Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 19. Makan Malam Part 3


__ADS_3

Syaren sangat takut dengan Ancaman Dimas.


Setelah bangkit, Ia berjalan keluar dari ruang kerja Dimas, melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Joan yang berjalan di depannya.


Joan melirik kearah Syaren, dia kasihan dengan wanita itu. "Beri dia kepuasan, atau lakukan apa yang dia inginkan, maka kau dan kakak-kakakmu selamat." seru Joan.


"Maaf, aku lupa, aku lupa kalau aku sudah menyerahkan diriku demi kakakku."


kemunculan Syaren yang masih lengkap membuat hati wanita wanita yang menunggu di ruang keluarga itu jadi lega.


Astaga .... kenapa lipstik kakak ipar pudar? Bukankah, setelah makan malam, dan bicara tadi lipstiknya tetap utuh batin Aleta


Oh, astaga ... kenapa sebagian baju kaka ipar kusut? Apa mereka di sana? Batin Amel


Ulalalaaaa ... wajah kakak ipar sepertinya kehabisan energi. Apa mereka? Uh, itu wajar, kak Dimas gitu lho! Batin Aira.


"Apa kata Dimas sayang?" Pertanyaan Citra membuyarkan lamunan semua orang.


"Emm, dia bilang, seminggu lagi kami menikah." sahut Syaren


"Waw ini kabar baik sayang, mari duduk bersama kami." seru Citra.


"Antar dia pulang Joan!" Seru Dimas yang muncul tiba-tiba.


Syaren segera berpamitan pada Citra, Aira, Amel, dan Aleta. Syaren berjalan mengikuti Dimas dan Joan menuju mobil.


"Ingat! Kau itu wanita ku! Jangan pernah kau menolakku apalagi berteriak di depanku!" Bentak Dimas.


"Maafkan aku." ucap Syaren.


Syaren pamit pada Dimas, dia segera masuk ke mobil. Joan juga segera melajukan mobil menuju Rumah Syaren.


Sesampainya mobil Joan di halaman Syaren.


"Kau tak perlu turun pulanglah." Syaren langsung turun dari mobil dan menutup kembali pintu mobil. Dia langsung berlari kedalam rumah.


Di dalam rumah Reyhan dan Yumna masih menunggu kedatangan Syaren. Senyuman terukir di wajah mereka, saat melihat Syaren masuk kedalam rumah.


"Bagaimana makan malam nya?" Yumna langsung menyambut Syaren dengan pertanyaan.


"Berjalan lancar, keluarga Dimas sungguh sangat baik dan ramah," sahut Syaren.

__ADS_1


"Apa? Kau makan malam di rumah Dimas??" Tanya Reyhan.


"Iya, aku makan malam di rumah Dimas. Aku berbincang banyak dengan tante Dimas dan tiga adik Dimas, mereka sama seperti kita kak yatim piatu," Terang Syaren.


"Aku kira kalian makan malam di restoran." lirih Yumna


"Aku juga kira begitu, besok malam dia ingin makan malam di rumah kita, untuk memperkenalkan diri, karena satu minggu lagi, kami akan menikah," seru Syaren.


"Apa? Besok malam kesini?" Rengek Yumna.


"Satu minggu lagi menikah?" Reyhan nampak terkejut.


"Iya, untuk urusan pernikahan, kakak tak usah repot urus. Tinggal undang siapa yang mau kakak undang, berikan daftarnya pada Joan. Mereka akan atur semuanya." sahut Syaren.


"Terus untuk besok malam?" Tanya Yumna.


"Biar mikirnya besok aja, aku ngantuk." sahut Syaren.


"Iya, ayo kita tidur!" Seru Reyhan.


Mereka menuju kamar masing-masing.


Pagi-pagi Syaren duduk di tempat tidurnya, tangannya memegang pulpen dan buku, ia memikirkan membeli apa kepasar untuk makan malam nanti.


"Pagi kak Rey." sapa Yumna


"Pagi Yumna, Syaren mana?" Tanya Reyhan


"Oh, paling di kamar," sahut Yumna


"Pasti dia stres mikirin menu, untuk makan malam nanti."


"Kita kerjai dia kak!" Seru Yumna.


Reyhan tersenyum, mereka berjalan menuju kamar Syaren. Setelah mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban, perlahan Yumna membuka pintu kamar itu. Yumna dan Reyhan langsung masuk ke kamar Syaren.


Syaren masih tenggelam dalam lamunannya, dia tidak menyadari kedatangan kedua kakaknya, terlihat dia memikirkan hal yang berat.


"Apa aku bilang, dia stres mikirin menu makan malam." seru Reyhan sambil menertawakan Syaren yang memegang pulpen dan kertas.


"Ih kakak jahat banget si! Bukannya bantuin kek!" rengek Yumna.

__ADS_1


"Syaren, kamu bingung mau masak apa ya?" Tanya Yumna.


Syaren memandang ke arah Yumna dan Reyhan. Dia mengangguk.


"Oh ... gini aja, kakak akan pesan makanan di restoran langganan kita, kamu Syaren, kamu masak satu atau dua menu yang mudah, buat menemani menu yang kakak beli." seru Reyhan.


"Kok baru sekarang, dari tadi kek! kepalaku saja hampir pecah, memikirkan menu apa untuk menyambut Dimas dan tantenya." lirih Syaren.


"Apa? Tantenya juga ikut? Aku kira cuma Dimas dan ajudannya yang super dingin itu." kata Yumna.


"Joan bilang, Dimas dan tantenya akan melamarku secara resmi pada kak Reyhan," sahut Syaren.


"Aku yakin, Dimas benar-benar laki-laki yang baik, belum bertemu saja aku feeling seperti ini." seru Reyhan.


"Baik palelo!!" Batin Syaren.


"Ya sudah, kita sarapan dulu, kakak hari ini harus ke kebun lebih cepat, nanti jam 5 sore kaka usahakan, kakak sudah sampai di sini," ucap Reyhan.


"Kak, kak Yumna hari ini kerja?" Tanya Syaren,


"Tidak, kakak masih diberi jatah libur hingga hari ini." sahut Yumna.


"Temani aku ke pasar modern ya kak." pinta Syaren.


"Iya sayang ku ...." sahut Yumna.


Mereka keluar dari kamar Syaren, menuju meja makan.


Di meja makan nampak Anik dan Ainah menyajikan sarapan, sedang Neneng bolak balik membawakan makanan dari dapur.


"Pagi semua." sapa Reyhan


"Pagi tuan." sapa ketiga pembantu bersamaan.


Neneng, Anik, dan Ainah terlihat akan meninggalkan meja makan.


"Tunggu, semuanya, hari ini kalian harus sarapan sama kami." seru Yumna.


"Tapi non ...." jawab Anik.


"Duduk semua!" Bentak Yumna.

__ADS_1


Sontak Anik, Ainah, dan Neneng duduk. Mematuhi perintah Yumna.


__ADS_2