
Seminggu sudah Dona menjadi istri Tama, pagi ini Dona sudah kembali ke rumah orang tuanya, setelah tinggal di hotel seminggu ini sejak selesai acara resepsi. Dona, Joan dan Syaren duduk santai di pinggir kolam renang melihat Dina yang asyik berenang sendirian.
Dina tidak menyadari kedatangan Jamal, dia masih asyik sendiri dengan aktivitasnya. Jamal segera duduk di samping Joan ketika Joan menepuk bangku kosong yang ada di sisinya.
"Din ...." Syaren tidak meneruskan perkataannya, melihat isyarat dari Jamal.
"Biarin saja tante, saya perlunya sama om dan tante," seru Jamal. Jamal tidak berani memandang kearah kolam renang karena Dina mengenakan pakaian renang, membuat Jamal tidak karuan rasa melihatnya.
Jamal menyampaikan maksudnya pada Joan dan Syaren, tentang rencana pernikahan dia dan Dina dalam waktu dekat ini. Dina baru menyadari kedatangan Joan, sehingga dia tidak berani kekuar dari dalam air.
"Kak Dona ... tolong ambilin handuk aku," rengek Dina.
"Ogah ... ambil sendiri," seru Dona.
"Bunda ...." rengek Dina, dia malu keluar dari dalam air kalau dilihat Jamal memakai pakaian renang.
Syaren berjalan memberikan handuk pada Dina.
"Makasih bunda ...." Dina langsung berlari ke dalam rumah setelah mendapatkan handuknya.
Pembicaraan Jamal dan Joan terus berlanjut.
"Pernikahan Dona kemaren papa mereka tidak bisa datang karena istrinya sakit, jadi kalau kalian mau ketemu papa Dina dan Dona, silakan kalian mengunjunginya," seru Joan
"Saya sih terserah Dina saja om," jawab Jamal.
__ADS_1
"Om bukan nyuruh, cuma kasih tau saja," seru Joan.
"Tentang TKS Dina om, gimana tuh?" Tanya Jamal.
"Tenang, aku sudah kirim surat permohonan untuk berhenti," jawab Dina yang baru datang dan langsung duduk di samping Syaren.
"Bagaimana surat pengunduran dirimu?" Tanya Jamal.
"Sudah di setujui," jawab Dina
"Kapan kamu akan mengucapkan salam perpisahan pada rekan mu?" Tanya Jamal.
"Mungkin besok," jawab Dina.
"Sekalian bagikan undangan pada teman temanmu," seru Jamal.
"Aku sih ikut kalian saja," jawab Dina.
"Bagaimana kalau akad nikah Dina dan Jamal kita langsungkan di kota Dimas bund?" Tanya Joan.
"Menurut bunda jangan deh, biar saja mereka mengunjungi Dimas setelah menikah, karena persiapan di sini sudah hampir selesai," seru Syaren.
"Ide tante mantap Om, kita selesaikan di sini, baru kita keluar kota sambil jalan-jalan," seru Jamal.
"Ciye ... yang merencanakan honeymoon!" Seru Dona.
__ADS_1
"Yang perlu honeymoon itu kamu Dona, masa pengantin baru sudah ditinggal dinas keluar kota," seru Jamal.
"Ngeledek!!!" Rengek Dona.
"Berapa hari Tama keluar kota Dona?" Tanya Syaren.
"Katanya tiga hari bunda," jawab Dona.
*****
sekitar jam 9 pagi, Dina segera pergi menuju Rumah Sakit tempat dia mengabdi selama ini. Setelah selesai di ruangan direktur utama rumah sakit Dina segera menemui teman temannya membagikan undangan pernikahannya nanti dengan Jamal.
"Jangan lupa datang ya semuanya," seru Dina sebelum meninggalkan semua teman-temannya.
Setelah Dina pergi salah satu perawat membuka undangannya.
"Hiks hiks hiks ... patah hati yang kemaren aja belum sembuh ... sekarang harus patah hati lagi," rengek salah satu teman Dina.
Yang lain juga ikut membuka undangan mereka, tertera nama Dina dan dokter Jamal.
"Kita mewek berjamaah yuks gaes ...." kata salah satunya.
"Huhuhuu ...." isakan tangis palsu mereka.
"Ada apa ini?" Tanya salah satu perawat senior.
__ADS_1
"Kita lagi patah hati berjamaah kak," jawab salah satu teman Dina.