Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 65 Penyesalan


__ADS_3

Setelah semua persiapan selesai, Joan dan Syaren serta anak-anak bersiap untuk kembali kekota Dimas, menemui Dimas secara baik-baik. Mereka pun baru turun dari pesawat.


"Kita di mana bunda?" Tanya Dina.


"Sayang ... di sini kota kelahirannya bunda sama ayah," jawab Joan.


"Iya sayang, nanti kita Ziarah dulu ke makam mommy dan daddynya bunda, nenek dan kakek kalian," seru Syaren.


Setelah mendapatkan taksi, mereka pun langsung kemakam Syahila dan Rendra, orang tua Syaren, juga tak lupa ke makam Malik, Reina, dan Citra.


Tak bisa di bendung, air mata Syaren tumpah, dengan sigap Joan memberikan bahunya untuk menahan wajah kesedihan wanita yang baru ia nikahi.


"Maaf ya mah, Syaren pergi dari mamah, Syaren memenuhi janji Syaren, melahirkan cucu buat mama, mereka kembar mah seperti Aira dan Amel." ringis Syaren.


"Udah Sore, pasti Dimas sudah pulang, " lirih Joan.


"Tapi kita titip kembar di mana?" Tanya Syaren.


"Kita titip kembar sama temanku, tenang, mereka pasti aman." seru Joan.


Setelah menitipkan si kembar. Mereka pun segera menuju rumah Dimas.


Seorang pembantu langsung berlari kedalam rumah, ketika mengenali siapa yang turun dari mobil di depan rumah.


"Tuan, maaf, di luar ada Joan." ucap pembantu gemetar.


Mendengar nama Joan Dimas langsung berlari keluar. Dimas yakin kalau Joan membawa kabar tentang Syaren. Mey dan Kareem pun ikut menyusul Dimas.


"Hai ... lihat siapa ini?" Sapa Joan memperkenalkan yang dia bawa.


"Joan ... bagaimana kamu bisa?" Lirih Mey, dia kaget melihat Syaren dan Joan datang bersama.


"Oh ... kau datang hanya untuk pamer?" Kata Dimas.


"Tidak, aku ingin menagih janjimu, kamu bilang kalau kamu menemui Syaren dan dia sudah menikah, maka kamu tak akan mengambil anaknya, dan melepaskannya. Aku tagih janjimu, karena Syren sudah menikah, maka aku menagih janjimu " kata Joan.


"Aku perlu bukti Joan " kata Dimas.


"Bukti, baik, ini buku nikah Syaren," Joan memberikan dua buku nikah pada Dimas.


Di saat yg sama Mey dan Dimas membuka buku nikah Syaren. Betapa terkejut nya dimas melihat foto yang ada dalam buku nikah itu.

__ADS_1


"Joan ... apa kau sengaja menipuku?" Lirih Dimas.


"Aku tidak menipu siapapun, aku hanya ingin kehidupan yang tenang bagi semua orang." jawab Joan.


Mey menangis, melihat Syaren lagi. Sedang Dimas, tanpa ia sadari perlahan mendekati Syaren, hal itu timbul begitu saja. Dimas ingin memeluk Syaren, namun Syaren langsung mendekat pada Joan. Dimas pun tersadar kalau Syaren bukan lagi miliknya.


Dimas tak mampu berkata apa-apa lagi, ia membisu, sangat besar penyesalannya menyakiti Syaren, namun ia juga harus menjaga perasaan Mey.


"Ini kareem anak kami lirih Mey, " melihat Kareem yang baru datang bersama Aira.


"Bolehkan kami pulang? Kami ingin bertemu ibuku." lirih Joan, Joan tidak mampu melihat kesedihan di wajah Dimas.


Tanpa menunggu jawaban Mey dan Dimas Syaren dan Joan pun pergi dari rumah Dimas.


"Maafkan aku kak, andai aku tak berbohong, Syaren ...."


"Sudah Aira, aku ingin istirahat " jawab Dimas. Dimas pun pergi ke kamarnya, meninggalkan Mey dan Aira. Dimas sengaja menghindar, agar Mey tidak tahu kalau dirinya hanyalah pelarian Dimas waktu itu, karena kesalah fahamannya pada Reyhan, kakak Syaren.


Joan dan Syaren juga si kembar masih diperjalanan menuju rumah sahabat Joan, untuk menjemput si kembar, setelah menjemput si kembar, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah ibu Joan.


"Sebelum pulang, baru nanti kita perkenalkan Dimas dengan si kembar,kalau sekarang, aku kasihan padanya, menyadari kebodohannya karena melepas kamu saja itu sudah sangat menyakitkan,"


"Aku ayah si kembar dan suamimu, memastikan kebhagaiaan kalian, adalah tugasku."


Syaren tersenyum. "Kau libur berapa hari?" Tanya Syaren.


"Aku libur sebulan, kita bisa menikmati liburan di sini."


"Apa ... apa kau tak keberatang tinggal di rumah mertuamu, maksudku ibuku?" Tanya Joan.


"Mertua itu juga ibu bagi kami," sahut Syaren.


Joan bahagia mendengar jawaban Syaren.


"Di mana istrimu yang dulu Joan?" Tanya Syaren.


"Dia meninggal saat melahirkan anak kami, dia pergi bersama anak kami," jawab Joan lemas.


"Maaf, aku tak bermaksud ...."


"Tak apa Syaren, tapi aku dapat dua anak sekaligus," jawab Joan melirik si kembar.

__ADS_1


Tidak terasa, mereka pun sampai di rumah ibu Joan. Mereka semua turun, dan menunggu di depan pintu. Setelah menekan bel, tak lama perempuan tua kisaran 60 tahun membuka pintu.


"Jojo anaku ...." lirih perempuan itu memeluk dan menciumi Joan.


"Jojo?" Syaren keheranan.


"Itu panggilan kesayangan ibuku buatku," sahut Joan.


"Mereka?" Lirih ibu Joan tersenyum melihat Syaren dan si kembar.


"Istri Jo, dan ini anak-anak Jo," sahut Joan refleks memeluk Syaren dan si kembar.


"Masya allah cantiknya menantu ibu dan cucu oma ...." lirih ibu Joan, dia pun langsung memeluk Syaren kemudian memeluk si kembar.


"Ini oma kalian sayang," lirih Joan bicara pada si kembar.


" Ayo sayang, salim sama oma," seru Syaren.


Si kembar pun mencium tangan marta sambil mengenalkan diri.


"Ayo masuk sayang, masuk-masuk," seru Marta


Si kembar masuk bersama omanya, sedang Syaren membantu Joan membawa masuk koper-koper mereka.


"Nah ..., ini kamarnya ayah sama bunda, kalau Dona dan Dina biasanya tidur sama siapa?" Tanya Marta.


"Kalau di rumah, kami punya kamar sendiri omah," jawab Dina.


"Hemmm, gimana kalau Dina sama Dona tidurnya sama oma, selama di sini, omah mau lebih akrab sama cucu omah, ada sih kamar tamu kalau Dina sama Dona ngga mau tidur sama," omah seru Marta.


"Kita mau banget tidur sama omah," sahut Dona.


"Bu ..., biar anak-anak sama kami saja, nanti tidur ibu terganggu lho ..., mereka itu tidurnya aneh lho bu .... " kata Syaren yang baru masuk bersama Joan.


"Ngga apa-apa ..., ibu mau sama-sama bareng cucu-cucu ibu, ibu sudah lama tidur sendirian, oh ya Jojo ajak istrimu kekamar pasti kalian lelah," seru Marta ibu Jojo.


Jojo kikuk, bagaimana mengajak Syaren kekamarnya.


"Ya ampun bocah tua malu-malu kaya penganten baru aja!" Bentak Marta.


Syaren tertawa, karena memang mereka baru nikah.

__ADS_1


__ADS_2