Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 28 Resepsi


__ADS_3

"Andaikan waktu bisa kuputar kembali. Aku tak akan masuk ke Gedung Wisma Corporation Group, hingga aku tak perlu bertemu, apalagi menikah dengan laki-laki ini," rintih batin Syaren.


Sekarang ia sudah berada dalam cengkram laki-laki ini. Kalau ia berontak, maka Yumna akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara.


Malam pun tiba.


Sekitar jam 8 malam para Perias datang lagi ke kamar Syaren, mereka langsung make over wajah Syaren, untuk resepsi malam ini, sedang Dimas, di bantu Joan mengenakan Tuxedo nya.


***


Di halaman hotel sudah banyak undangan umum yang berdatangan, monitor besar yang menayangkan keadaan dalam gedung, terpasang di halama itu. Namun saat ini hanya menyorot pemain musik, yang mengisi acara dalam aula hotel itu, karena mempelai belum datang ketempat acara berlangsung.


Citra, Aira, Aleta dan Amel sibuk menyambut tamu undangan mereka. Begitu juga Reyhan dan Yumna. Mereka sibuk menyambut tamu mereka. Setengah jam kemudian musik berubah, tanda kedua mempelai akan memasuki aula itu.


Semua Camera dan mata undangan pun terfokus memandang pintu utama nan besar itu.


Syaren dan Dimas berjalan bergandengan tangan, nampak senyum kebahagiaan terukir di wajah mereka berdua. Layar di luar pun menayangkan, rekaman langsung yang menyorot pengantin.


Dimas dan Syaren segera naik ke pelaminan,


mereka langsung melakukan foto keluarga, sebelum para undangan mengantri untuk memberi ucapan selamat. Setelah acara foto keluarga, para tamu mulai berbaris, antri, untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai, sesekali mereka berfoto bersama kedua mempelai.

__ADS_1


Syaren tidak mengenal sebagian besar tamu, namun ia tetap mengukir senyuman dan menjawab setiap pertanyaan kecil dari para undangan, dengan santai. Ia hanya mengenali undangan dari yang ia undang, seperti teman temannya, atau teman-teman almarahum ayah-ibunya. Selain itu, ia tak tahu.


Kaki Syaren mulai terasa pegal, karena dari jam 9 tadi sampai jam 1 malam ia masih berdiri menyalami para tamu. Akhirnya, sekitar jam 2 malam, resepsi itu selesai.


Reyhan, Yumna, serta adik-adik Dimas, dan tante Citra, mereka langsung pergi kekamar mereka. Yang di sediakan untuk mereka.


***


Setelah acara itu, Syaren menuju kamarnya sendirian, Dimas dan Joan sudah pergi entah kemana. Syaren menghabiskan malam pengantinnya, seorang diri di kamar pengantin.


Dimas dan Joan langsung pergi, mereka mencari kesenangan dengan Wanita penghiburnya. Kata-kata Syaren tadi siang sungguh membuat mood Dimas kacau.


Untung selama Resepsi berlangsung ia bisa menutupinya dengan senyuman.


***


Di kamar hotel Syaren.


Syaren meratapi nasibnya, di tinggal sendirian di malam pengantinnya. Malam pertama bagi setiap pengantin itu indah, tapi tidak baginya, ia hanya sendiri di kamar pengantin nya, Suaminya pergi entah kemana.


"Dosa apa aku? Kenapa aku harus menikah dengan dia?" Syaren meratapi nasibnya.

__ADS_1


Dia menarik nafasnya begitu dalam. "Yang kuat Syaren ... demi keselamatan kakakmu, biarlah kamu jadi santapan Dimas, si laki-laki Gila. Biarkan dia akan melakukan hal buruk padamu, asal jangan pada Reyhan atau Yumna," gumamnya.


Syaren melirik meja Rias, di sana tertata rapi perlengkapan Make up, yang disediakan Joan buatnya. Ia mulai membersihkan wajanya, lalu pergi kekamar mandi untuk mandi dan ganti baju.


Syaren memakai lingerie yang ada di kamar ganti itu, dia segera berbaring di tempat tidurnya.


Syaren meraih ponselnya, dia mencari info tentang Dimas Wisma Aditama, yang kini jadi suaminya. Memasukan kata kunci pencarian Dimas Wisma Corp, langsung banyak bermunculan foto Dimas. Ia membaca beberapa artikel tentang Dimas.


Mata Syaren membulat, saat melihat banyak foto Dimas bersama banyak wanita. "Lelaki macam apa yang aku nikahi?" Ada yang hancur di dalam diri Syaren. Syaren berusaha memejamkan matanya.


....


Adzan subuh berkumandang, Syaren perlahan membuka kedua matanya, dia segera melakukan tugasnya. Karena masih pagi, sepi sendirian, di kembali ketempat tidur, untuk memejamkan matanya lagi.


Jam menujukkan jam 6 pagi, Dimas kembali kehotel, tempat Syaren menginap. Karena dia dan keluarga besar akan sarapan bersama.


Dimas masuk kekamar dia dan Syaren,Setelah masuk kamar, pikiran nakal Dimas menyeruat, saat melihat Syaren begitu nyaman tertidur. Dimas berjalan ke arah tempat tidur.


"Bangun!!" Bentak Dimas.


Syaren terkejut, dia langsung terbangun, namun matanya masih tertutup. Syaren berusaha membuka kedua matanya dengan sempurna.

__ADS_1


Melihat Syaren mengenakan pakaian seksi, Dimas tergoda, melihat tubuh Syaren. Ia menghampiri Syaren dan langsung mencumbunya. Teringat kembali pertanyaan Syaren siang waktu itu tentang salat, lagi-lagi mood Dimas memburuk.


Mengingat dia dan Syaren tidak melakukan apa-apa, pikiran Dimas merencanakan sesuatu, untuk menjaga harga dirinya, di depan mata anggota keluarga, di meja makan saat sarapan nanti.


__ADS_2