
Marcel mondar-mandir di depan ruang UGD,wanita yang sudah mengisi penuh relung hatinya sedang berjuang bertaruh nyawa di dalam sana.sama halnya dengan Marvel namun pribadi Marvel yang lebih tenang membuat dia diam terduduk di kursi tunggu.
Hendra sedang melakukan pengejaran pada pelaku, yang sudah di pastikan adalah Maya,melalui camera cctv yang di retas oleh Alex dari berbagai sudut jalan yang dilalui Rena.terlihat disana Maya dan Rena memasuki sebuah taksi yang membawa mereka ke jalanan pinggir kota.
Namun baik Hendra ataupun Alex tak tau persis apa motif dari kejadian ini,karena dari yang Hendra tahu Maya adalah salah satu sahabat Rena,dan hal ini hanya Rena dan Nara yang tau alasannya.
######
"Bersembunyilah dulu....mereka sedang mencarimu!orang yang kau bakar belum sepenuhnya kita tau hidup atau mati!"
"Beri aku tempat untuk sembunyi!"
"Kau ikuti saja anak buahku...mereka akan memberitahu dimana tempat persembunyian untukmu"
"Baiklah"
sambungan telepon itu terputus, sejenak Maya merasa lega karena mereka terselamatkan walaupun belum bisa dipastikan apa mereka hidup atau mati, kalopun mereka mati Maya tak akan menyesalinya juga.karena itu adalah tujuan utamanya.
"kita ke tempat persembunyian!"
"baik nona!"
Di rumah sakit..
"Bagaimana mereka dokter?" Marcel bergegas menanyakan keadaan mereka pada dokter yang baru saja keluar dari UGD.
"kondisi kritis!... Nona Nara mengalami patah tulang kaki dan tangan kanan,kami sudah menanganinya namun luka dalamya belum bisa dikatakan baik,karena masih dalam masa kritis..
Dan untuk nona Rena,sekujur tubuhnya mengalami luka lebam namun begitu tak ada patah tulang,hanya saja kami menemukan hal yang lain di bagian perutnya, sekarang sedang ditangani dokter kandungan,saya permisi dulu!" kata sang dokter.
"terimakasih dok!"
"Vel!....cari perempuan itu sampai ketemu vel! boar aku sendiri yang akan mematahkan lehernya!!"
__ADS_1
"Hendra sedang berusaha....." ucap Marvel sambil memandang istrinya yang terbaring lemah di dalam sana.
"Bagaimana keadaan mereka?" nyonya Mariana datang bersama papa Alex.
"Sudah ku bilang cari bodyguard tuan muda!! anda terlalu meremehkan musuh!"
kali ini papa Alex yang bersuara dengan nada marah,dia tak lagi menghiraukan keberadaan nyonya Mariana disana.nyonya Mariana hanya bisa menghela nafas beratnya,dia tahu bagaimana khawatir nya Alex asisten nya pada anak semata wayangnya.
"Maaf pa.."ucap Marvel lirih.
"Bagaimana keadaannya?dan jangan kasih tau mama sofia tentang ini!" tanya papa Alex.
"Rena dan Nara belum melewati masa kritis pa" ucap Marvel sambil tertunduk,baru kali ini dia benar-benar merasa bersalah karena lalai menjaga Rena, hingga sekarang Rena berakhir do ruang UGD.
Setelah beberapa jam, Hendra membawa berita buruk..dia tak dapat mengejar mobil yang ditumpangi Maya dan anak buahnya.
Beberapa hari keadaan Rena sudah mulai membaik,, Rena sudah melewati masa kritis dan Rena dipindahkan ke ruang rawat,
Dan benar saja di hari ke 8 Nara membuka matanya,dia merasa asing di sebuah ruangan.
"Nona...nona sudah bangun?"
tanya seorang suster yang dipekerjakan menjaga Nara karena Nara memang sudah tidak punya siapa-siapa.melihat Nara bangun,suster segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut,dan kemudian suster menghubungi Marcel sesuai pesen Marcel bila Nara terbangun dari koma setiap waktu.
"Bagaimana keadaannya dokter?"
tanya Marcel setelah sampai ruangan Nara.
"Pasien tidak apa-apa,luka dalamnya sudah berangsur membaik,tinggal kaki dan tangannya dalam masa pemulihan"
"terimakasih dok"
"sama-sama,saya permisi dulu"
__ADS_1
Marcel mempersilahkan dokter pergi serta mengatakan pada suster penjaga untuk kembali lagi besok hari saja,karena hari ini Marcel sendiri yang akan menjaga Nara.
Marcel memandang lekat wanita yang beberapa hari ini sudah membuat dia cemas, Nara hanya diam saja tak tau harus berbuat apa, Marcel mendekati nya dan berada di sebelah kiri Nara, akhirnya Nara membuka suara.
"Bagaimana keadaan Rena?apa dia baik-baik saja?" tanya Nara dengan wajah cemas.
'Dasar bodoh! bukannya melihat bagaimana keadaannya sendiri malah menanyakan orang lain' batin Marcel tanpa menjawab pertanyaan Nara.
"Pak Marcel!pak.... bagaimana keadaan Rena? aku ingin tau keadaan dia? apa dia baik-baik saja?"
muka Nara lebih cemas lagi karena Marcel tak menjawab pertanyaannya,dia berpendapat bahwa Rena tak baik-baik saja karena Marcel hanya diam saja.
"Pak...."
Sebelum Nara menyelesaikan perkataannya, bibirnya sudah dil*mat oleh Marcel,sambil memegang tenguk kepala Nara, Marcel berlama-lama dengan bibir Nara,Nara hanya bisa terbengong tanpa membalas apa yang dilakukan Marcel,dia binggung apa yang dilakukan bosnya itu.sedangkan Marcel yang tau Nara tak membalas ciumannya tak peduli,dia hanya ingin meluapkan rasa rindunya pada gadis pujaan hatinya.
merasa sudah cukup, Marcel menyatukan keningnya dengan nara.
"Jangan membuatku cemas Ra....jangan lagi bertindak bodoh!"
Nara hanya mengangguk,dia bener-bener masih binggung dengan sikap bos-nya itu.
Sekali lagi Marcel mel*mat bibir Nara,lebih lama dia berada disana.kemudian melepaskan nya ketika diliat Nara sudah mulai kehabisan nafas.
"Tidurlah...aku akan menemanimu disini"
"Rena?"
"Dia baik-baik saja,dia bersama Marvel?
"Tidurlah..cup..." Marcel mengecup bibir nara singkat.
bersambung.....
__ADS_1