Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
39


__ADS_3

Rena berlari ke arah mobil suaminya,sambil menenteng sebuah kresek.


"apa itu?" tanya Marvel datar


"jamu... dibikinin sama Maya"


"buang!"


"nggak bang! ini sayang tau...ini bukan racun bang cuma jamu,di desa aku biasa langganan ama mbah darmi"


"ceck...dasar keras kepala!"


Rena diam saja tak menanggapi omongan Marvel,ya Alexandre sahabatnya meminta Marvel lebih waspada lagi, tentang apapun yang menyangkut Rena,memang Rena sudah lebih lama mengenal Maya,tapi bagi Marvel Maya tetap orang baru dalam kehidupannya.


Sesampainya di rumah sudah memasuki waktu makan malam, setelah acara makan malam selesai Rena lebih memilih untuk duduk di ruang tengah,dimana disana sudah ada Marcel yang terlihat sedang melamun.


"Awas lhoo!kesambet ntar... ngelamun mulu'"


Marcel hanya melihat Rena malas, apalagi dia melihat sepupunya duduk mengikuti Rena,tangan Marvel malah tak bisa anteng sekarang, daritadi Marvel hanya memainkan rambut Rena tanpa mempedulikan tatapan tak suka dari Marcel.


"Sengaja ya bikin aku pengen?!! mesra amat!"


"Pergilah ke apartemenmu, bukannya kalo disana kamu bisa main kuda-kudaan"


kali ini Marvel yang menjawab,dan telak mendapat pukulan didadanya oleh Rena.


"Emang putus sama pacar yang mana cel?" Rena bertanya.


"Paling mainnya gak puas sama salah satu uler keketnya!"


Kali ini Marcel memandang ke arah Marvel,dia merasa pernah mendengar kata-kata 'uler keket' tapi entah dimana dia terus berpikir,dan ketika ingat dia malah semakin galau.


"kok tau istilah uler keket segala?"


tanya Marcel penasaran,setaunya hanya Nara yang sering menjuluki wanita-wanita Marcel dengan sebutan uler keket, bukannya Marcel tak tahu hanya saja dia membiarkan.


"aku sering dengar dari sekretarismu yang sering mengumpat di belakangmu"


ucapan Marvel sambil tersenyum tipis mengetahui bahwa playboy cap kadal ini dikatai sekertarisnya sendiri.

__ADS_1


"Nara maksud mu?" tanya Rena


"Iya..."


"hahahhahahahahaa......bisa aja si Nara,pasti kamu meminta dia mencegah wanita-wanita itu kan? makanya dia sering mengumpat di belakang mu" lanjut Rena.


"trus kok galau...kenapa?"


tanya Rena sambil menyingkirkan kepala Marvel yang sekarang sudah ada di bahunya,bahkan sesekali mencium lehernya.


melihat Marvel yang terus menggangu Rena padahal Marcel ingin curhat membuat Marcel tambah galau.


"vel!!! bisa gak sih mesumnya nanti aja!!" ucap Marcel dengan ketus.


"Apaan sih!! suka-suka aku dong! makanya jangan di mainin aja...di seriusin!!!" sindir Marvel.


"ceck....eh re...kamu kenal Feri gak? pacar Nara?"


"mungkin kenal.... katanya dia senior kita di kampus tapi kamu lupa cel,kalo ingatanku ilang semua


Nara juga ceritanya baru sebagian aja pas ketemu kemarin"


"Emang ada apa?"


"Pacarnya tunangan!"


"hah?? apa?? kok bisa??"


" vel,kamu ingat Celine gak??" tanya Marcel tanpa menjawab pertanyaan Rena.


"Celine sapa?"


"Celine pacar si Bryan? play boy cap kardus itu"


"bukannya kamu play boy nya ya?"


"ciihh kamu memang gak pernah ingat sama temen-temenmu, apalagi temen cewek!"


"beneran re,aku dulu takut kalo seandainya Marvel.. seorang Marvelo adalah seorang Gay!! aku gak ngebayangin sekarang kalo sama kamu dia sangat mesum!!"

__ADS_1


"Si4lan kamu!!" lemparan batal sofa mendarat di kepala Marcel.


"trus kok bahas temen kamu sih? kan topik kita tadi Nara.."


"Celine itu tunangan feri pacar Nara"


"duuhh kasihan banget Nara,besok aku boleh nemuin dia ya bang?" tanyanya pada Marvel.


"terus ngapain kamu peduli sama sekretaris mu itu?" tanya Marvel curiga.


"Kayaknya aku jatuh cinta sama dia vel"..jawab marcel sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Tau gak!bahkan Rudal milikku gak pernah bisa diajak tempur lagi sama yang lain!" ucap Marcel tampak frustasi.


"ini apaan sih yang diomongin!.. berjuang dong buat ngedapetin Nara,cari celah...kan dia lagi sedih sekarang" ucap Rena menasehati.


"udah sana pergi temui sekertaris kamu itu.." kali ini marvel yang ikut menyarankan.


"Ayo re...masuk kamar!" perintah Marvel sambil berdiri dari tempatnya.


"aduuh Abang bentar dong ....!!"


"Aku dah gak tahan!"


Dengan tak tau malunya Marvel menarik Rena dan *****4* bibir Rena,jangan lupakan Marcel yang sedang galau dan harus menyaksikan adegan si4lan itu.


Marcel hanya terbengong dengan tindakan gila sepupunya itu,dia sempat berpikir dimana Marvel yang dulu pernah di kira homo oleh orang-orang karena terlihat jijik pada wanita, sampai Marcel menyadari bahwa Rena dan Marvel sudah tak ada disampingnya dan terlihat menaiki tangga.


"Bule gila!!!Bule mesum!??" terdengar teriakan Marcel yang sedang mengumpat sepupunya itu, sedangkan Marvel seakan tuli dengan terus mengandeng tangan istrinya masuk ke dalam kamar.


######


Feri terus berusaha menghubungi Nara,baik menelpon atau menunggu nara di depan kos nya, sayangnya sakit hati Nara sudah tak bisa disembuhkan dengan kedatangan Feri, akhirnya Feri menyerah..dia hanya mengirim pesan kepada Nara


----Maaf... hanya itu yang bisa aku ucapkan sekarang..maaf..aku tidak tau harus mulai darimana memberitahu kamu tentang semua ini,di sisi lain aku tak ingin kehilangan kamu tapi di sisi lain juga, permintaan papaku juga tak bisa ku abaikan...


Maaf....hanya itu yang bisa aku ucapkan sekarang...aku masih dan akan tetap mencintai Inara,gadis dengan lesung pipi nan cantik yang telah membawa hatiku masuk terlalu dalam ke hatimu---.


Feri.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2