
Renata yang kesal keluar dari ruangan Marvel,dia menuju ke ruangan nya,di depan ruangannya sudah ada sekertaris nya yang telah lama menunggu.
"Maaf bu.... sebentar lagi ada meeting dengan Danish's group"
"Batalkan!!!" jawab renata dengan ketus.
"Tapi bu.... meeting ini seharusnya sudah dilakukan kemarin lusa dan anda sudah membatalkan kemarin" jelas si sekertaris yang bernama Nara.
"Nara!!! bisa tidak kamu lakukan saja apa yang aku pinta!!" dana Renata sedikit membentak.
Renata berlalu masuk ke dalam ruangannya.
tinggal Nara yang terbengong setelah mendapat bentakan dari si bos jutek.
"Dasar Renata jutek!!! sampai kapan sih juteknya ilang" gerutu Nara sambil menghentakkan kedua kakinya.
ceklek...
"Kau menyumpahiku??" tiba-tiba Rena keluar dari ruangannya.
"ayo!!!! katanya ada meeting!"
ucap Rena sambil berlalu melewati Nara sekertaris nya yang masih bengong dengan perubahan sikap Renata atasannya.
Akhirnya mereka sampai di lobby dan menuju parkiran.sesampainya di cafe yang dijanjikan untuk meeting,rena bertemu dengan perwakilan dari Danish group.
Setelah 1 jam berdiskusi akhirnya mereka mencapai kesepakatan kerja.meeting berakhir tepat di jam makan siang.
dan perwakilan dari Danish grup memutuskan untuk pergi tanpa menunggu makan siang.
tinggal renata dan nara yang tertinggal di sini.
"makan siang sekalian ya?" tanya nara.
"terserah deh!" jawab Rena
__ADS_1
"kenapa sih?? jutek amat!" begitulah nara ketika jam kerja telah berakhir, dia bakalan kembali ke mode sahabat jika berbicara dengan Renata.
"tau ah!! pusing aku"
"mikirin mister galak ya?" nara memang tau tentang perjodohan rena dan Marvel,nara adalah sahabat rena dari kecil ketika mereka duduk dibangku SD.
setelah sekian lama mereka dipertemukan kembali saat duduk dibangku SMA,karena itu nara juga tau bahwa Renata bukanlah anak dari keluarga Wijaya.
Soal perjodohan dan itu menjadi perintah mutlak sang ratu bisnis keluarga Martinez,nara juga tau bahwa Renata dan papanya tuan alex tak akan sanggup menolak permintaan nyonya besar,yang ternyata telah di rencanakan nyonya Mariana sejak pertama menitipkan Renata pada asisten setianya Alex.
"Dasar Ceo mesum!!" ucap Rena lirih sambil termenung mengingat apa yang dilakukan Marvel tadi pagi padanya.
Nara yang masih bisa mendengar gumaman Rena tiba-tiba cekikikan sendiri.
"apaan sih kamu?!!!"
"udah ciuaman aja" tebak nara membuat rena mendelik menatap nara dan sayangnya apa yang di ucapkan nara 100% benar adanya.
Renata hanya diam, pikirannya terus terpusat pada rencana pernikahan dia dan Marvel.
Renata memang punya rencana tak akan menikah seumur hidupnya,dia bahagia dengan apa yang dia miliki saat ini.
Bayangan kekejaman seorang suami begitu melekat di ingatan nya, bagaimana sang ayah menyiksa ibunya jelas terpatri di ingatannya,dia selalu saja berpikir bagaimana kalo dia menikah nanti dan bernasib sama dengan ibunya,atau lebih parahnya lagi anaknya bernasib sama dengan dirinya.
"woy...makan dulu re! ngelamun aja" ucap nara mengagetkan lamunan Rena.
selesai acara makan siang,rena dan nara kembali ke kantor, di luar cafe mereka berpapasan dengan Marvel dan Alex temennya,rena dan nara sedikit membungkuk memberi hormat namun naas Marvel berlalu begitu saja seakan tak mengenal mereka, sedangkan alex hanya tersenyum kecil.
"Bener-bener sombong!!!" ucap nara kesel.
"apaan sih nar!! udah biarin aja"
"Maka dari itu aku benci banget sama muka bule!!!" ucap nara bersungut-sungut.
"awas aja kemakan omongan sendiri!"
__ADS_1
"gak akan!!! kenapa harus bule kalo lokal aja lebih cute!"ucap nara tegas.
"biasanya semua wanita bilang kalo bule lebih menggoda!" ujar rena
"termasuk kamu?"
"heh!!! aku rasa semua cowok menyusahkan,baik bule atau bukan!!"
"ceck....kau ini re...kapan sih...kamu membuka hati kamu buat cowok!jangan jadikan masa lalu sebagai patokan!"
Mereka sudah ada di dalam mobil dengan Rena yang mengemudikannya,nara memang sekertaris dan asisten renata namun karena trauma yang dialaminya dia tak berani mengemudikan mobil sendiri.
"Re.... menurut mu feri gimana? dia deketin aku akhir-akhir ini" ucap nara sambil tersenyum-senyum sendiri tak jelas.
"feri siapa?"
"ya ampun miss jutek!! feri...feri yang senior kita dikampus! inget gak?"
"gak!"
"ya iyalah...feri kan cowok,mana ingat kamu kalo soal itu!" ucap nara dengan keselnya.
Bukan hanya sekali dua kali nara memperingati rena agar lebih membuka hatinya untuk seorang cowok,namun rena tetap rena,hari ini di ajak kenalan dan di deketi cowok besoknya langsung lupa.
Rena yang merasa haus mencari-cari botol minuman di dalam mobil, setelah menemukannya dia meminumnya sebelum mengemudikan mobilnya.
"Kamu anti cowok,kalo sama bule Marvel kok langsung bisa nyosor gitu!" ucap nara sambil memandang rena.
tiba-tiba....
"pffffuuuff" rena menyemburkan minuman yang masih ada si mulutnya.
"Renaaaaaaaa" teriak nara.
bersambung......
__ADS_1