Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 72. Rahasia Part 3


__ADS_3

"Di mana anak laki-laki itu sekarang?" Tanya Syaren.


"Masih di sini, dia Zaenal Shadiq," jawab Tari.


"Si Zay?" Syaren kaget.


"Iya Zay ..., ia tak pernah tahu kalau dia punya orang tua lengkap, ayah dan ibunya juga tak tahu, kalau anak mereka masih hidup," Tari menangis, menyesali ketidak berdayaannya.


"Aku akan bantu, aku akan minta suamiku mencari ayahnya," seru Syaren memeluk Tari.


"Terima kasih, Ren,"


"Ya ampun khusyu' bener, konsultasi biar cepet hamil bu?" Tanya Nami yang baru masuk keruangan bayi.


"Iya ..., aku mau kamu cepat hamil!!" Seru Syaren.


"Bu Nami sedang hamil," sahut Tari.


"Wah ..., selamat bumil!" seru Syaren memeluk Nami.


"Tapi ingat, jaga kandungannya baik-baik ya bu Nami," kata Tari. Tari mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Ren, hanya ini yang aku punya tentang jejak orang tua Zay, bawa ini bersamamu Ren, semoga kita bisa mempertemukan Zay dengan orang tuanya," lirih Tari.


"Iya ..., akan ku usahakan bantu," sahut Syaren.


Setelah berbincang dengan pengurus panti yang lain Syaren pun pamit pulang.


Syaren fokus membaca kertas yang diberikan Tari, ternyata itu berkas formolir Geral, ibu Zay saat masuk rumah sakit.


Tertulis : ny.Geraldine dan bapak Jonathan ismail


"Apa? Jonathan Ismail? Apa ..., apa Zay anak Joan?" lirih hati Syaren.


"Aku harus cari tahu sekarang," lirih Syaren, Syaren pun pamit pada Marta, ia langsung pergi ke kantor Joan.

__ADS_1


Syaren sampai di kantor Joan, ia membalas senyuman karyawan yang melempar senyum padanya. Syaren langsung menuju ruang kerja Joan.


Tok tok!


"Masuk!" seru Joan.


Melihat siapa yang datang Joan sangat bahagia.


"Siapa nama almarhum istrimu?" Tanya Syaren langsung.


"Tumben kamu nanya in itu, kamu cemburu?" Joan menggoda.


Namun melihat rekasi wajah Syaren yang tak bersahabat Joan pun lansung menjawab.


"Geraldine,"


"Ternyata benar kau laki-laki yang dicari dokter Tari," Syaren mengatur nafasnya.


"Tungu-tunggu, aku rasa familiar dengan nama itu,"


"Dia dokter kandungan yang menangani istrimu dulu,"


"Aku bertemu dengannya di panti, dia dokter kandungan di klinik putri cahaya bunda," sahut Syaren.


"Apa hubungannya denganku, kenapa dia mencariku?"


"Bawa ini ke kliniknya, silakan tanyakan langsung." Syaren memberikan kertas yang ia terima dari dokter Tari.


Syaren pun pergi dari ruangan Joan. tepat di tengah pintu Syaren berbalik memandang ke arah Joan yang masih mematung.


"Apa yang akan kau lakukan jika Geral masih hidup?" Tanya Syaren.


"Aku akan membawanya pulang," sahut Joan bercanda


"Apa yang akan kau lakukan jika anak kalian juga masih ada?"

__ADS_1


"Tentu aku akan membesarkannya bersama ibunya," Joan menganggap ini hanya candaan Syaren.


"Baikah ..., aku sudah dapat jawabanmu, maaf, sore ini aku pulang kerumah kami bersama si kembar," Syaren menghapus air matanya yang menetes begitu saja, ia teringat masa lalu, saat ia hamil tanpa sosok suami, dan akan ini terulang lagi.


"Kenapa kau menangis?"


"Geral masih hidup," Syaren pergi meninggalkan ruangan Joan.


Joan baru sadar kalau Syaren tak bercanda, air matanya menampakan luka hatinya. Joan pun segera berlari mengejar Syaren, Namun lift yang dimasuki Syaren sudah tertutup. Terpaksa joan menunggu lift yang lain. Setelah sampai di bawah, ia tak menemukan Syaren. Joan langsung pergi menuju klinik tersebut.


Sesampai klinik, Joan harus sabar, karena banyak Pasien Dokter Tari. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Joan bisa bertemu tari.


"Masih ingat saya?" Tanya Joan.


"Maaf pak ..., maafkan saya, saya di ancam Geral waktu itu, saya sudah berusaha mencari bapak, namun saya tak pernah bisa menemukan anda," ringis Tari.


"Itu bukan salah anda Dok, terima kasih karena telah menitipkan anak saya di panti asuhan,"


Setelah urusannya dengan Dokter Tari selesai, Joan pun langsung balik lagi ke kantornya.


Sedang Syaren bersama anaknya sudah pulang kerumah mereka, ia pamit pada Marta beralasan karena ada urusan panti.


Joan pulang dengan perasaan kacau, ia menyesali kata-kata nya pada Syaren, karena ia tak memyangka kalau Geral masih hidup.


"Kamu bertengkar dengan istri mu nak?" Sapa Marta yg melihat wajah Joan lesu.


"ibu ..., ibu belum tidur?"


"Bagaimana ibu bisa tidur? Kehidupan anak ibu kacau,"


Joan langsung merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya.


"Bu ..., Geral masih hidup ..., ia memalsukan kematiannya hanya untuk mengejar mimpinya dan meninggalkan aku bu." lirih Joan.


"Geral masa lalu mu ..., lupakan dia, biarkan dia dengan mimpinya." sahut Marta.

__ADS_1


"Tapi anak kami, masih hidup bu ..., ia di panti asuhan," ringis Joan, Joan pun mulai menceritakan semuanya.


"Adopsi anakmu, biar saja dia menganggapmu ayah angkat," lirih Marta.


__ADS_2