Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 48. Tidur Bersama


__ADS_3

Syaren dan Dimas pun pamit bergantian pada Citra.


"Mah ... nanti setelah aku antar Syaren aku akan kembali kesini." seru Dimas.


"Aaa perr luu mengi aap lah ssaanaa mma maa moo on."


(Tidak perlu, menginaplah di sana mama mohon maksud Citra)


Dimas memandang Syaren, isyarat meminta persetujuan Syaren.


Syaren tersenyum ... lalu Syaren mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Dimas. Membuat Dimas menjadi panas dingin


"Iya ... kalau mama mau nya kak Dimas menginap, kak Dimas pasti nginap di rumah Syaren. Mama harus sembuh kalau mau cucu." ucap Syaren sambil menggelayut di tubuh Dimas.


Citra semakin bahagia, namun ia tak mampu bicara banyak. Ia hanya melambaikan tangannya itu pun lemah.


"Bye maah ... sampai besok." seru Syaren.


Syaren dan Dimas pun mulai meninggalkan ruangan itu sambil bergandengan. Setelah keluar dari ruangan itu Syaren melepaskan gandengan tangannya yang dari tadi melingkar di pinggang Dimas.


"Jangan di lepas, aku mohon ...." pinta Dimas, Dimas menahan tangan Syaren, agar tetap melingkar di pinggangnya.


Syaren bingung dan gugup, ia tetap melepaskan tangannya dari pinggang Dimas.


Dimas tersenyum melihat Syaren yang salah tingkah. Setelah masuk mobil Dimas segera melajukan mobilnya menuju rumah Syaren. Mobil tengah melaju santai keadaan jalanan cukup lengang.

__ADS_1


Kini mereka sampai di Rumah Syaren, keadaan nampak sepi, karena semua lampu terang dipadamkan.


"Mari kak ikut aku ke atas." Syaren berjalan lebih dulu, Dimas pun mengikuti langkah Syaren naik ke atas, menuju kamar Syaren. Ini pertama kali Dimas akan bermalam di rumah Istrinya.


Dimas dan Syaren sudah berada di kamar mereka, Dimas masuk kamar mandi untuk mencuci wajahnya sebelum tidur. Ia pun langsung berbaring di tempat tidur Syaren.


Syaren perlahan merebahkan diri, di samping Dimas dengan sangat hati-hati.


Syaren menyentuh jantungnya, yang berdebar cukup kencang. Mereka pun berusaha memejamkan mata mereka. Sampai mereka hanyut dalam tidur mereka, tanpa di sadari keduanya, mereka tidur berpelukan.


***


Yumna tidur di kamar tamu, yang ada di lantai dasar, berulang kali ponselnya terus berdering. Yumna bosan, akhirnya ia angkat.


"Hallo ...." lirih Yumna.


"Kalau kamu mau, kita pergi dari kota ini, agar kita bisa bersama." lirih Adly.


"Iya ... aku akan bukain pintu buat mas, aku tutup ya." lirih Yumna.


Setelah menutup telepon, Yumna berjalan menuju pintu, Adly langsung memeluk Yumna, saat pintu terbuka.


"Masuk mas, kamarku di sana," lirih Yumna, menunjuk ke arah kamar yang ia tempati.


Mereka berdua masuk kekamar Yumna.

__ADS_1


"Aku lapar sayang ... dari tadi siang aku tak bisa makan." lirih Adly.


"Tunggu di sini, aku kedapur mengambil makanan." sahut Yumna.


"Tunggu!" Adly langsung memeluk Yumna.


"Mas kangen seperti ini, bagaimana keadaan bayi kita?" Tanya Adly.


"Baik, dia sehat." jawab Yumna.


"Sudah ... aku kedapur dulu ya," lirih Yumna.


Adly pun melepaskan Yumna dari pelukannya.


Yumna menyusun roti dan air di nampan, setelah selesai ia pun kembali ke kamarnya.


"Maaf ya mas, cuma ini yang ada di dapur " lirih Yumna.


"Ada kamu disisi mas, itu sudah luar biasa." sahut Adly.


Adly pun makan dengan rakusnya, ia benar benar lapar. Yumna tersenyum melihat suaminya makan dengan entengnya.


Setelah kenyang, Adly pun langsung ke kamar mandi, setelah dari kamar mandi, dilihatnya Yumna sudah berbaring di tempat tidur. Adly pun segera berbaring disisi Yumna.


"Terima kasih, akhirnya kita bisa tidur bersama lagi." lirih Adly.

__ADS_1


Mereka pun hanyut dalam tidur mereka.


__ADS_2