
Marvel segera bergegas keluar dari kamar,di ruang tengah dia bertemu dengan mama sofia dan papa Alex mertuanya.
"Mau kemana kamu vel?" tanya mama sofia melihat menantunya tergesa-gesa keluar rumah.
"Rena ma.... Hendra menemukan titik terang keberadaan Rena"...
"benar kah??" ucap mama sofia langsung berdiri dari tempatnya, begitu pula dengan papa mertuanya.
"aku akan memastikan ini ma...semoga keberuntungan di pihak kita,aku pergi dulu"
"pergilah dan bawa berita baik untuk kami" kali ini papa Alex yang bersuara.
"iya pa..ma aku berangkat dulu"
Marvel bergegas menuju ke tempat dimana hendra sedang menunggu disana, sebelumnya dia meminta Davin dan Marcel ikut serta,namun sayang Marcel sedang ada rapat dengan seseorang di weekend ini, karena klien nya harus pergi keluar negeri untuk mengantar orang tuanya berobat. Akan tetapi demi sepupunya itu Marcel meminta ijin untuk mengakhiri meeting karena dirasa sudah mencapai kata sepakat diantara mereka.
"Hallo vel....gimana? share loc aja aku kesana sekarang" jawab marcel ketika sudah berada di luar cafe menuju mobilnya.
"nara..kamu bisa pulang sendiri kan? aku harus menemui Marvel,ada berita tentang istrinya"
"apa Rena ditemukan?"
"sepertinya begitu,tapi kami masih harus memastikan"
"aku ikut!!" ucap nara cepat.
"tidak! kamu pulang saja"
"tidak.. tidak...aku mau ikut!"
__ADS_1
"sudahlah ini bahaya,kami harus ke pedesaan dan melewati hutan dan...."
"pokoknya aku ikut!" rengek nara memotong ucapan Marcel,dia sudah seperti pacar yang meminta sesuatu pada pacarnya.
"Oh God... lama-lama aku bener-bener tidak kuat!...shit...!!!" gumam marcel lirih.
"paakkk...pak Marcel!" kata nara sambil melambaikan tangannya didepan wajah Marcel yang terlamun memandang nara.
"gimana? boleh ya...ya??"
"ayo kita beli baju kami dulu,mana mungkin kamu ikut ke hutan dengan high heels kayak gini!"...
"hehehehe iya..."
Sesampainya di tempat yang dijanjikan mereka disambut oleh Hendra, Marvel dan Davin yang ikut serta mencari keberadaan istri sahabatnya itu.marvel butuh seorang penembak jitu saat menyusuri hutan yang belum dia kenal, berjaga-jaga bila ada binatang buas,ucap Marvel waktu itu.
bisa di pastikan Davin yang sedang mengerjakan berkas-berkas penting di perusahaan nya kesal dengan permintaan sahabatnya, Namun dia tetap memenuhi permintaan Marvel atas nama persahabatan,dan disinilah Davin sekarang.
Nara seketika mundur dan bersembunyi dibalik badan Marcel, Marcel yang biasa dengan sikap jutek sepupunya hanya bisa menghela nafas berat.
"Biarkan saja vel,dia tanggungjawab aku,dia kan sekertaris ku"
"Kau tau ini perjalanan yang tidak mudah, wanita hanya akan menjadi beban saja!"
Nara yang biasanya sangat cerewet namun bermuka datar di depan Marcel si bos,kini mencoba berlindung dibalik tubuh kekar lelaki yang tidak begitu disukai itu.
Marvel masih menatap tajam pada nara,seakan ingin menguliti tubuh ramping nara.
"kalo dia menyusahkan, siap-siap saja menjadi santapan babi hutan!!!"
__ADS_1
dibalik tubuh Marcel nara memegang bahkan meremas kaos yang dipakai Marcel,tidak dapat di pungkiri kalo si Ceo galak itu sedikit menakutkan bagi nara,bahkan untuk tersenyum sinis saja sangat langka terlihat dari wajah Marvel apalagi senyum manis,oh bisa dipastikan bahwa dunia akan tamat bila seorang Marvelo putra Martinez tersenyum.
"sudah ayo berangkat" Hendra bergerak mengakhiri tatapan tajamnya pada nara.
mereka menaiki mobil Jeep menuju tempat yang ditunjukkan oleh anak buah hendra,ada yang sudah berada di kampung yang ditunjukkan mereka.namun banyak dari anak buah Hendra yang tak tahu persis seperti apa wajah Rena,tapi mereka menerima informasi bahwa beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang ditemukan di pinggir sungai dan mereka menyimpulkan mungkin itu adalah istri bos besarnya seperti yang diceritakan tuan Hendra atasannya.
akhirnya tujuan mereka tercapai juga,berada dititik terakhir yang ditunjukkan oleh anak buah hendra.waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore ketika mereka sampaibdi tempat.
"Bos... Jeep hanya bisa sampe sini, selebihnya hanya jalan setapak dan meliwati pematang sawah" ucap salah satu anak buahnya Hendra.
"oke...apa perbekalan sudah cukup?" tanya Hendra pada anak buahnya.
mereka yang berjumlah 4 orang sudah siap membawa perbekalan untuk perjalanan mereka,karena 2 orang temannya sudah berada di lokasi,tempat diperkirakan Rena ada disana.Hendra menghampiri Marvel yang berdiri disamping mobil Jeep itu.
"mulai dari sini kita jalan tuan"
"okey...."jawab Marvel singkat.
Inara yang mendengar bahwa dia harus mulai berjalan mulai dari tempat itu dan tidak tau berapa jauh tempat yang dituju,mulai khawatir dengan keadaannya sendiri.
"kenapa?" tanya Marcel
"ti-tidak pak...saya baik-baik saja" sepertinya nara mulai menyesali keputusannya,namun demi Rena dia akhirnya memutuskan untuk kuat.
"jangan terlalu formal, kamu lagi libur kerja!"
"baik pak...eh iya maksudku...emm..aduh saya binggung harus panggil apa ya,kok jadi b3go gini!!!?" ucap nara polos,dalam keadaan cemas atau panik nara memang kadang tak bisa mengontrol kata-katanya.
"panggil sayang aja!" bisik Marcel dan sontak saja menatap lirik an tajam dari nara.
__ADS_1
'dasar bule gesrek' batin nara.
bersambung