
Hari ini, hari jadi pernikahan Syaren dan Joan. Mereka mengadakan di sebuah Cafe yang di bangun hasil kerja keras Dona selama ini. Setelah acara potong kue, Joan menyuapi potongan kue itu ke Syaren.
"Terima kasih karena kamu masih mau berjuang disisiku, dan menua bersamaku," lirih Joan.
"Terima kasih karena ayah menjadi mentari dalam kehidupan dan hati bunda," seru Syaren.
"Bunda ... Mentari itu kan nama adik kita yang batal rilis," seru Zay.
"Iyaya ... kakak ingat aja, bunda ... Mentari bisa dirilis ya?" Seru Dona.
"Mentari akan rilis secepatnya, jika kalian menikah, bunda mau tagih jatah Mentari dari kalian semua!" Seru Syaren.
"Ngomong-ngomong ... anak-anak ayah ini udah punya calon gak ya bund, buat rekan mereka nanti jemput Mentari," lirih Joan memandangi anak-anaknya bergantian.
"Astaga, aku lupa aku ada jadwal masuk sore ini, bye semua, tenaga kerja sukarela ini mau mengabdi," seru Dina meninggalkan semua orang.
"Astaga ... aku ada jadwal manggung di cafe teman aku, aku juga pamit," seru Dona ikutan kabur.
__ADS_1
Syaren dan Joan menatap tajam ke arah Nathan dan Zay.
"Sebenarnya aku ada rapat yah, tapi kalo ayah bunda mau di temani, aku akan segera batalkan rapat hari ini," seru Zay.
"Maaf, calon dokter tidak boleh telat masuk koas, permisi ...." Nathan duluan kabur
"Kalau kamu mau kabur juga boleh Zay," seru Syaren.
"Wah bunda memang luar biasa," seru Zay. Zay mencium pipi Syaren lalu memeluk Joan, dia juga segera pergi dari cafe itu. Takut di tanya ayahnya kapan nikah.
"Anak-anak kita sudah besar ya sayang ..., andai gak ada mereka aku lupa kalau kita sudah tua," seru Syaren.
Mereka berdua tertawa, Syaren menenggelamkan wajahnya ke dada Joan.
"Sedikitpun aku tidak menduga kalau masa tuaku bahagia bersamamu," seru Syaren.
"Sama, aku tidak menyangka sama sekali, dulu aku menjagamu untuk orang lain, tapi ternyata aku menjagamu untuk diriku sendiri," seru Joan.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Geral?" Tanya Syaren.
"Dia masih stres, dia pasti sangat menyesal karena mengira membunuh putranya sendiri waktu itu," jawab Joan.
"Aku harap kamu selalu menanggung semua pengobatan Geral, bagaimanapun dia ibu kandung Zay," lirih Syaren.
"Iya, selama ini aku menanggung semua biaya pengobatan Geral, hanya demi kamu dan Zay, kasihan juga Geral, tidak ada satupun keluarganya yang perduli padanya," seru Joan.
"Tapi sekarang kita keluarganya sayang, semoga Geral sehat dan jadi orang baik, semoga dia bisa menjadi teman kita atau keluarga kita," seru Syaren.
"Kita pulang yuks, kue nya bagi-bagi di sini aja, biar buat para pegawai Dona," seru Joan.
"Iya, yuk pulang," seru Syaren.
Joan memanggil semua pegawai Dona dan memberi cake hari jadi mereka untuk semua pegawai Caffe Dona
Joan dan Syaren sangat bahagia, karena anak-anak mereka tidaklah sombong dan malas.
__ADS_1
Zay meneruskan perusahaan Joan, Nathan baru lulus kuliah fakultas kedokteran, sedang Dona jatuh cinta pada seni musik dan kuliner. Sedang Dina memilih jadi perawat dan berjuang sendiri, dia tidak ingin Joan turun tangan membantunya menjadi perawat tetap. Dia masih TKS di sebuah rumah sakit menyembunyikan identitasnya. Andai Dina mengenalkan siapa orang tuanya, tentu sangat mudah baginya untuk jadi perawat tetap, namun Dina lebih memilih berjuang sendiri.