Mr. Galak Suamiku

Mr. Galak Suamiku
028


__ADS_3

Disinilah Marvel dan Rena sekarang,berada di dalam kamarnya.marvel melihat-lihat kamar yang hanya berukuran 3 x 3 meter itu,bahkan kamar mandiku lebih besar dari ini,pikir Marvel saat masuk ke dalam kamar itu.


" istirahat lah,aku buatku kopi mau? atau teh manis?"


Marvel menatap lekat wanita yang ada dihadapannya ini, wanita yang bisa membuat hatinya jungkir balik,kadang merasa kesal,kadang merasa benci dan bahkan kadang merasa senang karena telah berhasil menganggunya dulu.


Rena yang dilihat sekarang berbanding terbalik dengan Rena yang garang,jutek dan selalu mengajaknya duel.


"tidak usah aku akan istirahat,besok kita harus kembali ke rumah"


"apa secepat itu?" ada nada sendu di kalimat Rena,ya dia seakan belum rela meninggalkan desa dan orang-orangnya.


"kemarilah...." ucap Marvel


Rena mendekati Marvel dan dengan lembut Marvel menarik Rena hingga gadis itu berada dipangkuan Marvel.


"apa kamu tidak kangen sama mamaku? papa dan mamamu sendiri?"


"kau benar....aku pasti bahagia ketika bertemu dengan mereka nanti"


"jadi bersiaplah besok..kita akan kembali"


Namun Rena tak membalas ucapan Marvel,dia malah sibuk dengan wajah Marvel,dia mengamati wajah itu, kemudian mengusap lembut pipi dan dagu Marvel yang ditumbuhi bulu-bulu halus.marvel yang heran hanya mengerutkan keningnya.


"ada apa?" tanya Marvel datar,dia memang tak bisa menjadi lelaki romantis seperti pasangan kebanyakan.


"Ya Tuhan....kamu sangat tampan" Rena kembali menguyel-uyel pipi Marvel,seketika marvel melotot ke arah Rena,dia bener-bener tak percaya bahwa yang ada dihadapannya adalah istrinya yang jutek, bersamaan dengan itu Hendra masuk, melihat pemandangan yang tak disangkanya, Hendra menunduk...


" maaf tuan nona saya tidak sengaja..


"


" hen... lakukan test DNA padanya?"


ucap Marvel sambil mengangkat Rena dari pangkuannya.hendra hanya mengerutkan keningnya mendengar apa yang diminta Tuannya.

__ADS_1


"aku rasa ada yang salah dengan Rena"bisik Marvel ketika sudah ada di dekat Hendra.


seketika tawa Hendra meledak....dia juga merasa Rena menjadi gadis yang manis dan polos,dia buka Rena yang dia kenal selama ini.


"Tuan selamat bersenang-senang" bukannya menjawab permintaan tuannya Hendra malah memberi selamat pada Marvel.


kemudian dia mengurungkan laporan yang akan disampaikan pada Marvel dan berlalu dari kamar tersebut.


Diluar Davin dan Marcel sedang duduk dikursi,mereka terlihat heran mendengar suara tawa Hendra dari kamar Marvel dan sekarang Hendra sudah ada dihadapannya.


"ada apa?" tanya Davin.


"Aku rasa tuan Marvel akan sedikit kesulitan dengan sifat Rena yang baru..hahahahahaaha...dari tadi tuan Marvel sudah di buat salah tingkah karena ulah Rena"


"Hemmm aku suka berita ini,paling tidak itu akan jadi hiburan ku di rumah besar" kali ini Marcel yang berkata tentunya sambil merancang keusilan-keusilan yang akan dilakukan pada sepasang manusia dikamar itu.


Pagi telah menjelang,semua orang telah berkumpul di meja makan rumah pak Edi, Untung saja meja makan pak Edi lebar hingga bisa menampung mereka untuk sarapan pagi ini bersamaan.


"Kalian jadi berangkat pagi ini?" tanya pak Edi


"ibu pasti akan kangen sama kamu na..." ucap Bu siti terlihat sedih.


"tenang aja bu,nanti nana main kok ke sini,ya kan bang?"


Marvel diam saja karena merasa tak dipanggil oleh Rena, panggilan abang baru aja Rena berikan pada Marvel.


"bang??...bang Marvel!!"


"hah?? apa??abang??" muka Marvel sudah sangat lucu karena kebingungan,dan lagi-lagi Rena membuat Marvel salah tinggah,rena memegang pipi Marvel sambil berkata..


"iihhh abang....iyalah abang yang aku panggil!"


"kapan-kapan kita balik kesini ya bang? ngejenguk bapakndan ibu"


"ooh iya iya"

__ADS_1


jangan ditanya bagaimana hendra dkk, mereka yang tak pernah melihat ekspresi bos galaknya seperti sekarang ini hanya bisa menahan tawa,bahkan Marcel sudah cekikikan di kursinya melihat reaksi Marvel yang dipanggil bang oleh Rena, Marcel malah membayangkan abang-abang tukang gado-gado yang mangkal di dekat kantornya yang menjadi langganannya karena pernah sekali dibelikan oleh nara sekertaris nya,karena enak Marcel sekarang malah berlangganan gado-gado sama abang penjualnya.


Dia membayangkan Marvel memakai topi dan handuk kecil di lehernya serambi meracik gado-gado.tawanya seketika membahana, Marvel yang menyadari kalo sepupunya itu tengah menertawakan nya menatap tajam ke arah Marcel.


"rupanya kau sudah bosan tinggal di negara ini cel?"


"Afrika mungkin cocok untukmu!?"


Marcel langsung menutup mulutnya,dia sadar bahwa Marvel dalam mode kesal,kalo dia tidak berhenti sekarang bisa dipastikan dia akan segera meninggalkan negara ini dengan alasan yang tak masuk akal,dan kalo sampai Marvel kesal semuanya akan bener-bener terjadi.


"okey....sorry brother.....just kidding!"


"sudahlah Tuan,mari kita bersiap untuk berangkat" lerai Hendra.


Setelah semuanya sudah sarapan dan berpamitan,gini rombongan mereka sudah mau berangkat.


"tunggu na....aku ambil tas rangselku dulu" ucap Maya teman dan sekaligus anak pak Edi yang sudah dianggap Rena sebagai saudara nya sendiri.


" untuk apa nona?" tanya Hendra heran.


"tentu saja untuk ikut dengan nana"


"saya rasa tidak perlu nona mengantarnya...kami sudah cukup untuk...."


"Kau pikir aku percaya sepenuhnya pada kalian??tidak akan!!aku akan memastikan sendiri keadaan nana sampai di sana!" potong Maya.


"ciihh...keras kepala!"


"pendengaran ku sangat peka tuan!!" Maya menatap tajam ke arah Hendra.


"Sepertinya ada yang akan menggantikan posisi marvel dan rena"....ujar Davin kemudian tertawa lepas.


dan sontak mendapat tatapan membunuh dari Hendra.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2