Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 96 Kegilaan Celia


__ADS_3

Celia menangis di kamarnya setelah menerima undangan pernikahan jamal. Ternyata hatinya tidak bisa merelakan Jamal begitu saja. Dengan perasaan kacau, dia mengambil kunci mobilnya kemudian pergi dari apartemennya, entah kemana tujuannya.


***


Jamal baru keluar dari area rumah temanya sehabis memberikan undangan pernikahannya, Jamal berjalan santai menuju mobilnya yang terparkir di seberang jalan tempatnya berdiri sekarang. Disaat yang sama Celia melintasi jalanan yang sama.


"Waw Jamal ... Hem, karena aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada orang yang boleh memilikimu Jamal," gerutu Celia. Celia menambah kecepatan mobilnya, dan sengaja menabrak Jamal.


Gubraakkkkk!!!


Jamal terpelanting cukup jauh.


Celia lupa kalau keadaan sekitar ramai, emosinya meledak begitu saja saat melihat Jamal berdiri di jalan itu.


"Whoyyy!!! Turun!!" Teriak salah satu warga.


Celia panik karena tidak bisa melarikan diri, terlanjur di kepung warga sekitar. Celia turun dari mobil, karena takut warga akan semakin marah jika dia sembunyi.


"Cepat telepon ambulan dan polisi!!!" Teriak warga yang lain.


Celia melihat kearah Jamal. Kondisi Jamal sangat memprihatinkan.


"Jamal!!!" Teriak Celia, dia histeris melihat kondisi Jamal setelah dia tabrak.


"Amankan wanita ini, sepertinya dia bukan orang normal," seru warga yang ada.

__ADS_1


Tidak lama mobil ambulan dan mobil polisi datang. Jamal langsung dibawa ke rumah sakit, sedang polisi meminta keterangan Warga dan langsung membawa Celia,


Orang tua Jamal dan Dina sekeluarga langsung menuju rumah sakit ketika mendapatkan kabar tentang kecelakaan yang menimpa Jamal. Mereka semua tengah menunggu tindakan medis yang diberikan kepada Jamal.


"Bagaimana dok anak saya?" Tanya Gita yang mencegat langkah dokter.


"Tidak parah bu, namun sepertinya kami harus melakukan oprasi pada kakinya nanti," seru dokter.


"Pasien sudah bisa dilihat, silakan bergantian kalau ingin menemui," seru dokter.


"Semua nya, aku dan Dina duluan," seru Gita.


Semuanya mengangguk.


"Ayo Dina sayang kita lihat kondisi Jamal," Gita dan Dina masuk ke dalam ruang yang menangani Jamal.


"Hei jangan menangis, aku masih ingat kamu, dan aku masih bisa bicara," seru Jamal.


"Selamat siang," sapa polisi.


"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu Pak?" Tanya Gita.


"Saya hanya ingin bertanya seputar pelaku yang menabrak," jawab polisi. Dia mendekat kearah Jamal dan memberikan lembaran yang berisi foto Celia dan laporan medis Celia.


"Kalian kenal wanita itu?" Tanya polisi.

__ADS_1


"Dia Pricelia, teman anak saya," jawab Gita. Hatinya sangat kecewa mengetahui Celia yang menabrak Jamal.


"Dia teman saya Pak, tapi ada sedikit masalah dengan kejiwaannya," terang Jamal.


"Oh pantas, sekarang dia berada di sel tahanan, dia terkadang menangis juga tertawa," seru polisi.


"Tolong kirim saja dia kerumah Sakit Jiwa, sepertinya sudah semakin parah itu pak," seru Jamal.


"Iya pak, kami juga tidak menuntutnya," seru Gita.


Polisi meninggalkan rumah sakit itu setelah mendapatkan perlengkapan laporan dari Jamal.


Dina baru sadar kalau Celia mencintai Jamal.


***


Di kantor polisi.


Celia duduk di kursi, dia sedang di di introgasi oleh polisi.


"Apa tujuan anda menabrak korban?" Tanya polisi.


"Supaya dia tidak jadi menikah," jawab Celia sambil tertawa.


"Selamat misi anda berhasil, karena pernikahan dokter Jamal di batalkan," seru polisi.

__ADS_1


Mata Celia melotot mendengar kata-kata polisi barusan, dia mengira Jamal mati, seketika Celia ambruk tidak sadarkan diri.


__ADS_2