
"Apa??!!...Leo dilepaskan?... b4ngsat!!!"
Marvel melempar telpon genggamnya setelah menerima kabar dari seseorang.
"Hendra segera keruanganku!" perintah nya melalui telpon di meja kerjanya.
ceklek..
"Ada yang bisa dibantu tuan?"
"Leo dilepaskan hen!"
"apa??! bagaimana bisa?"
" pengacara kepercayaan ku sudah mengabari tadi.... si4lan!!!!"
"saya yakin tuan,bukan Leo otak dari kejadian ini"
"Kau benar,papa Alex memang mengenal Leo tapi dia belum bisa menduga siapa dalang dibalik semuanya"
"perketat penjagaan dirumah hen,
oh ya... dan carikan aku seorang bodyguard untuk Rena"
"Baik tuan, saya sudah punya kandidat untuk dijadikan bodyguard untuk nona Rena tuan"
"ingat hen! carikan bodyguard cewek untuk Rena!"
"kenapa? apa tuan cemburu kalo seorang cowok?" hendra coba menelisik ke wajah galak tuan nya itu.
"omong kosong! aku tidak mungkin cemburu hen!" ujar Marvel dengan gengsinya.
"lalu.....?"
"kalo cowok,dia tak akan bisa melindungi Rena bila sedang darurat di toilet!"
"memang di toilet sedang darurat apa tuan?"
"bisa saja kan Rena jalan-jalan ke mall dan mereka menyerang Rena ketika ada di
toilet!.... haiiissshh kau ini hen!!!"
"ooohh iya..ya tuan,jadi bukan karena cemburu ya?"
"Sudah diam kau hen!!? lama-lama kau seperti perempuan cerewet!!!"
"carikan saja!!"
__ADS_1
"baik tuan..saya permisi"
diluar ruangan Hendra menggerutu sendiri
"bilang cemburu saja,susah banget sih"
"emang yang cemburu siapa pak?"
tanya Lily yang tiba-tiba ada di dekat Hendra beserta Arya salah satu karyawan dikantor itu.
Hendra kemudian melirik mereka berdua.
"aku!!aku yang cemburu! mau apa kamu??"
Lily kaget mendengar kata-kata Hendra, Hendra yang sudah berlalu masuk ke ruangan nya tak menggubris Lily disampingnya.
Tiba-tiba Lily memandang arya yang binggung di sampingnya, kemudian menutup kedua pipi chubby nya dengan tangannya,
'iiiiihhh pak Hendra cemburu sama mas arya??' batin Lily,...dan demi Tuhan lily sudah salah paham akan kelakuan hendra tadi.
"ada apa mbak?" tanya arya masih binggung.
"ehmmm...ehmmm" Lily berdeham menetralkan pipi merahnya.
"sebaiknya kau pergi dulu,aku akan memeriksa laporan mu dan menyerahkan pada pak Hendra" jawab Lily dengan kewibawaan nya.
sebelum masuk ke ruangannya, Lily memegang dadanya yang berdebar-debar,dia benar-benar tak menyangka kalo cinta dalam diamnya akan dibalas oleh Hendra, Lily sudah sangat lama mencintai Hendra,tapi 'es batu' ,julukan Hendra dari lily itu bahkan tak pernah menghiraukannya,bukan salah Hendra sebenarnya, itu salah Lily yang tak mau menunjukkan rasa cintanya, Lily bukan wanita yang menjunjung tinggi emansipasi wanita,baginya kalo suka yang ngutarin dulu ya cowok bukan cewek seperti yang teman-temannya lakukan, emansipasi wanita li...kata temennya waktu itu.sekarang Hendra cemburu... berarti Hendra punya rasa cinta padanya, begitu pikir lily tapi sayangnya pikiran itu bener-bener menyesatkan...karena lily dalam mode 'salah paham' sekarang.
"ini pak berkas yang harus bapak periksa"
kata lily sambil tersenyum melihat betapa tampannya lelaki dihadapannya ini.
"hemmmm" jawaban singkat Hendra.
"lhaaah kok jadi es batu lagi?" ucap Lily tanpa sadar.
"apa kamu bilang ly?" Hendra bukannya tak tau kalo lily menjulukinya es batu,namun dia pura-pura tak tau.
"Tidak pak!" jawab Lily setelah tersadar apa yang baru dikatakannya,dia pergi dari hadapan Hendra dengan menutup dan sesekali memukul mulutnya pelan.
ditempat lain...
"Siang tuan..."Leo menyapa seorang lelaki sambil menunduk.
"kau sudah pulang Leo?"
"berkat anda tuan!"
__ADS_1
" kita berhenti sejenak Leo, biarkan mereka merasa kita menyerah..."
"sesuai perintah anda tuan"
"pergilah istirahat Leo"
Leo berlalu meninggalkan seseorang tersebut.
"Tunggu aku Mariana....aku ingin bermain dengan mu lagi...hahahahhahaha"
di kediaman Martinez
"waaahhh jadi kau punya banyak pacar?"
tanya Rena antusias mendengarkan cerita Marcel.
"tentu saja!! kau liat aku...wajah dan badanku lebih macho dan ramah dari suamimu itu..ya kan??"
"kau benar! susah sekali membuat dia tersenyum" rena berbicara sambil mengerucutkan bibirnya.
"hei....kau harus berpikir bagaimana caranya aagar dia tersenyum"
pikiran Marcel penuh dengan kelicikan dengan mempengaruhi istri sepupunya itu,dia sudah cekikikan sendiri di dalam batinnya,rasanya dia senang bisa mengerjai Marvel lewat istrinya.
"huh!!! bagaimana caranya? kemarin aja aku pakai cara mbak putri biar bisa membuat dia tersenyum...eh malah aku di hajar abis-abisan bahkan gak bisa keluar kamar!" ucap Rena dengan polosnya.
"buahahahahahah....." Marcel sudah tak bisa lagi menahan tawanya
"Tapi kamu suka kan?...gimana..gimana...hebat gak... Marvel? secara diakan hampir menyandang predikat jomblo abadi"
Marcel lebih agresif mengintrogasi Rena,bibi sisca yang datang untuk memberikan minuman pada mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Hebat banget!! aku sampai nyerah....hihihihi...emang semua cowok seperti itu ya?" tanya Rena.
"Emang kamu mau coba yang lain?"
Marcel malah bertanya balik pada Rena.
"Emang boleh??" ucap Rena dengan polosnya.
hahahahhahaa tawa Marcel mengelegar seketika mendapat pertanyaan dari Rena,dan kali ini bukan hanya Marcel yang tertawa, Hendra juga ikut terpingkal-pingkal, ternyata Marvel dan Hendra sudah pulang,dan ketika melihat marcel dan Rena yang berbincang di ruang tengah dengan serius Marvel dan Hendra berhenti dan mencoba menyimak obrolan mereka.
Mendengar pertanyaan Rena, Marvel mengepalkan tangannya marah.
"Rena!!!! masuk kamar!!!" teriak Marvel.
"hah??? m4mpus aku celllll"
__ADS_1
bersambung