
Martin uring-uringan sendiri karena ulah tak sengaja istrinya yang menurutnya gak ada akhlak, berani-beraninya memancing si junior dan pada akhirnya di abaikan begitu saja, Martin segera keluar dari ruangannya, Reno sekertaris barunya juga berkesiap.
"Ada yang bisa di bantu tuan?" tanya Reno melihat sang Bos dengan muka tak bersahabat.
"Bereskan pekerjaanku Reno, bila Daddy tanya bilang aku ada urusan!" kata Martin sambil berlalu dari ruangannya tersebut.
Martin memilih untuk menyetir sendiri, dia segera menuju kos-kosan tempat Naura tinggal, baru saja sampai lobby,dia berpapasan dengan Aldrich yang kebetulan juga akan keluar,dia baru saja menemui Marvel.
"Dari mana kamu?" tanyanya pada Al
"Menemui Daddy, ada berkas yang perlu Daddy baca! kamu mau kemana?" tanyanya
"Ke kosan Naura!"
"Ehh .apa? ngapain ke sana?? aku ikut!" kata Al yang tentunya belum bisa menaklukkan pujaan hatinya Naura, lebih tepatnya dia belum memastikan hatinya pada Naura beberapa waktu lalu, namun semenjak dia sudah gak lagi kuliah dan gak lagi bertemu dengan Naura, entah mengapa wajah gadis itu terus saja menari-nari di atas kepalanya, Al benar-benar sudah merasa jatuh cinta pada Naura, namun karena kesibukannya akhir-akhir ini membuatnya tak memiliki kesempatan untuk menemui Naura, Naura pun sama dia harus mengerjakan skripsi nya beberapa minggu yang lalu.
Mobil Martin membelah jalanan kota yang tak begitu ramai di jam-jam 10 an pagi, entah mengapa dia ingin segera memberi pelajaran pada sang istri yang sudah membuatnya cenut-cenut di tempat yang paling ekstrim di bagian tubuhnya. Al hanya melirik sekilas, kemudian dia tersenyum tipis.
"Kenapa? apa kurang semalam?" tanya nya dengan santai.
"Berisik!!!"
"Ha ha ha ha ha " tawa membahana di dalam mobil tersebut.
Martin tau apartemen Naura karena pernah mengantar Rissa sampai pintu apartemen tersebut,Sedangkan di kamar Naura, lebih tepatnya Naura sekarang menyeewa sebuah apartemen sederhana bersama dengan Anisa, temannya di kampus,mereka merasa sudah saatnya mencari tempat yang lebih luas, tohh....mereka sekarang sudah mulai melamar kerja dan menurut Anisa biaya sewa apartemen dan sewa kos-kosan mereka berdua jika di jumlah kam hasilnya beda tipis banget.
"Kemana Anisa?"
"Dia sedang wawancara dadakan tadi!"
"waaahh mie instan!!! " pekik Rissa mendapatkan suguhan mie instan dengan banyak sayur dan cabe di depannya.
"Tunggu bentaran Ris, masih panas!"
__ADS_1
"Iya...!"
"Gimana rasanya tinggal di rumah mewah Ris?" tanya Naura
"Aku di kekang sama babang bule!! gak bisa kemana-mana!? tapi mama mertuaku janji sih aku bakalan lagi kembali ke butik" binar bahagia di mata Rissa.
"ooohh ya udah sini aku ajari gimana jadinya cewek anggun, dan kelihatan berkelas jika di butik nanti!!"
" ingat!! kamu bukan Marissa yang dulu lagi, kamu gak boleh bikin malu mertua kamu nanti!" lanjut Naura.
"Okey..okey...."
beberapa adegan makan dengan memakai alat-alat makan tersedia di meja, walaupun Naura mengajak kan memakai pisau dapur yang biasa dia pake buat memotong sayuran.berjalan dengan anggun seakan-akan ada banyak karyawan di samping kanan dan kiri.
"Darimana kamu belajar Ra?"
" Kamu lupa kalo keluarga aku termasuk keluarga yang masih menjunjung tinggi adab kesopanan dalam berperilaku!" kata Naura
"Apa jadinya kalo keluarga kamu tau, kalo bibir anaknya sudah gak perawan lagi!"
"Iihh apaan sih Ris!!"
"Kamu beneran gak cinta sama Aldrich?" tanya Rissa,
"Buktinya dia gak ngejar-ngejar aku lagi Ris, jadi aku yakin dia hanya penasaran atau mau mempermainkan aku saja"
ting...tong....suara bel apartemen berbunyi.
"Nisa kali ya?" kata Rissa
"Gak mungkin, Nisa bawa kunci! siapa ya?...aku buka dulu!"
ceklek..... Naura kaget melihat Martin ada di depan nya, karena fokus dengan Martin dan belum hilang rasa terkejut nya, Naura tak menyadari bahwa Aldrich ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
"Siapa yang datang Ra?" tanya Rissa tanpa menoleh ke arah pintu.
Martin menghampiri sang istri dan segera menarik tangannya,hal itu membuat Rissa kaget bukan kepalang.
"A-abang!!!"
"pulang!!" kata Martin dengan galaknya,bahkan Naura tak berani mencegah nya, mereka keluar apartemen dengan Omelan Rissa yang minta di lepaskan.Namun tetap saja Martin tak peduli, dia membawa Rissa keluar gedung apartemen dan masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam apartemen, Naura belum menyadari seseorang sedang menatap nya penuh rindu, sudah hampir beberapa Minggu dia tak melihat Naura, Naura tetap cantik dan manis dengan balutan dress santai pendek di atas lututnya, Naura membersihkan meja dan mencuci mangkuk dan piring bekas makannya bersama Rissa.Al yang sudah tak tahan ingin memeluk pujaan hatinya langsung melangkah ke arah Naura dan....
"Aku merindukan mu!" ucap Al di telinga sambil memeluk Naura dari belakang,spontan Naura menjatuhkan mangkuk yang sedang di cucinya.Dia membalikkan tubuhnya mencoba melihat siapa orang yang memeluknya.
"Al.... bagaimana kamu bis....emmmppphh!"
Belum lagi Naura selesai dengan ucapannya, Al sudah melumaat dan menghisaaap bibir ranum Naura yang entah mengapa sangat dia rindukan, Al bahkan menggendong Naura seperti bayi koala, Naura yang kaget spontan mengalungkan tangannya di leher Al, Al merebahkan Naura di sofa dan kemudian menindih tubuh gadis yang sangat dia rindukan, dia tetap dengan posisinya yang terus melumaaat bibir itu sebagai penyaluran rindunya selama ini, merasa Naura kehabisan nafas, Al melepaskan pangutannya.
"Kau tak merindukan aku?" tanya Al sambil membenarkan anak rambut di kening Naura dengan posisi masih di atas tubuh Naura.
"Ra....I love you....love so much!"
namun Naura masih diam, dia tak mau larut dalam sandiwara Al, menurut Naura.
"Jangan main-main Al... minggir!" Naura mencoba mendorong tubuh Al.
"Apa yang bisa aku buktikan kalo aku benar-benar jatuh cinta sama kamu sayang?" lanjut Al.
"Sudahlah Al aku tau kamu hanya penasaran sama aku!! aku tau juga kamu hanya ingin menjadikan aku salah satu pacar kamu! dan sudah cukup Al..kamu sudah berhasil..ja-jadi lepaskan aku!" kata Naura
Bukannya menyingkir Al justru membenamkan kembali bibirnya ke bibir Naura, mencoba menyakinkan dirinya sendiri, namun dari satu bulan yang lalu dia sudah sangat yakin bahwa dia mencintai Naura, di perkuat dengan pertemuan dirinya dengan Naura saat ini.
"Aldrich!" pekik Naura sambil memukul dada Aldrich Setelah ciuman nya terlepas.
"Bersiaplah...kita ke rumahku, aku ingin papa dan mama mengenali calon menantunya!" kata Al lalu bangkit dari tubuh Naura.
__ADS_1
"Hah?? a-apa??!!"
bersambung