


"Nara mana bayiku?" rengek Dina.


"Di bawa kak Tria," jawab Nara.


Dina berjalan menuju kamar Tria.


Tok tok tok!


Dina mengetuk pintu kamar Tria.


"Ada apa Din?" Tanya Tria.


"Fesya mana kak?" Rengek Dina.


"Baru tadi dibawa Dona," jawab Tria.


"Capeknya aku ...." rengek Dina.

__ADS_1


Dengan sangat terpaksa Dina berjalan menuju kamar Dona, setelah mengetuk pintu Dona membukakannya.


"Ada apa?" Tanya Dona.


"Mana Fesya?" Tanya Dina


"Yah kok nanya ke aku, kan itu anak kamu," seru Dona.


"Kata kak Tria sama kakak ...." rengek Dina.


"Enggak tuh, cari lagi kali aja sama ayah," seru Dona.


"Huwa ... di mana bayiku ...." rengek Dina.


"Belum ketemu juga Fesya sama siapa?" Tanya Syaren


"Belum bunda ...." rengek Dina.


"Hiks hiks hiks ... huwaaaa ...." tangisan bayi pecah dari dalam kamar Dona.


"Ya ampun kakak ... bayiku di umpetin kejam banget," rengek Dina, dia langsung mendorong Dina dan langsung masuk kekamar Dona, dan mengambil bayinya yang ada di gendongan Tama. Dina langsung keluar bersama bayinya dari kamar Dona.


"Kakak itu sudah punya pabrik dan label sendiri, sana produk sendiri, bayi aku yang di umpetin," dengus Dina.


"Iya kamu enak udah punya, lha aku jauh lebih dulu nikah juga belum dapat," rengek Tria yang baru mendekat. Dia langsung memeluk Syaren.


"Bunda ... ajarin kita bikin bayi kembar dong ...." rengek Tria menggelayut di badan Syaren


"Ajarin apanya?" Syaren bingung.


"Yaah ... ajarin buatnya mungkin bunda bisa live di depan kita," seru Tria mengencangkan pelukannya.


"Ngaco!!!" bentak Syaren.


Syaren melepaskan pelukan Tria dan meninggalkan mereka semua. Daripada anak dan menantunya itu makin kacau.


"Sabar kakak-kakakku, bentar lagi pasti giliran kalian, kami permisi dulu bye onty-onty ku," seru Dina menjauh meninggalkan Dona dan Tria.


Nara baru sampai ke lantai dua.

__ADS_1


"Weih ... berunding apa nih?" Tanya Nara.


"Berunding buat lomba bikin anak," jawab Dona.


"Ya elah ... buat anak pake lomba segala, emang---"


"Bodo!!!" seru Dona, dia sengaja memotong perkataan Nara.


"Eeh kamu kemana Dona?" Tanya Tria.


"Mau buat anak se-ka-rang!!!" Seru Dona langsung menutup pintu kamarnya.


"Jangan gelap-gelapan Dona!!! Kata orang, kalau bikinnya gelap-gelapan entar anaknya gelap juga," Teriak Tria.


Ceklekk!


Dona membuka pintu.


"Tenang ... Aku sudah pakai bola lampu 450 watt," jawab Dona, lalu dia kembali menutup pintu kamarnya.


Tria dan Nara tertawa terbahak-bahak.


"Enaknya yang suaminya standby ...." seru Tria.


"Udah ah, yuk balik sarang masing-masing," seru Tria.


Mereka masuk ke kamarnya masing-masing.


*****


*


*


*


*


 

__ADS_1


TAMAT


 


__ADS_2