Menua Bersama

Menua Bersama
Bab 35. Aku Akan Membalasnya


__ADS_3

Sejak kecelakaan yang menimpa Syaren. Dimas jauh berubah, ia tak lagi datang ketempat hiburan yang biasa ia dan Joan datangi. Dimas yang sekarang menjadi sosok penyayang, namun tetap tegas kepada adik-adiknya. Bahkan Dimas hampir seperti Reyhan.


Matanya sesekali memandangi Syaren yang lengket dengan Malik. Walau di sampingnya ada Anetha kekasih bayarannya yang disediakan Joan. Anetha begitu profesional berperan sebagai kekasih Dimas.


Dimas memberi ucapan selamat pada mempelai sebelum pergi dari pesta. Ia pun memberi selamat pada Reyhan karena mendapat laki-laki yang baik buat Syaren.


"Andai umur bisa di tukar, aku akan memberikan semua sisa umurku buat Malik, agar dia dan adikmu bisa bahagia selamanya " ucap Dimas, kepada Reyhan.


Syaren dan Malik mendengar kata-kata Dimas. Malik terharu melihat bentuk kasih sayang Dimas padanya. Syaren menyapu air mata haru Malik, karena mendengar kata-kata kakak sepupunya itu.


"Kamu tak boleh begitu Dimas, kamu ingat? Malik pernah cerita padaku, bahwa Dokter memvonisnya, hanya ber umur sampai 18 tahun, setelah transplantasi jantung itu. Ternyata ... dia sekarang sudah berumur lebih 30 tahun! Aku yakin dia akan panjang umur hingga punya anak cucu kelak." seru Reyhan


"Amiiin ...." sahut Dimas.


Dimas pamit pada semuanya, dia meninggalkan tempat acara dengan bergandengan dengan Anetha kekasih bayarannya.


Syaren menatap lekat wajah Malik, Malik menyadari Syaren menatapnya, mereka beradu pandangan.


"Apakah kau benar-benar mencintaiku?" Tanya Syaren.


"Aku sangat mencintamu sayang." lirih Malik.


"Kau tahu kan, aku kehilangan ingatanku dua tahun Belakangan..Seandainya aku melakukan hal buruk di waktu itu, apa kau akan tetap mencintaiku?" Tanya Syaren.


"Aku mencintaimu, aku tak perduli denga masa lalumu, mari ukir masa depan bersamaku." lirih Malik.


Wajah mereka semakin mendekat, namun saat bibir akan bertemu.


"Ekhhh hemmhemm!" suara Citra mengagetkan mereka berdua. Mereka berdua terlihat malu-malu.


Citra menjewer telinga Malik. "Jaga diri jaga nafsu!" Bisik Citra


"Awh sakit mah, iya mah iya ...." sahut Malik.


Citra pun melepas jewerannya.


"Malik, Syaren kami pulang ya ...." ucap Citra.


"Iya, makasih tante sudah datang, hati-hati tante." seru Syaren memeluk Citra.


"Iya sayang, Malik, nanti bawa Syaren kerumah." pinta Citra.


"Siap mah," sahut Malik.


Citra pun pulang bersama si kembar dan Aleta.


Di mobil ....


"Mah ... kak Syaren bahagia banget ya sama kak Malik, beda sewaktu sama kak Dimas." seru Amel.


"Iya sayang, apalagi Malik, dia sangat bahagia bersama Syaren." Lirih Citra.


"Sepertinya hati kak Syaren memilih cinta kak Malik," seru Aira.


"Semoga Dimas bisa menemukan kebahagiaannya sayang." seru Citra.


mereka meneruskan perjalanan mereka.


******


Pesta telah berakhir, pasangan pengantin akan bermalam di hotel selama seminggu, karena Reyhan kasian sama Yumna, Pasti akan diledeki Syaren tiap pagi, kalau di rumah.


Reyhan bingung bagaimana Syaren pulang.

__ADS_1


Sedang reyhan harus mengantar Atha kerumahnya. Para pembantu juga sudah pulang di antar mobil yang sudah disiapkan Reyhan.


"Syaren langsung pulang!" seru Reyhan.


Karena Syaren masih asyik berbicara oh bulan oh bintang bersama kekasihnya ini.


"Iya kak!" Sahut Syaren


"Malik, jangan ngelantur ya, ingat kalian belum sah!" seru Reyhan


"Kita juga belum sah!" Sahut Atha


Malik dan Syaren menertawakan Reyhan.


Namun sebelum Reyhan marah mereka kabur lebih dulu.


Ternyata perkiraan Reyhan benar, Malik menepikan mobilnya. Dia ingin menuntaskan pertemuan bibir yang gagal sebelumnya.


"Ini ciuman pertamaku Syaren ...." lirih Malik.


"Kalau aku ... aku tak tahu," lirih Syaren,


Malik langsung menyambar bibir Syaren.


Syaren pun memberi perlawanan hingga darah Malik mendidih. Malik segera menghentikan aksinya, takut terlalu dalam dan amblas. Ia langsung melajukan mobilnya mengantar Syaren. Setelah sampai rumah, sebelum turun dari mobil, Syaren memberikan kecupan kilat di bibir Malik, lalu turun dari mobil tanpa menoleh lagi ke arah Malik. Syaren terus berlari kedalam rumah.


______


Pengantin baru yang di hotel pastinya melakukan ritual malam pengantin mereka.


Sudah tiga hari pengantin baru belum juga memberi kabar kapan akan pulang.


Hari ini Malik menjemput Syaren untuk datang kerumah Dimas.


Jam 9 pagi Malik sudah datang kerumah Syaren. Syaren pun sedari tadi berdiri dekat pagar rumah menanti Malik. Setelah sampai, Malik membukakan pintu mobil buat Syaren. Wajah bahagia mereka sungguh sangat jelas terlihat. Malik pun segera melajukan mobilnya ke arah Rumah Dimas.


***


"Tanggung sendiri akibat kegilaan anda,


coba anda berlaku seperti Malik! Maka nona tidak akan Pernah pergi dari sisi Anda, dia bahkan mengorbankan nyawanya buat anda tuan." batin Joan


Citra dan si kembar sedang keluar sedang Aleta lagi bekerja. Malik mengajak Syaren berkeliling rumah. Mereka keliling rumah Dimas dengan bahagianya. Tawa Syaren terdengar pecah saat bercanda bersama Malik.


Citra dan si kembar datang, mereka sungguh tidak percaya, melihat pemandangan yang ada di taman. Terlihat Syaren dan Malik begitu ceria, Malik mendorong ayunan Syaren. Tawa keduanya terdengar sungguh menyenangkan.


Citra memandangi Dimas yang berdiri di balkon, pandangan Dimas tertuju pada Syaren dan Malik, kemudian Citra mengubah arah pandangannya, memandangi Malik yang nampak sangat bahagia bersama Syaren.


"Mama harus apa sayang? Lihat laki-laki di atas sana. Hatinya pasti terluka. Namun lihat laki-laki yang di bawah, mungkin ini kebahagiaan terakhirnya." lirih Citra.


"Mama harus merestui Malik mah, kak Dimas masih sehat dan punya peluang hidup lebih besar, sedang kak Malik?" lirih Amel.


"Iya makasih sayang, mari kita masuk." seru Citra.


Citra memanggil pembantu, untuk mengantarkan obat Malik dan berpesan agar mengatakan kalau mereka sudah datang.


Maria mengantarkan obat pada Malik, dia langsung menyampaikan pesan Citra pada Malik. Setelah itu, Maria pergi meninggalkan Malik dan Syaren, mereka masih berada di taman rumah Dimas.


Syaren membantu Malik meminum obatnya. Dia menyuapi obat ke mulut Malik. Dengan senang Malik meminum menerimanya. Saat butiran kapsul terakhir, Syaren memberikan obat itu dengan bibirnya, lalu menyerahkan obat yang ada di bibirnya langsung kemulut Malik. Malik tersenyum, dia langsung menerima obat dari bibir Syaren dengan bibirnya. Syaren tersenyum dengan polahnya, dia menyerahkan gelas yang berisi air putih, untuk Malik minum.


"Aku akan membalasnya!" seru Malik


Kata-kata itu mengiang di telinga Syaren, dan terus menggema berkali-kali. Syaren merasa sulit bernafas, dadanya sangat sesak, perasaannya begitu tertekan.

__ADS_1


Aku akan membalas nya!


Aku akan membalas nya!


Aku akan membalas nya!


Aku akan membalas nya!


Kata-kata itu sungguh menyeramkan bagi Syaren. Nafasnya semakin terasa berat, Syaren mulai menutup kedua telinga dengan kedua tangannya.


"TIDAKKKK!!" Teriak Syaren


Dimas yang sedari tadi menonton Malik.dan Syaren, terkejut melihat perubahan Syaren. Dia segera lari kebawah, begitu juga Citra dan si kembar yang mendengar teriakan Syaren, juga ikut lari kearah taman.


Malik segera menenangkan Syaren.


"Sayang, aku tidak akan menyakitimu, sayang, maaf ... aku cuma bercanda, percaya cinta kakak sayang." lirih Malik. Berusaha menenangkan Syaren yang nampak tertekan.


"Ada apa?" Tanya Citra.


"Tadi kami bercanda mah, aku bilang, "aku akan membalasnya!' namun Syaren tiba-tiba begini mah ...." lirih Malik. Malik sangat panik, melihat reaksi Syaren.


Syaren terlihat sulit bernafas, kedua matanya melotot, wajahnya juga di banjiri oleh keringat


Dimas terdiam mendengar perkataan Malik barusan, dia merasa sangat bersalah. Karena terlalu menyakiti Syaren di masa lalu. "Sedalam itukah Syaren luka hatimu, sehingga sampai sekarang kau masih sangat ketakutan dan trauma?" Batin Dimas.


Mereka semua langsung membawa Syaren kedalam rumah.


Wajah Syaren nampak pucat. Citra dan si kembar berusaha menenangkan Syaren.


"Kakak sudah baikan?" Tanya Amel.


Syaren mulai nampak tenang, dia duduk di ruang tamu dalam dekapan Malik.


"Aku ngga tau, kenapa kata-kata 'aku akan membalas' itu sangat menakutkan." ringis Syaren. Dia menenggelamkan wajahnya kedada Malik, Malik terus berusaha menenangkannya.


"Ma, sebaiknya Syaren istirahat dulu, biar aku temani dia." kata Malik.


"Tidak, aku ingin di sini saja." sahut Syaren mengencangkan pelukannya pada Malik.


"Malik, antar dia pulang, malam ini mama dan Joan akan datang kerumah Syaren untuk melamarnya." seru Dimas.


"Benarkah?" Mata Malik, berbinar, mengetahui kalau hubungan dia dan Syaren akan secepatnya di resmikan.


"Kenapa aku harus membohongi adiku?" Sahut Dimas.


"Kita akan segera sah sayang!" Seru Malik, dia menciumi kepala Syaren.


Syaren berdiri di bantu Malik, tubuhnya masih gemetaran. Karena kejadian barusan.


"Maaf, apa bisa di tunda satu jam lagi, aku tak mampu berjalan." lirih Syaren.


"Tapi kau harus bersiap di rumah ...." seru Malik. Malik langsung mengendong Syaren, menuju mobilnya.


"Malik sayangi jantungmu!! Dia akan lelah jika kau lelah!" Teriak Syaren.


"Baiklah ... mendengar teriakanmu saja jantungku seakan berhenti!" Jawab Malik.


Syaren hanya tersenyum.


"Gandeng aku saja ...." pinta Syaren dengan nada yang manja.


Mereka pun berjalan bergandengan

__ADS_1


seakan dunia ini, hanya ada mereka.


Dimas segera naik ke atas, sedang Citra duduk termenung, sambil memandangi punggung Dimas. "Kenapa dua anakku mencintai perempuan yang sama?" Batin Citra.


__ADS_2