
"Daddy!!!" teriak Martin.
"Aku gak liat apa-apa Dad!" ucap Katie santai dengan salad yang gak habis-habis di mangkuknya.
"Dasar jomblo! ayo sayang aku pijitin kamu katanya tadi capek semua badannya!" ucap Marvel semakin membuat Martin melotot tak percaya dengan tingkah si Mr. galak itu.
Ha ha ha ha ha Katie tertawa melihat kakaknya kesal dan berlalu ke kamarnya. Sedangkan mama Renata tentu saja ngomel tidak jelas pada suami nya yang terlihat cuek saja.seperti biasa Marvel tak akan peduli dengan omelan sang istri, tetap saja dia menarik istri nya masuk ke dalam kamar.
"Daddy!!! dasar tak ingat umur!!" teriak Rena ketika tau Marvel sudah mengunci kamar dan membuka piyama nya.
"Jangan melawanku sayang! kau tak akan pernah menang!"
"Cihh dasar tua mesum!" Rena berencana lari dari sang suami yang sudah bertelanjang dada.
"Sayang kau selalu main kejar-kejaran dengan ku! ingat lah kau selalu kalah!" ucap Marvel sambil menangkap tangan sang istri dan menariknya berbaring diatas kasur, dengan cepat Marvel menindih sang istri dan beberapa saat kemudian Rena terlihat sudah polos.
"Marveeelll!!! dasar tua bangka mesum!!!" teriak Rena ketika tau keadaan dirinya.
"Benarkah? tapi kau suka kan sayang!!" ucap Marvel sambil menghentakkan Rudalnya masuk tepat sasaran. Marvel selalu ketagihan dengan tubuh istrinya, Rena yang berusia 47 tahun itu tak pernah berubah menurut Marvel apalagi tubuh dan kulit Rena cantik terawat walaupun sudah tak muda lagi. Suara desahan saling bersautan di dalam kamar tersebut, hingga entah menit ke berapa mereka mencapai kepuasan bersamaan.
"Sayang.....dia masih bangun!" bisik Marvel.
"Berhenti Marvel!!!" teriak Rena karena dia sudah lelah namun Marvel seakan menulikan telinganya dan Kembali menerkam sang istri.
***********
drt...drt....drt....
"Siapa sih! berisik banget!"
setelah melihat siapa yang menelpon Martin tersenyum licik.
"Hallo" jawabnya.
"Babang bule ku! Rissa udah sampai di bawa apartemen nih!" Rissa yang ternyata menelpon Martin di pagi buta.
"Eh monyet! ini masih pagi!"
"Babang bule tamvan tapi Rissa udah di bawah, di godain nih sama pak satpam nya!" ucap Rissa cengengesan gak jelas.
"Naik ke lantai 5 !" tut..... sambungan terputus.
"Huuh! main matiin aja nie bule! untung sayang he he he he he !"
"Ada yang bisa di bantu mbak?" tanya seorang satpam yang terlihat masih muda.
"Eh Rissa! panggil aja Rissa ya...kita bakalan sering ketemu bang! aku bakalan sering wira-wiri di apartemen ini bang!" jawab Rissa
"Aku Rio panggil saja Rio!"
"Siap bang Rio!! aku masuk dulu!"
"Mau kemana Ris?"
__ADS_1
"Lantai 5 bang ke apartemen babang bule!"
"Hah!?? kamu kenal tuan Martin?"
"He eh!! calon pacar bang!" ucap Rissa tersipu namun akhirnya dengan cepat berlari pada lift yang baru saja terbuka.
"Daaaa bang Rioooooo" teriak Rissa sesaat sebelum lift tertutup.
"Beneran calon pacarnya tuan Martin? manis sih! tapi bar-bar gitu!"
bang Rio hanya bisa geleng-geleng kepala,dia tak habis pikir bagaimana pemilik gedung apartemen mewah itu bisa berhubungan dengan gadis bar-bar yang terlihat berpenampilan biasa saja!
Sedangkan di lantai 5, Rissa sudah berada di depan sebuah pintu satu-satunya di lantai tersebut.
ting tong.... ting tong.... ting tong....
"Lama banget sih!!" gumam Rissa
ceklek.....suara pintu terbuka.
Martin dengan muka bantalnya membuka pintu apartemen yang bunyinya sangat mengganggu tidurnya, pagi ini bahkan masih pukul 6.30 Rissa sudah tersenyum manis di hadapannya, Rissa dengan tatapan genitnya melihat ke arah tubuh Martin yang terlihat sangat jelas, celana kolor pendeknya setengah paha dengan dada dan perutnya yang telanjang menampilkan perut sixpack dan dada bidang Martin, namun Martin belum sepenuhnya sadar kalo gadis di depannya itu sedang menikmati tubuhnya.
Sadar akan tatapan mata Rissa, Martin menoyol kening Rissa seraya berkata....
"Otak mesum buang jauh-jauh sana!!" ucap Martin dan dengan santainya masuk kembali ke kamarnya.
"Tunggu di situ aku mandi dulu!" teriak Martin ketika berjalan menuju kamarnya.
"Mau di mandiin sekalian gak babang bule! biar aku kasih sabun ke perut sama dadanya!" teriak Rissa sambil cekikikan sendiri membayangkan bagaimana muka kesal si babang bule nya. Setelah selesai mandi, Martin duduk di sofa tempat Rissa berada.
"Siap babang bule!"
Rissa segera berlari turun ke bawah apartemen tersebut, setelah beberapa saat dia membawa semangkuk bubur ayam yang masih panas.
"Sayang.... sarapannya sudah siap!" Teriak Rissa,
"Berani kamu panggil majikanmu sayang!!! aku potong gaji kamu!!" Martin kesal dengan sapaan sayang dari Rissa.
"He he he he he he siap babang majikan!"
Sebuah bubur tersaji di meja, Martin mengangkat ujung bibirnya.
"Ganti!"
"Apa??" pekik Rissa
"Ganti!"
"Emang ganti yang gimana babang majikan?"
"Aku tidak suka ayamnya! dan...."
"Siap bang!"
__ADS_1
Rissa melesat pergi ke cafe di bawah lagi, dengan semangkuk bubur ayam tanpa ayam.
Dihidangkan kembali di meja makan tempat Martin menunggu.
"Ganti!"
"Apa? apa lagi ini abang" ujar Rissa memelas
"Aku tidak suka kacangnya!"
ketiga...
"Ganti!"
"Aku tidak suka di kasih bumbu!"
ke empat...
"Ganti!"
"Aku tidak suka ada telur nya!"
Rissa balik ke cafe lagi dengan berlari karena memang Martin meminta cepat. Dengan nafas ngos-ngosan kbali Rissa meng hindang kan semangkuk bubur ayam panas.
"Ini babang majikan...bubur ayam spesial bubur ayam tanpa ayam, tanpa kacang dan tanpa telur! khusus buat babang majikan!" ucap Rissa masih terlihat nafasnya tersengal-sengal.
"Ganti!"
"Apa??? abang mau ngerjain aku bang!!" teriak Rissa
"Berani kamu bentak majikan kamu!!" bentak Martin membuat Rissa hanya memanyunkan bibirnya.
"babang majikan! itu sudah tidak pake apa-apa! apa mau ganti menu?" tanya Rissa lembut.
"Kau lihat ini apa?"
"Daun seledri!"
"Nah. ..bodoh! aku mau bubur Original tanpa apa-apa!! Sekarang!!" perintah nya
"Kenapa tidak bilang!! aku capek berlarian kesana kemari babang bule!! kalo tau tanpa apa-apa kenapa tidak bilang dari awal! duuhhh aku capek!!" cerocos Rissa kesal karena merasa di kerjai oleh Martin.
"Cepat Rissa!" ucap Martin penuh tekanan.
"Gak!! aku berhenti jadi pembantu abang!! terserah mau dipotong gaji 1000% juga gak papa!" ucap Rissa sambil duduk di kursi. Martin dengan tenangnya mengambil ponsel di sakunya..
"Hallo bu Renata! ya saya Martin model anda kemarin, apa boleh saya minta sesuatu dari butik anda?...ya..ya...saya ingin anda memecat pegawai anda yang bernama Ris....!"
"Bubur ayam original satu kan bang buleee!" teriak Rissa sambil berlari menuju pintu apartemen, karena merasa di ancam dengan percakapan antara Martin dan pemilik butik tempat dia bekerja.
"Ha ha ha ha ...benar kata Daddy, lelaki harus lebih mendominasi!! ini benar-benar menyenangkan ha ha hahaha!.
Hari pertama kerja di rumah si bule demi uang 5 juta, membuat Rissa tersiksa karena perintah aneh dari majikannya itu namun hal itu merupakan kesenangan tersendiri untuk Martin.
__ADS_1
bersambung