
Mata semua orang tertuju pada Jamal, karena melihat banyak foto Dina di dalam laptop Jamal.
"Sejak kapan kamu suka sama Dina?" Tanya Joan.
Jamal tidak mampu menjawab pertanyaan Joan. Mata semua orang menatapnya menunggu jawaban Jamal.
"Sejak masih kuliah aku sudah suka sama Dina, tapi ...." Jamal tidak mampu meneruskan kata-katanya.
"Jika kalian ingin menikah lebih cepat, papa setuju, karena kamu Nara, sudah berhasil membuka rahasia besar kakakmu," seru Gusti.
Jamal tidak mampu lagi berada di tengah keluarganya dan keluarga Dina, dia lebih memilih kabur lebih dulu.
"Zaman sekarang aneh ya bukan anak gadis lagi yang malu, tapi anak laki-laki juga bisa malu," seru Syaren melihat Jamal yang pergi begitu saja.
"Dina, Apa kamu mau memberi kesempatan kepada anak tante?" Tanya Gita.
Dina nyengir, tidak tahu harus menjawab apa.
"Ya sudah ... yang pasti persahabatan kita akan diper erat oleh hubungan Nathan dan Nara, Dina dan Jamal terserah Dina saja, jangan di paksa ya Jo ...." seru Gusti.
"Ya sudah ... sampai ketemu lagi, Nathan kamu antar om Gusti, tante Gita dan Nara, pasti mobil mereka dibawa oleh Jamal," seru Joan.
"Iya ayah," jawab Nathan.
Nathan mengantar Nara dan kedua orang tuanya pulang. Joan, Syaren dan Dina juga langsung pulang setelah berpisah di tempat parkir.
__ADS_1
***
Ketakutan Jamal terbukti, setelah kejadian malam itu Dina sangat menjaga jarak dengannya. Bahkan Dina selalu absen libur jika pas tugas di ruangannya. Seminggu sudah Dina menghindar darinya. Sore ini Jamal sengaja menunggu Dina di parkiran rumah sakit tempat mereka bekerja.
"Dina tunggu!!!" Seru Jamal ketika melihat Dina akan segera masuk mobil.
Dina ingin kabur, namun keburu Jamal menahan pintu mobilnya.
"Dina ... aku mohon, jangan jauhi aku, aku tidak tahan, ini sebabnya aku menyembunyikan perasaanku selama ini, sejak kita pertama masuk kuliah," seru Jamal.
"Aku bingung," jawab Dina.
"Okey ... tapi jangan menghindar aku mohon," pekik Jamal.
"Apa aku bisa pulang?" Tanya Dina.
"Maaf, silakan," jawab Jamal melepaskan tangannya dari pintu mobil Dina.
****
Malam ini Jamal dan Tama menghadiri pesta ulang tahun teman mereka, namanya Gian, Malam ini acara di isi oleh Dona dan teman-temannya. Dona tengah menyanyikan lagu selamat ulang tahun dari jamrut. Jamal dan Tama sangat terkejut melihat siapa yang bernyanyi di panggung itu.
Mereka sangat tidak menduga yang mereka kira Dina tapil seenergik itu. Tama dan Jamal sama-sama takjub dengan penampilan Dona yang mereka sanga Dina.
Kini Dona menyanyikan lagu Bruno Mars Will you marry me, dengan lirik yang sedikit dirubah Dona karena dia perempuan, semakin membuat hati Jamal tidak karuan. Terlihat Dona akan meninggalkan panggung, karena akan di gantikan oleh penyanyi yang lain. Jamal segera undur diri dari teman-temannya, lalu mengejar Dona yang dia kira Dina.
__ADS_1
"Dina!!!" Teriak Jamal.
Dona berbalik dan tersenyum, karena orang yang mengejarnya menyangka dirinya Dina saudara kembarnya.
"Din, aku gak nyangka kamu seaktif dan seenergik gini di luar, kamu yang selama aku kenal di rumah sakit, dina yang pendiam dan pemalu," seru Jamal.
Dona melihat flat nama yang bertulis dr.Jamal,
"Jamal?" lirih Dona agak bingung.
"Dina ... ternyata bukan suara kamu saja yang berubah, selama ini kamu selalu memanggilku pak dokter, aku senang akhirnya kamu bisa memanggilku dengan namaku," seru Jamal.
"Hai Dina," sapa Tama yang baru mendekat.
Wajah Jamal langsung berubah karena merasa terganggu dengan kehadiran Tama.
"Kamu jahat banget si Mal, kenapa Dina gak di ajak gabung ke sana," seru Tama.
"Dina ... gabung yuk teman-teman kita," Tama memohon.
"Boleh aku minta waktu? Soalnya aku ada perlu sebentar," jawab Dona. Dona rasa ingin tertawa mengakak melihat dua orang laki-laki yang mengira dirinya Dina.
"Waw ... ternyata suara kamu juga beda, kamu tahu Dina ... aku lebih suka dirimu yang sekarang," seru Tama.
Dina tersenyum, dia pergi meninggalkan Tama dan Jamal, karena dia merencanakan sesuatu.
__ADS_1