
Setelah lagu payung teduh selesai. Kini lagu Virgoun "Surat Cinta untuk Starla" bermain.
🎼🎼🎵🎵🎵🎵🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Syaren yang didampingi Yumna, mulai memasuki aula saat penyanyi menyanyikan lagu, Surat Cinta Untuk Starla. Semua mata undangan memandang Syaren yang nampak cantik itu.
Syaren langsung duduk di tempat akad, dia duduk di samping Dimas. Setelah lagu selesai pembawa acara mulai membuka acara tersebut.
Setelah selesai dengan acara pembuka dan bermacam kalimat sambutan, kini sampai pada acara pembacaan surah Al Qur'an yang di baca oleh se orang qari, yang membacakan surah An-Nisa.
Q.S an nisa ayat 1"
Selesai pembacaan surah al qur'an, kini saatnya memasuki fase, yang begitu menegangkan, bagi Dimas dan Reyhan.
Penghulu mulai meraih mikrofon. "Siapa yang akan bertindak sebagai wali nikah?" Tanya penghulu.
"Saya sendiri pak," sahut Reyhan.
"Saya kaka kandung pihak perempuan," sambungnya.
"Baiklah, apakah anda sudah bisa?" Tanya penghulu.
"Insya Allah, bisa Pak," sahut Reyhan.
"Bagaimana pihak laki-laki, para saksi, apakah semua sudah siap?" Tanya penghulu, lagi.
"Siap!" Sahut kedua saksi dan Dimas, bersamaan.
Penghulu mulai membaca kalimat yang biasa di lafadz kan.
"Silahkan berjabat tangan, di mulai dengan anda kaka pengantin, setelah selesai sentakkan tangan, sebagai kode, untuk Pak Dimas, tanda saatnya Pak Dimas, mengucap akad, apakah kalian mengerti?" Tanya penghulu.
"Iya, kami mengerti," sahut Dimas dan Reyhan.
Akad pun di mulai.
Reyhan.
"بسم الله الر ØÙ…Ù† الر ØÙŠÙ…"
Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Dimas Wisma Aditama bin Putra Wisma Aditama, dengan adik kandungku, Syaren Aziya Mahardi binti Rendra Mahardi dengan mas kawin 1 keping emas 24 karat, seberat 10 grm di bayar tunai!!!
"Satu sentakkan tangan."
Dimas
"Saya terima, nikah dan kawinnya, Syaren Aziya mahardi Binti Rendra Mahardi dengan mas kawin tersebut tunai!!
"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu.
"Sah!!" Seru kedua saksi.
penghulu langsung memimpin doa, yang di awali dengan kalimat.
__ADS_1
Hingga selesai.
Dimas langsung menyerahkan mas kawin, Syaren dan Dimas sama-sama saling menyematkan cincin nikah. Selesai penyematan cincin, Syaren mencium tangan Dimas, sedang Dimas mencium alis Syaren.
Duggg degg deg deggh!
Batin Dimas menggemuruh, saat mencium Syaren. Rasa aneh, entah perasaan apa itu.
Nampak wajah haru pada wajah-wajah keluarga. Yumna sangat takjub dengan kakaknya, Reyhan. Yang sangat lantang mengucap kalimat itu, menikahkan adiknya,
Sedang Citra begitu lega, akhirnya Dimas bisa mengucapkan akad dengan lancar, dia sangat khawatir, kalau Dimas gagal dan gagal lagi dalam mengucap akad.
Bi Anik, bi Ainah, dan Neneng, terus menangis, air mata mereka terus mengalir. Batin mereka sangat merindukan dua majikan mereka yang telah berpulang.
Di depan sana, Dimas membaca taklik nikah, dengan begitu lancar. (janji nikah)
Dimas.
Bismillah hirrahmannirrahiim ....
Saya Dimas Wisma Dhidharma bin Putra Wisma Dhidharma, berjanji, dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya, yang bernama Syaren Aziya Mahardi binti Rendra Mahardi dengan sebaik-baik, (mu'asyarah bilma'ruf)
menurut ajaran islam.
Selanjutnya saya membaca sighat taklik sebagai berikut***
Pembacaan taklik nikah selesai, penghulu memimpin do'a kedua, sekaligus do'a penutup.
Acara akad pun selesai.
Wajah Reyhan terlihat santai, dari tadi keringatnya terus bercucuran karena sangat gugup. Para undangan dipersilakan menikmati hidangan yang tersedia. Semua orang menikmati makanan termasuk pasangan yang baru ijab kabul itu.
Dimas sengaja, menumbuhkan aura dingin dan juteknya, seakan Dimas yang asli kembali. Orang-orang mulai gugup dekat dengannya. Syaren lebih memilih bersama Citra dan adik adik Dimas, juga yang lainnya.
Reyhan terus memandangi Dimas, ia merasakan firasat Aneh melihat tingkah Dimas yang berbeda dari sebelumnya.
Setelah menikmati hidangan, para keluarga melakukan sesi foto-foto, selesai dengan anggota keluarga, kini giliran para tamu-tamu, yang antre, mereka bergantian berfoto dengan pasangan yang baru menikah itu.
Semua orang hanyut dalam kegembiraan, tak terasa, kini jam 12 siang, perlagan para tamu-tamu meninggalkan tempat acara. Mereka harus menyimpan tenaga, karena malam ini mereka berhadir kembali, tak ada yang ingin melewatkan resepsi pernikahan, yang akan berlangsung malam ini.
Kedua belah keluarga makan siang bersama.
Setelah makan siang.Mereka semua kembali ke kamar mereka masing-masing, untuk mengumpulkan tenaga, mempersiapkan diri untuk, Resepsi besar malam ini.
Syaren dan Dimas Menempati kamar Khusus mereka. Syaren melepas satu per satu accesoris di kepalanya, lalu melepas sanggulnya. Sedang Dimas nampak santai dengan ponselnya, dari tadi, dia sudah melepas jas nya, Dimas hanya mengenakan baju dalaman putih.
Syaren masuk ke kamar mandi untuk mandi dan melepas bajunya. Tidak berapa lama, Syaren selesai, ia keluar kamar dari mandi dengan handuk kimono yang disediakan hotel.
"Aku mau mandi!" Seru Dimas.
"Mandi saja sana!" Sahut Syaren.
__ADS_1
"Hei aku mau mandi!!" Teriak Dimas.
"Silakan ...." sahut Syaren.
"Tugasmu sekarang, membantu aku mandi!" Bentak Dimas
Syaren malas bertengkar, dia kembali ke kamar mandi, untuk menyiapkan air dalam bathub, untuk Dimas mandi. Tepat di depan pintu, Syaren tidak sengaja menabrak Dimas.
"Maaf ...." ucap Syaren, lirih.
"Punya mata ngga sih!" Bentak Dimas.
"Maaf ...." sahut Syaren
"Maaf! Maaf! Maaf! Apa hanya itu yang kamu bisa!!" Bentak Dimas.
Dimas masuk kekamar mandi, Syaren merasa sesak, karena di bentak Dimas, dia memutar arah tubuhnya, untuk keluar dari kamar mandi.
"Hei mau kemana Kamu?! Ku bilang tugasmu sekarang, bantu aku Mandi!" Teriak Dimas
Syaren menutup kupingnya, suara Dimas membuat kupingnya pengang. Dimas melepas semua bajunya, ia pun tak mengenakan apa-apa di depan mata Syaren.
"Gila! laki-laki macam apa dia? Kenapa dia begitu pede, polos didepanku," rintih batin Syaren."
"Kenapa diam?! Lakukan tugasmu! gosok seluruh tubuhku!!" Bentak Dimas.
Syaren perlahan mendekati Djmas, dan mulai menyabuni tubuh Dimas.
"Hei, lepaskan handuk mu!" Perintah Dimas.
"Tapi, aku tak memakai apapun tanpa ini," sahut Syaren.
"Hei! Apa sekarang aku memakai?" Bentak Dimas,
Karena takut, refleks Syaren melepas dan melempar kimononya ke arah jemuran mini yang menempel di dinding kamar mandi.
"Cepat bilas semua tubuhku!" Perintah Dimas. Dimas berdiri di bawah shawer, sedang Syaren membuka pembuangan air
Selesai membantu Dimas mandi, Syaren kembali ke luar mengenakan handuk kimono, ia segera menyiapkan baju santai, untuk Dimas. Lalu membantu Dimas memakai baju.
Setelah berpakaian lengkap, Dimas duduk santai Di Sofa memangku laptopnya.
Selesai tugasnya pada dimas, Syaren kembali menuju kamar mandi, untuk Wudhu, dia mengambil mukenanya, dan Sholat di sudut kamar yang jauh dari Dimas.
Dimas memandangi Syaren yang tengah menunaikan Sholat. "Hey, dia Sholat? Kapan terakhir aku sholat?" Batin Dimas.
Hati Dimas bergetar melihat Syaren menunaikan Sholat Dzuhur sendirian. Melihat Syaren salam, Dimas segera meraih lapotopnya, menyembunyikan perasaannya, yang aneh ketika melihat istrinya Sholat.
"Anda tidak Sholat?" Tanya Syaren lembut.
Perasaan Dimas meledak mendengar pertanyaan itu. Ia bangkit mendekati Syaren, mencengkram kasar rahang Syaren.
Membuat Syaren meringis, kesakitan.
"Kubilang apa!? Jangan campuri urusanku! Kau lakukan tugasmu! Biarkan aku bertindak semauku, jangan campuri apa yang aku lakukan, atau kau kehilangan kakak-kakakmu!" Bentak Dimas. Dia langsung melepaskan wajah Syaren, dari cengkramannya, begitu kasar. Membuat Syaren tersungkur di lantai.
__ADS_1
Dimas langsung berbaring Di kasur meninggalkan Syaren. Sedang Syaren, perlahan dia bangun, dia melangkah menuju sofa, merebahkan dirinya di sofa, sambil menahan rasa sakit yang memenuhi hatinya.
"Apakah dia manusia? Kenapa ada laki-laki macam ini?" Jerit batin Syaren.